Penggarap bersekongkol merebut warisan
Markus 12:7
Perdebatan Besar di Bait Allah
“Akan tetapi, para penggarap kebun itu berkata satu kepada yang lain, ‘Ini adalah ahli warisnya. Ayo, kita bunuh dia dan warisannya akan menjadi milik kita.’”Markus 12:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.”Markus 12:7 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi penggarap-penggarap itu berkata satu sama lain, 'Ini dia ahli warisnya. Mari kita bunuh dia, supaya kita mendapat warisannya!'”Markus 12:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Tetapi waktu melihat anak itu datang, mereka berkata satu sama lain, ‘Lihat! Yang datang ini adalah anaknya sendiri. Dialah yang nanti menjadi pemilik kebun ini kalau bapaknya sudah meninggal. Mari kita bunuh dia, supaya kebun ini menjadi milik kita.’”Markus 12:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But those husbandmen said among themselves, This is the heir; come, let us kill him, and the inheritance shall be our’s.”Markus 12:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 12:7?
Para penggarap kebun anggur melihat anak pemilik kebun sebagai ahli waris yang akan mewarisi kebun. Mereka berpikir jika mereka membunuhnya, kebun itu akan menjadi milik mereka. Ini menggambarkan bagaimana para pemimpin agama menolak Yesus, Anak Allah, karena mereka ingin mempertahankan kekuasaan mereka.
Latar belakang
Pikiran jahat yang terucap
Yesus memperlihatkan logika para penggarap: jika pewaris mati, warisan bisa mereka klaim. Ini merujuk ke hukum tanah Romawi di mana tanah orang asing yang meninggal tanpa pewaris bisa diklaim. Para pemimpin Yahudi yang mendengar ini sedang mendengar motif mereka sendiri dibongkar di depan umum.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Pelataran luar Bait Allah
Kapan
~30 M
Minggu Suci — Selasa
Yang berbicara
Yesus
mengekspos logika keji di balik rencana penggarap
Kepada
Pemimpin Yahudi
yang tanpa sadar mendengar deskripsi rencana mereka sendiri terhadap Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κληρονόμος
kleronomos · heir
Pewaris — orang yang berhak mewarisi; dalam hukum Yahudi dan Romawi, ahli waris memiliki status dan hak yang sangat kuat.
κληρονομία
kleronomia · inheritance
Warisan — dalam konteks teologis ini juga merujuk ke Tanah Perjanjian dan janji Allah; mereka ingin mencuri apa yang bukan milik mereka.
δεῦτε
deute · come on
Mari atau ayo — seruan ajakan yang menunjukkan konspirasi aktif, bukan sekadar pikiran pasif.
Kleronomos dan kleronomia — pewaris dan warisan — adalah kata yang sama dipakai Paulus untuk umat Allah yang mewarisi janji-Nya. Ironi yang dalam: orang yang harusnya menjaga warisan malah mencoba mencurinya.
Tahukah kamu
Hukum tanah dan klaim warisan di era Romawi
Di beberapa wilayah Romawi, tanah milik orang asing yang meninggal tanpa pewaris bisa jatuh ke tangan penggarap yang mendudukinya. Para penggarap dalam perumpamaan ini mungkin mengira logika hukum ini bisa mereka terapkan — sebuah kalkulasi yang salah fatal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 12:7
Mazmur 2:8
Anak Allah sebagai pewaris yang sah
“Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu”
Ibrani 1:2
Yesus sebagai ahli waris segalanya
“pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada”
Yohanes 11:53
rencana nyata pemimpin Yahudi untuk membunuh Yesus
“Sejak hari itu mereka bermufakat untuk membunuh Dia”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 12:7
✕ Sering dikira
Para penggarap membunuh karena benci, bukan kalkulasi
✓ Yang sebenarnya
Perumpamaan ini secara eksplisit menunjukkan motif ekonomi-hukum — mereka berhitung bahwa membunuh pewaris akan memberi mereka klaim warisan.
✕ Sering dikira
Ini hanya cerita fiksi yang tidak merujuk ke rencana nyata
✓ Yang sebenarnya
Yohanes 11:53 mencatat para imam kepala sudah bersepakat membunuh Yesus — perumpamaan ini adalah cermin persis dari realitas itu.
Renungan
Renungan Singkat Markus 12:7
Jangan biarkan keinginan untuk berkuasa atau mempertahankan posisi membuat kita menolak kehendak Tuhan. Ego dan ambisi sering membuat kita buta terhadap rencana Allah dan menutup hati terhadap suara-Nya.
Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari keinginan untuk mempertahankan kekuasaan atau posisi dengan cara yang menentang kehendak-Mu; ajari aku untuk selalu rendah hati dan taat, Amin.