Para pemimpin terjebak dalam dilema mereka sendiri
Markus 11:31
Iman, Doa, dan Pengampunan
“Mereka berdiskusi satu dengan yang lain, katanya, “Jika kita menjawab, ‘Dari surga,’ Dia akan berkata, ‘Lalu, mengapa kamu tidak percaya kepadanya?’”Markus 11:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Markus 11.32–12.3 72”Markus 11:31 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi mulai berunding di antara mereka. Mereka berkata, "Kalau kita katakan, 'Dengan hak Allah,' Ia akan berkata, 'Mengapa kalian tidak percaya kepada Yohanes?'”Markus 11:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu mereka berunding satu sama lain, “Kalau kita menjawab ‘Allah yang memberikannya,’ nanti Yesus akan menyerang balik, ‘Kalau begitu, kenapa kalian tidak percaya kepada Yohanes?’”Markus 11:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they reasoned with themselves, saying, If we shall say, From heaven; he will say, Why then did ye not believe him?”Markus 11:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Markus 11:31?
Para pemimpin agama berdiskusi: jika mereka mengakui baptisan Yohanes berasal dari surga, Yesus akan menanyakan mengapa mereka tidak percaya padanya. Ini menunjukkan kebuntuan mereka karena takut kehilangan otoritas di hadapan orang banyak.
Latar belakang
Perhitungan yang gagal
Para pemimpin langsung menyadari bahwa mereka tidak bisa menjawab 'dari surga' — itu akan membuat mereka inkonsisten karena tidak mengikuti Yohanes. Jadi mereka mencoba jawaban lain: 'dari manusia.' Tapi bahkan itu pun tidak aman secara politis. Markus memberi kita pandangan langka ke dalam diskusi internal mereka — momen di mana para pemimpin yang biasanya percaya diri terlihat kalkulatif dan takut.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Di halaman Bait Allah, kelompok pemimpin yang berdiskusi sejenak
Kapan
~30 M
Selasa dalam minggu terakhir, momen genting dalam konfrontasi
Yang berbicara
Para pemimpin agama
imam, ahli Taurat, dan tua-tua yang berdiskusi di antara mereka sendiri
Kepada
Satu sama lain
percakapan internal koalisi pemimpin yang mencari celah untuk keluar dari dilema
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
διελογίζοντο
dielogizonto · berdiskusi
Berunding, memperdebatkan — dari logos (kata); mereka secara aktif memperhitungkan kata-kata dan konsekuensinya dengan cermat.
πρὸς ἑαυτούς
pros heautous · satu dengan yang lain
Kepada diri mereka sendiri, di antara satu sama lain — percakapan yang tidak dimaksudkan didengar Yesus; Markus memberikan pembaca akses ke sana.
διὰ τί
dia ti · lalu mengapa
Mengapa, karena apa — pertanyaan retoris yang mengantisipasi respons Yesus jika mereka menjawab 'dari surga.'
Kata 'dielogizonto' menunjukkan mereka sangat serius memperhitungkan — ini bukan keputusan cepat. Paradoksnya: orang yang paling berhati-hati dan kalkulatif dalam kisah ini justru terjebak oleh kehati-hatian mereka sendiri.
Tahukah kamu
Markus memperlihatkan percakapan internal
Jarang sekali narator kuno memiliki akses ke percakapan pribadi para tokoh antagonis. Bahwa Markus merekam diskusi internal pemimpin agama ini kemungkinan menunjukkan ada orang yang simpati kepada Yesus dalam kelompok itu — atau ini rekonstruksi logis dari cara keputusan itu kemudian muncul ke publik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Markus 11:31
Lukas 20:5
paralel dalam Lukas
“Mereka berunding seorang dengan yang lain: Jika kami menjawab: Dari sorga, Ia akan berkata: Mengapa kamu tidak percaya kepadanya?”
Yohanes 11:47-48
pola yang sama: pemimpin berunding cara menghadapi Yesus
“Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul...”
Amsal 26:27
jebakan yang berbalik menimpa pembuatnya
“Siapa menggali lubang akan jatuh ke dalamnya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Markus 11:31
✕ Sering dikira
Para pemimpin berdiskusi karena benar-benar tidak tahu jawabannya
✓ Yang sebenarnya
Mereka tahu jawabannya secara teologis — masalah mereka adalah konsekuensi politis dari jawaban yang jujur.
✕ Sering dikira
Pertanyaan Yesus membuat mereka bingung secara intelektual
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan itu memojokkan mereka secara politis — bukan masalah logika tapi masalah keberanian untuk jujur.
Renungan
Renungan Singkat Markus 11:31
Saat kita dihadapkan pada kebenaran yang menantang, kita sering mencari-cari alasan untuk menghindarinya. Belajarlah untuk berkata jujur pada diri sendiri, bahkan jika itu berarti mengakui kesalahan atau keterbatasan pemahaman kita.
Tuhan, berikanlah aku keberanian untuk menghadapi kebenaran-Mu tanpa bersembunyi di balik alasan, Amin.