Pertukaran yang mengubah sejarah
Lukas 23:25
Hari Penyaliban
“Ia membebaskan orang yang diminta oleh orang banyak, yang dipenjara karena melakukan pemberontakan dan pembunuhan. Akan tetapi, menyerahkan Yesus kepada keinginan mereka.”Lukas 23:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Lukas 23.26–31 169 Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.”Lukas 23:25 · TB
Terjemahan Baru
“dan melepaskan orang yang mereka minta, yaitu orang yang dipenjarakan karena pemberontakan dan pembunuhan. Kemudian Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau mereka.”Lukas 23:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Keputusannya memang tidak adil, karena hanya berdasarkan tuntutan suara terbanyak dia membebaskan Barabas dari penjara, padahal dia jelas-jelas bersalah karena terlibat dalam pemberontakan dan pembunuhan. Sedangkan Yesus yang tidak bersalah justru diserahkannya untuk mereka perlakukan sewenang-wenang.”Lukas 23:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And he released unto them him that for sedition and murder was cast into prison, whom they had desired; but he delivered Jesus to their will.”Lukas 23:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 23:25?
Pilatus mengabulkan tuntutan orang banyak dan melepaskan Barabas, seorang pemberontak dan pembunuh, tetapi menyerahkan Yesus untuk disalibkan. Ini menunjukkan bahwa kebenaran dikorbankan demi tekanan massa, dan orang yang tidak bersalah menggantikan orang yang bersalah.
Latar belakang
Dua kalimat, satu kontras yang tajam
Lukas menyusun ayat ini dengan dua bagian yang kontras: yang bersalah (Barabas — pemberontak dan pembunuh) dibebaskan, yang tidak bersalah (Yesus) diserahkan 'kepada keinginan mereka'. Tidak perlu komentar panjang — kontras itu sendiri sudah berbicara.
Di mana
Pretorium Pilatus, Yerusalem
Momen di mana Barabas bebas dan Yesus diserahkan
Kapan
~30 M
Hari penyaliban Yesus
Yang berbicara
Lukas
dokter dan sejarawan yang merangkum pertukaran tragis ini
Kepada
Teofilus
pembaca yang perlu memahami makna pertukaran ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀπέλυσεν
apelysen · he released
Dia membebaskan — tindakan resmi pembebasan dari tahanan.
παρέδωκεν
paredōken · handed over
Menyerahkan kepada — kata yang sama digunakan untuk Yudas menyerahkan Yesus. Yesus terus-menerus diserahkan dari satu tangan ke tangan berikutnya.
θελήματι αὐτῶν
thelēmati autōn · their will
Kehendak mereka, keinginan mereka — bukan kehendak Allah, bukan hukum Roma, tapi kehendak massa.
Kata paradidomai (diserahkan) muncul berulang dalam narasi penderitaan — Yudas menyerahkan, Sanhedrin menyerahkan, Pilatus menyerahkan. Setiap penyerahan membawa Yesus lebih dekat ke salib.
Tahukah kamu
Kata 'keinginan mereka' adalah frase yang mengerikan
Diserahkan 'kepada keinginan mereka' (tō thelēmati autōn) — bukan kepada pengadilan, bukan kepada hukum, tapi kepada keinginan orang banyak. Ini satu-satunya kali dalam teks Lukas kata 'keinginan' digunakan untuk sesuatu yang jahat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 23:25
Yohanes 19:16
tindakan penyerahan yang sama dicatat Yohanes
“Kemudian ia menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.”
Roma 4:25
makna teologis dari tindakan penyerahan ini
“Yesus diserahkan karena pelanggaran-pelanggaran kita.”
Roma 8:32
Allah sendiri yang 'menyerahkan' — perspektif yang berbeda
“Ia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 23:25
✕ Sering dikira
Pilatus tidak punya pilihan dalam situasi ini
✓ Yang sebenarnya
Pilatus punya pilihan — ia punya kekuasaan gubernur. Yang ia tidak punya adalah keberanian untuk menggunakannya demi kebenaran.
✕ Sering dikira
Barabas yang dibebaskan tidak ada kaitannya dengan Yesus secara teologis
✓ Yang sebenarnya
Pertukaran ini adalah gambaran paling konkret dari substitusi: yang bersalah bebas karena yang tidak bersalah menanggung.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 23:25
Pernahkah kita membiarkan tekanan orang lain membuat kita memilih yang salah? Mari belajar untuk berani memegang kebenaran, meski tidak populer, dan tidak mengorbankan yang benar demi menyenangkan orang banyak.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk memilih yang benar, bukan yang populer, walau harus berhadapan dengan tekanan orang banyak. Amin.