Tujuh Saudara, Satu Perempuan, Semua Mati Tanpa Anak
Lukas 20:31
Debat Besar di Bait Allah
“Lalu, saudara yang ketiga menikahi perempuan itu dan hal ini terjadi sampai saudara yang ketujuh, tetapi mereka semua meninggal tanpa mempunyai anak.”Lukas 20:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.”Lukas 20:31 · TB
Terjemahan Baru
“Hal yang sama terjadi juga dengan saudara yang ketiga dan seterusnya sampai yang ketujuh.”Lukas 20:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Begitu juga saudaranya yang ketiga. Hal yang sama terus terjadi pada saudara berikutnya, sampai yang ketujuh. Semuanya meninggal tanpa mempunyai anak dari janda itu.”Lukas 20:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the third took her; and in like manner the seven also: and they left no children, and died.”Lukas 20:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 20:31?
Ayat ini melanjutkan pertanyaan orang Saduki tentang seorang perempuan yang menikahi tujuh bersaudara secara berurutan karena hukum perkawinan ipar. Mereka mencoba menjebak Yesus dengan skenario yang mustahil untuk menguji kepercayaan tentang kebangkitan orang mati, yang mereka tidak percayai.
Latar belakang
Angka tujuh sebagai kunci argumen
Sampai pada saudara ketujuh, skenario ini sudah mencapai kelengkapannya. Semua kemungkinan sudah habis. Tidak ada saudara kedelapan. Perempuan ini sudah menikah tujuh kali, semua suaminya mati, semua tanpa anak. Pertanyaan yang akan datang dirancang untuk terasa tidak terjawab.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman luar Bait Allah
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus
Yang berbicara
Orang Saduki
Menyelesaikan skenario tujuh saudara sebagai persiapan pertanyaan puncak
Kepada
Yesus dan kerumunan
Sudah mengikuti skenario yang kini mencapai angka tujuh
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὡσαύτως
hal ini terjadi · likewise
Dengan cara yang sama — repetisi yang disengaja untuk menekankan pola
οἱ ἑπτά
mereka semua · the seven
Seluruh tujuh saudara — tidak ada pengecualian, semua sudah menikahi perempuan itu
οὐ κατέλιπον τέκνα
tanpa mempunyai anak · left no children
Tidak meninggalkan keturunan — kondisi yang terus berulang tanpa solusi
Kata dengan cara yang sama dan mereka semua menutup semua kemungkinan — skenario ini dirancang sebagai labirin tanpa jalan keluar yang akan membuat doktrin kebangkitan tampak absurd.
Tahukah kamu
Kemungkinan asal skenario dari debat internal Yahudi
Skenario dengan tujuh suami kemungkinan bukan original Saduki — ini mungkin adaptasi dari skenario yang sudah beredar dalam debat Farisi-Saduki tentang kebangkitan. Saduki menggunakan skenario ini secara rutin untuk menantang kepercayaan pada kebangkitan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 20:31
Matius 22:25-26
Paralel dari Matius untuk skenario yang sama
“Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, lalu meninggal... Demikian juga yang kedua dan yang ketiga...”
Markus 12:20-22
Paralel dari Markus untuk skenario yang sama
“Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, lalu meninggal... Akhirnya ketujuh orang itu mati semua...”
Bilangan 27:8
Konteks hukum waris Israel yang relevan dengan masalah tidak punya anak
“Katakanlah kepada orang Israel, begini: Apabila seseorang mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, kamu harus mengalihkan milik pusakanya kepada anak perempuannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 20:31
✕ Sering dikira
Skenario ini realistis dan mungkin terjadi dalam kehidupan nyata
✓ Yang sebenarnya
Skenario ini sengaja dibuat hiperbolik dan hampir tidak mungkin terjadi — tujuannya bukan realisme tapi argumen logis
✕ Sering dikira
Para Saduki peduli dengan nasib perempuan ini
✓ Yang sebenarnya
Perempuan ini hanya alat retorika — Saduki tidak peduli pada kasusnya, mereka hanya ingin membuktikan kebangkitan absurd
Renungan
Renungan Singkat Lukas 20:31
Ketika menghadapi pertanyaan sulit tentang iman, kita bisa belajar dari Yesus yang tidak terjebak dalam skenario hipotetis. Fokuslah pada kebenaran dasar yang sudah kita ketahui tentang kasih dan kuasa Allah, bukan pada spekulasi yang tidak perlu.
Tuhan, tolong aku untuk tetap berakar pada kebenaran-Mu saat menghadapi pertanyaan yang membingungkan, dan beri aku hikmat untuk merespons dengan bijaksana. Amin.