Perintah aneh: tebar jala di siang bolong
Lukas 5:4
Jala yang Penuh dan Hidup yang Baru
“Setelah selesai berbicara, Yesus berkata kepada Simon, “Pergilah ke tempat air yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.””Lukas 5:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."”Lukas 5:4 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah selesai mengajar, Ia berkata kepada Simon, "Berdayunglah ke tempat yang dalam, dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan."”Lukas 5:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setelah selesai, Dia berkata kepada Petrus, “Dayunglah perahu ini ke tempat yang lebih dalam. Lalu tebarkanlah jala-jalamu di sana untuk menangkap ikan.””Lukas 5:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now when he had left speaking, he said unto Simon, Launch out into the deep, and let down your nets for a draught.”Lukas 5:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 5:4?
Setelah mengajar, Yesus menyuruh Simon menangkap ikan di tempat yang dalam, meskipun mereka sudah bekerja keras semalaman tanpa hasil. Ini menunjukkan bahwa Yesus meminta Simon untuk percaya pada perkataan-Nya, bukan pada logika atau pengalaman.
Latar belakang
Perintah yang bertentangan dengan logika nelayan
Pergi ke tempat air yang dalam dan menebarkan jala di siang hari adalah saran yang dari sudut pandang nelayan profesional terdengar konyol. Ikan air tawar di Galilea naik ke permukaan di malam hari — siang hari mereka turun ke kedalaman. Simon baru saja menghabiskan semalam penuh tanpa hasil. Yesus bukan nelayan, dan menyuruh nelayan berpengalaman pergi menangkap ikan di waktu yang salah.
Di mana
Danau Genesaret
Di atas perahu, setelah sesi mengajar selesai, siang hari
Kapan
~28 M
Awal pelayanan Yesus di Galilea
Yang berbicara
Yesus
Rabbi dari Nazaret, sedang di awal pelayanan publik-Nya
Kepada
Simon Petrus
Nelayan berpengalaman dari Betsaida, mitra kerja Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
βάθος
tempat yang dalam · deep water
Kata yang sama dipakai Paulus untuk 'kedalaman hikmat Allah' — Lukas suka bermain dengan makna berlapis
χαλάσατε
tebarkanlah · let down
Kata teknis untuk menurunkan jaring dari kapal — bukan lempar sembarangan, tapi proses terukur yang butuh tenaga tim
ἄγραν
menangkap ikan · catch
Kata benda yang juga bisa berarti hasil buruan — kata yang sama dipakai di ayat 9 untuk jumlah tangkapan yang luar biasa
Tiga kata ini membentuk perintah yang paradoks: pergi ke 'kedalaman' (yang juga bermakna misteri Allah), lakukan dengan teknik yang benar, untuk mendapat 'hasil' yang nilainya melampaui ikan.
Tahukah kamu
Tempat air dalam juga bermakna simbolis
Dalam bahasa Yunani, 'bathous' (kedalaman) dipakai pula secara metafor untuk menggambarkan misteri Allah (Roma 11:33). Perintah Yesus 'pergi ke kedalaman' bukan cuma instruksi teknis menangkap ikan — di telinga Lukas, ini juga undangan untuk masuk ke wilayah yang melampaui kendali manusia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 5:4
Yesaya 43:16
Allah yang berkuasa atas air dan isinya
“Beginilah firman TUHAN, yang membuat jalan di laut dan jalan setapak di tengah-tengah air yang menderu-deru.”
Yohanes 21:6
Kisah serupa setelah kebangkitan — pola yang berulang
“Maka kata Yesus kepada mereka, 'Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.' Lalu mereka menebarkannya...”
Mazmur 95:5
TUHAN berkuasa atas laut dan segala isinya
“Kepunyaan-Nyalah laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat pun tangan-Nya yang membentuknya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 5:4
✕ Sering dikira
Yesus tidak tahu soal teknik menangkap ikan
✓ Yang sebenarnya
Yesus justru memerintahkan dengan detail teknis yang tepat — 'tempat air dalam' dan kata teknis 'tebar jala' — ini bukan tebakan asal
✕ Sering dikira
Perintah ini cuma soal ikan, tidak ada makna lebih dalam
✓ Yang sebenarnya
Lukas memilih kata 'kedalaman' yang punya resonansi teologis — undangan untuk percaya melampaui kalkulasi manusiawi
Renungan
Renungan Singkat Lukas 5:4
Kadang kita disuruh Tuhan melakukan hal yang tampaknya mustahil atau tidak masuk akal. Panggilan untuk percaya dan taat, walaupun tidak mengerti, adalah langkah iman yang membawa mujizat.
Tuhan, berikan aku iman untuk taat pada panggilan-Mu, sekalipun aku tidak melihat hasilnya. Amin.