Setan meminta izin untuk menampi
Lukas 22:31
Malam Terakhir Sebelum Salib
““Simon, Simon, dengarkan Aku. Setan menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,”Lukas 22:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,”Lukas 22:31 · TB
Terjemahan Baru
“"Simon, Simon, dengarkan! Iblis sudah diberi izin untuk menguji kalian; seperti gandum dipisahkan dari kulit sehingga yang baik dipisahkan dari yang buruk.”Lukas 22:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, “Simon, Simon, dengarlah baik-baik! Satanas sudah minta izin kepada Allah untuk menggoncangkan kamu semua, bagaikan petani memisahkan gandum dari kulitnya, untuk melihat siapa yang akan tetap percaya kepada-Ku.”Lukas 22:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the Lord said, Simon, Simon, behold, Satan hath desired to have you, that he may sift you as wheat:”Lukas 22:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 22:31?
Di ayat ini, Yesus memperingatkan Simon Petrus bahwa Setan ingin 'menampi' dia seperti gandum, yaitu menguji imannya sampai ke akar-akarnya. Ini menunjukkan bahwa Iblis aktif ingin menjatuhkan iman Petrus, tapi Yesus juga menyiratkan bahwa Dia akan menjadi perantara.
Latar belakang
Setan perlu izin
Detail yang mengejutkan: Setan 'menuntut' untuk menampi para rasul seperti gandum — kata 'menuntut' (exaiteomai) menunjukkan permohonan formal kepada pihak yang lebih tinggi. Setan tidak bisa begitu saja menyerang orang percaya tanpa izin Allah. Ini mengingatkan pada adegan serupa dalam Kitab Ayub.
Di mana
Yerusalem — Ruang Atas
Meja perjamuan Paskah — percakapan khusus dengan Petrus
Kapan
~30 M
Malam sebelum penyaliban
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, Anak Allah yang berinkarnasi
Kepada
Simon Petrus
murid yang paling vokal dan pemimpin kelompok dua belas
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐξῃτήσατο
exēitēsato · menuntut
Meminta dengan tegas, menuntut secara formal — bukan sekadar keinginan, tapi permintaan yang disampaikan kepada pihak yang berwenang. Setan harus meminta izin.
σινιάσαι
siniasai · menampi
Menampi, mengayak — proses memisahkan biji dari sekam. Gambaran pengujian keras yang memisahkan yang asli dari yang palsu.
ὡς τὸν σῖτον
hōs ton siton · seperti gandum
Seperti gandum — metafora pertanian yang menunjukkan intensitas pengujian yang akan datang.
'Exēitēsato' mengungkap sesuatu yang penting: Setan perlu meminta izin. Itu berarti Yesus tahu serangan itu akan datang, mengizinkannya, tapi sudah menyiapkan doa-Nya sebelum serangannya dimulai.
Tahukah kamu
Nampiing gandum di musim panen
Menampi gandum adalah proses memisahkan biji dari sekam dengan melempar gandum ke udara di tempat berangin — sekam beterbangan, biji yang berat jatuh. Yesus memakai gambaran ini untuk menunjukkan bahwa Setan ingin menguji dan memisahkan siapa yang benar-benar iman dari yang tidak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 22:31
Ayub 1:9-12
Setan meminta izin kepada Allah untuk menguji orang percaya
“Lalu kata Iblis kepada TUHAN: Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? ... Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya.”
1 Korintus 10:13
Allah mengontrol batas pencobaan
“Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.”
Amos 9:9
gambaran Allah menampi umat-Nya
“Sungguh, Aku akan memberi perintah, dan Aku akan mengayak kaum Israel di antara semua bangsa, seperti orang mengayak dengan ayakan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 22:31
✕ Sering dikira
Setan bebas menyerang siapa saja yang percaya kapan saja
✓ Yang sebenarnya
'Exēitēsato' (menuntut, meminta) menunjukkan Setan harus memohon izin — ia tidak bisa bertindak seenaknya terhadap orang percaya tanpa seizin Allah.
✕ Sering dikira
Penampian Setan pasti akan menghancurkan iman Petrus
✓ Yang sebenarnya
Yesus sudah berdoa sebelum penampian terjadi — artinya penderitaan yang akan datang sudah ada dalam rencana Allah dan ada batasnya.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 22:31
Kita semua menghadapi ujian iman yang bisa membuat kita goyah. Penting untuk menyadari bahwa di tengah pergumulan, Tuhan tidak tinggal diam; Dia berdoa untuk kita dan memberi kita kekuatan untuk bertahan.
Tuhan, aku tahu bahwa aku tidak luput dari pencobaan, tetapi aku percaya Engkau selalu menyertai dan berdoa bagiku. Amin.