Sudah cukup — kita sudah mendengarnya sendiri
Lukas 22:71
Malam Terakhir Sebelum Salib
“Kemudian, mereka berkata, “Kesaksian apa lagi yang kita butuhkan? Kita sudah mendengarnya sendiri dari mulut-Nya!””Lukas 22:71 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu kata mereka: "Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri."”Lukas 22:71 · TB
Terjemahan Baru
“Maka mereka berkata, "Tidak perlu lagi saksi! Kita sudah mendengar dari mulut-Nya sendiri!"”Lukas 22:71 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka mereka berkata, “Kita tidak perlu mencari saksi yang lain lagi! Dia sendiri sudah mengakuinya barusan, dan kita mendengarnya sendiri!””Lukas 22:71 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And they said, What need we any further witness? for we ourselves have heard of his own mouth.”Lukas 22:71 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 22:71?
Para pemimpin agama menganggap jawaban Yesus sudah cukup. Mereka berkata, 'Kesaksian apa lagi yang kita butuhkan? Kita sudah mendengarnya sendiri dari mulut-Nya.' Mereka merasa tidak perlu saksi lain, tetapi mereka tetap menolak untuk percaya. Ini menunjukkan bahwa bukti sebanyak apa pun tidak akan mengubah hati yang keras.
Latar belakang
Bukti dari mulutnya sendiri
Mahkamah menyatakan 'kita sudah mendengarnya sendiri dari mulut-Nya' — ini adalah kesimpulan persidangan. Dalam hukum Yahudi, pengakuan dari terdakwa sendiri adalah bukti yang paling kuat. Tapi ironinya: apa yang Yesus katakan bukanlah pengakuan dosa, melainkan pernyataan tentang identitas-Nya yang benar.
Di mana
Ruang sidang Mahkamah Agama, Yerusalem
Akhir persidangan Sanhedrin — keputusan diambil
Kapan
~30 M
Pagi hari Jumat
Yang berbicara
Mahkamah Agama
71 anggota dewan tertinggi Yahudi yang sudah memutuskan
Kepada
Satu sama lain dan Yesus
sidang yang sudah mencapai kesimpulannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μαρτυρίας
martyrias · kesaksian
Kesaksian, bukti — akar kata 'martyr' (saksi). Mereka menggunakan pernyataan Yesus sebagai 'kesaksian' atau bukti.
ἀπὸ τοῦ στόματος αὐτοῦ
apo tou stomatos autou · dari mulut-Nya
Dari mulut-Nya sendiri — penekanan pada sumber bukti: Yesus sendiri yang mengatakannya.
ἠκούσαμεν
ēkousamen · kita sudah mendengar
Kita sudah mendengar — aorist: tindakan mendengar sudah selesai. Mereka mengklaim buktinya sudah cukup dan sudah ada.
'Martyrias' (kesaksian) dari 'stomatos autou' (mulut-Nya sendiri) — Mahkamah mengumpulkan kebenaran tentang Yesus dari Yesus sendiri, tapi bukan untuk menerimanya sebagai kebenaran melainkan untuk menggunakannya sebagai dasar penghukuman.
Tahukah kamu
Paradoks persidangan
Sanhedrin akhirnya mendapatkan 'bukti' yang mereka cari dari mulut Yesus sendiri. Tapi dari perspektif Kristologis, mereka mendapatkan kebenaran dari mulut Yesus — dan menggunakannya sebagai dasar untuk menolak kebenaran itu. Ini adalah ironi terdalam dalam seluruh narasi passion.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 22:71
Yohanes 18:37
pola yang sama di hadapan Pilatus: Yesus mengkonfirmasi dengan cara yang serupa
“Pilatus berkata kepada-Nya: Jadi Engkau adalah raja? Jawab Yesus: Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja.”
Kisah Para Rasul 3:14-15
Petrus kemudian menunjuk kembali pada ironi penolakan ini
“Kamu telah menolak Yang Kudus dan Yang Benar, serta meminta supaya seorang pembunuh dibebaskan bagimu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh.”
Yohanes 1:11
tema penolakan yang merangkum seluruh pasal ini
“Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 22:71
✕ Sering dikira
Persidangan ini adalah contoh pengadilan yang adil karena Yesus sendiri yang mengakui
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak mengakui dosa — Ia menyatakan identitas-Nya yang benar. Mahkamah kemudian memutuskan bahwa pernyataan kebenaran itu adalah dosa. Ini bukan keadilan hukum tapi penolakan terhadap kebenaran.
✕ Sering dikira
Pasal 22 berakhir dengan kemenangan para pemimpin agama
✓ Yang sebenarnya
Dari perspektif narasi Lukas, pasal 22 adalah awal dari rencana Allah yang jauh lebih besar — kematian dan kebangkitan yang akan menggenapi semua yang sudah dijanjikan. 'Kemenangan' Sanhedrin adalah bagian dari rencana yang mereka tidak pahami.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 22:71
Kejujuran dan kebenaran sering kali ditolak oleh orang yang sudah punya prasangka. Tetapi kita dipanggil untuk tetap setia pada kebenaran, seperti Yesus, meski berhadapan dengan penolakan. Belajar dari Yesus untuk teguh dan tidak goyah.
Tuhan, beri aku keberanian untuk tetap setia pada firman-Mu, bahkan saat orang lain menolak atau meragukannya. Amin.