Bernubuatlah — siapa yang memukul?
Lukas 22:64
Malam Terakhir Sebelum Salib
“Mereka menutup mata-Nya dan berkata, “Bernubuatlah! Siapa yang memukul Engkau?””Lukas 22:64 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: "Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?"”Lukas 22:64 · TB
Terjemahan Baru
“Mereka menutup mata-Nya dan bertanya kepada-Nya, "Coba terka siapa yang memukul-Mu?"”Lukas 22:64 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mereka menutup mata Yesus dengan kain lalu berulang-ulang memukul Dia serta berkata, “Kalau kamu betul-betul nabi, coba tebak siapa nama orang yang barusan memukulmu.””Lukas 22:64 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when they had blindfolded him, they struck him on the face, and asked him, saying, Prophesy, who is it that smote thee?”Lukas 22:64 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 22:64?
Mereka menutup mata Yesus dan meminta-Nya menebak siapa yang memukul-Nya, sebagai bentuk ejekan terhadap kemampuan nubuat-Nya. Ini menunjukkan penghinaan yang kejam terhadap Yesus sebagai Mesias.
Latar belakang
Ejekan yang mengandung ironi
Mereka menutup mata Yesus dan berkata 'bernubuatlah, siapa yang memukul?' — mengejek klaim kenabian-Nya. Tapi Lukas yang menulis ini tahu bahwa Yesus memang sudah bernubuat tentang penyangkalan Petrus yang malam itu terpenuhi dengan tepat. Para pengejek itu tidak tahu mereka sendiri berada dalam penggenapan nubuat yang sama.
Di mana
Rumah Imam Besar, Yerusalem
Tempat penahanan Yesus semalam
Kapan
~30 M
Dini hari Jumat
Yang berbicara
Para penjaga yang mengolok-olok
penjaga yang menganiaya Yesus sebelum sidang
Kepada
Yesus
yang ditahan dan dianiaya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
περικαλύψαντες
perikalypsantes · menutup mata
Menutup semua sisi, membungkus — kata yang menunjukkan penutupan yang total, bukan hanya kain tipis di depan mata.
προφήτευσον
prophēteuson · Bernubuatlah
Bernubuatlah — imperatif aorist yang merupakan perintah yang meremehkan: 'coba buktikan kemampuan nabimu!'
παίσας
paisas · memukul
Memukul, meninju — tindakan fisik yang seharusnya bisa 'diketahui' oleh nabi sejati.
'Prophēteuson' (bernubuatlah) adalah ejekan yang mengandung ironi: dalam malam yang sama, Yesus sudah menubuatkan penyangkalan Petrus tiga kali dengan tepat. Para pengejek itu tidak tahu mereka sendiri berada dalam penggenapan nubuat.
Tahukah kamu
Permainan 'siapa yang memukul?' dalam tradisi kuno
Ada bukti dari penulis kuno bahwa 'permainan' menutup mata orang dan minta menebak siapa yang memukul adalah permainan anak-anak atau lelucon yang dikenal. Para penjaga menggunakan permainan anak-anak untuk mengolok-olok seorang yang mereka anggap mengklaim menjadi nabi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 22:64
Yesaya 53:7
respons diam Hamba yang Menderita terhadap penganiayaan
“Ia dianiaya, tetapi ia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.”
Lukas 22:34
nubuat yang sudah terpenuhi malam itu — ironisnya justru saat mereka mengejek kemampuan nubuat-Nya
“Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam jantan tidak akan berkokok sebelum tiga kali kamu menyangkal.”
1 Petrus 2:21-22
penderitaan Kristus sebagai model bagi pengikut-Nya
“Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu... Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 22:64
✕ Sering dikira
Yesus tidak berbicara karena Ia tidak tahu siapa yang memukul
✓ Yang sebenarnya
Diamnya Yesus bukan karena tidak tahu — Yesus yang sudah menubuatkan malam itu dengan detail tepat pasti tahu siapa yang memukul-Nya. Diamnya adalah pilihan untuk tidak membuktikan diri-Nya kepada mereka yang tidak mau percaya.
✕ Sering dikira
Permainan 'siapa yang memukul' ini khusus diciptakan untuk mengolok-olok Yesus
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah permainan yang sudah dikenal — para penjaga hanya menggunakannya sebagai alat penghinaan, bukan merancangnya khusus.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 22:64
Yesus tidak membalas ejekan dengan kemarahan, tetapi tetap diam dan mengendalikan diri. Saat kita diremehkan atau diejek, kita bisa meneladani ketenangan Yesus dan mempercayakan diri kepada Tuhan yang adil.
Bapa, ajarku untuk tetap tenang dan percaya pada-Mu saat dihina, karena Engkau yang membela aku. Amin.