Pedang yang keluar di saat yang salah
Markus 14:47
Malam Tergelap Sebelum Fajar
“Namun, salah satu dari mereka yang berdiri, mencabut pedangnya dan menyerang pelayan Imam Besar, dan memotong telinganya.”Markus 14:47 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.”Markus 14:47 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi salah seorang yang berada di situ mencabut pedangnya dan memarang hamba imam agung sampai putus telinganya.”Markus 14:47 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi salah satu murid Yesus mengeluarkan pedangnya dan menyerang seorang budak imam besar. Dia memotong salah satu telinganya.”Markus 14:47 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And one of them that stood by drew a sword, and smote a servant of the high priest, and cut off his ear.”Markus 14:47 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 14:47?
Salah satu pengikut Yesus (yang di Injil Yohanes disebut Petrus) mencabut pedang dan memotong telinga hamba Imam Besar. Ini menunjukkan reaksi manusia yang spontan dan penuh kekerasan untuk melindungi Yesus.
Latar belakang
Respons manusiawi yang tidak tepat
Seseorang — Yohanes menyebut namanya Petrus (Yoh 18:10) — mencabut pedang dan memotong telinga Malkhus, pelayan Imam Besar. Ini respons manusiawi yang wajar: melindungi yang dicintai dengan kekerasan. Tapi itu salah paham tentang misi Yesus. Yesus langsung menghentikan dan menyembuhkan telinga itu (Lukas 22:51).
Di mana
Getsemani
Taman yang tiba-tiba menjadi tempat konflik fisik singkat
Kapan
~30 M
Sesaat setelah Yesus ditangkap
Yang berbicara
Markus (narasi)
yang mencatat tindakan impulsif seseorang dari rombongan Yesus
Kepada
Pembaca Injil
yang melihat perlawanan manusiawi yang Yesus segera hentikan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
εἷς δέ τις
heis de tis · salah satu dari mereka
Seseorang tertentu dari kelompok — Markus tidak menyebut nama, mungkin untuk melindungi orang itu yang masih hidup saat Markus menulis. Identitasnya terungkap di Injil Yohanes yang ditulis lebih belakangan.
σπασάμενος
spásamenos · mencabut
Menarik keluar atau mencabut — gerakan cepat yang tidak direncanakan. Ini reaksi spontan bukan rencana yang disiapkan.
ἀφεῖλεν
apheilen · memotong
Memotong lepas atau menebas — kata yang menunjukkan telinga benar-benar lepas dari kepala. Bukan luka ringan.
'Spásamenos' (mencabut spontan) + 'apheilen' (memotong lepas) — reaksi impulsif yang menghasilkan kerusakan nyata. Perlawanan dengan kekerasan di momen yang salah tidak membela Yesus; justru memperkuat alasan untuk menangkap mereka semua.
Tahukah kamu
Kenapa hanya telinga yang terpotong?
Jika Petrus bermaksud membunuh, dia tidak akan memotong telinga. Kemungkinan Petrus mengincar kepala tapi Malkhus mengelak atau Petrus memang tidak mahir menggunakan pedang. Lukas sang dokter mencatat Yesus segera 'menyembuhkan telinga itu' — detail medis yang hanya ada di Lukas.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 14:47
Yohanes 18:10-11
Yohanes mengidentifikasi Petrus dan Malkhus secara spesifik
“Simon Petrus... menyerang hamba Imam Besar dan memotong telinga kanannya... Kata Yesus kepada Petrus: Sarungkan pedangmu itu.”
Lukas 22:51
Yesus menyembuhkan telinga Malkhus — tindakan kasih di tengah penangkapan
“Yesus berkata: Sudahlah itu. Lalu Ia menyentuh telinga orang itu dan menyembuhkannya.”
Matius 26:52
Matius mencatat teguran Yesus tentang penggunaan pedang
“Kata Yesus kepadanya: Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barang siapa mempergunakan pedang, akan binasa oleh pedang.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 14:47
✕ Sering dikira
Petrus bertindak heroik dan Yesus seharusnya mengizinkan perlawanan itu
✓ Yang sebenarnya
Yesus secara eksplisit menghentikan perlawanan (Mat 26:52, Yoh 18:11) dan bahkan menyembuhkan orang yang diserang. Perlawanan bersenjata tidak sesuai dengan misi-Nya.
✕ Sering dikira
Ini membuktikan para murid punya rencana untuk melawan dengan senjata
✓ Yang sebenarnya
Tindakan 'seseorang' ini tampak spontan dan impulsif, bukan terkoordinasi. Lukas 22:38 mencatat para murid hanya punya dua pedang — tidak cukup untuk pertempuran yang terencana.
Renungan
Renungan Singkat Markus 14:47
Saat menghadapi masalah, reaksi pertama kita mungkin marah atau balas dendam. Namun, kekerasan bukanlah cara Tuhan. Belajarlah untuk tenang dan berpikir sebelum bertindak, karena jalan Tuhan adalah damai.
Tuhan, kendalikan emosiku agar aku tidak bertindak kasar, tetapi selalu mengandalkanMu dalam setiap situasi. Amin.