Para Pemimpin Ingin Menangkap Yesus Saat Itu Juga
Lukas 20:19
Debat Besar di Bait Allah
“Ketika ahli-ahli Taurat dan para imam kepala menyadari bahwa perumpamaan itu berbicara tentang mereka, mereka ingin menangkap Yesus saat itu juga. Akan tetapi, mereka takut kepada orang banyak.”Lukas 20:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala berusaha menangkap Dia pada saat itu juga, sebab mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu, tetapi mereka takut kepada orang banyak.”Lukas 20:19 · TB
Terjemahan Baru
“Guru-guru agama dan imam-imam kepala tahu bahwa perumpamaan itu ditujukan Yesus kepada mereka. Karena itu mereka ingin menangkap Dia saat itu juga, tetapi mereka takut kepada orang banyak.”Lukas 20:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu para imam kepala dan ahli Taurat yang sedang mendengarkan Yesus menyadari bahwa merekalah yang dimaksud Yesus sebagai petani-petani yang jahat. Karena itu mereka ingin menangkap Yesus saat itu juga. Tetapi mereka takut pada orang banyak yang mendukung Yesus.”Lukas 20:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the chief priests and the scribes the same hour sought to lay hands on him; and they feared the people: for they perceived that he had spoken this parable against them.”Lukas 20:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 20:19?
Ayat ini menunjukkan reaksi para pemuka agama saat Yesus menceritakan perumpamaan tentang penggarap kebun anggur yang jahat. Mereka sadar bahwa perumpamaan itu ditujukan kepada mereka, sehingga mereka ingin menangkap Yesus, tetapi mereka takut kepada orang banyak yang mengagumi Yesus.
Latar belakang
Perumpamaan yang terlalu tepat sasaran
Para ahli Taurat dan imam kepala sadar perumpamaan itu berbicara tentang mereka. Ini adalah momen kesadaran diri yang harusnya membawa pertobatan — tapi reaksi mereka justru sebaliknya: mereka semakin ingin membunuh Yesus. Yang membuat mereka ragu hanya satu hal: takut pada reaksi massa.
Di mana
Bait Allah, Yerusalem
Halaman luar Bait Allah — suasana mendidih
Kapan
~30 M
Pekan terakhir Yesus
Yang berbicara
Lukas (narator)
Mencatat reaksi para pemimpin yang mengenal diri mereka dalam perumpamaan
Kepada
Pembaca Injil Lukas
Kita yang membaca mendapat informasi tentang motif tersembunyi para pemimpin
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἔγνωσαν
menyadari · perceived
Mengerti, mengenali — mereka paham tanpa penjelasan tambahan
πρὸς αὐτούς
tentang mereka · spoken against them
Ditujukan langsung kepada mereka — tidak bisa dipungkiri atau dihindarkan
ἐφοβήθησαν
takut · feared
Ketakutan yang melumpuhkan — bukan rasa hormat pada Allah tapi pada opini publik
Menyadari tapi kemudian takut — bukan takut pada Allah tapi takut pada massa. Urutan ini mengungkap prioritas mereka yang terbalik.
Tahukah kamu
Takut pada orang banyak sebagai pengekang berulang
Ini setidaknya ketiga kalinya dalam pasal ini para pemimpin ditahan oleh rasa takut pada massa (lihat ayat 6). Satu-satunya yang mencegah mereka bertindak bukan hukum, bukan etika, bukan kebenaran — hanya kalkulasi politik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 20:19
Yohanes 12:42-43
Pola yang sama: lebih takut pada manusia daripada pada Allah
“Namun ada juga banyak orang di antara pemimpin-pemimpin Yahudi yang percaya... sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia daripada kehormatan Allah.”
Galatia 1:10
Kontras: Paulus memilih takut pada Allah, bukan manusia
“Jadi, apakah aku sekarang mencari kesukaan manusia atau kesukaan Allah?... Sekiranya aku masih mau mencari kesukaan manusia, aku bukan hamba Kristus.”
Lukas 22:2
Motif yang sama berulang beberapa hari kemudian
“Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 20:19
✕ Sering dikira
Para pemimpin tidak mengerti perumpamaan Yesus ditujukan kepada mereka
✓ Yang sebenarnya
Mereka sangat paham — reaksi ingin menangkap Yesus adalah bukti mereka mengerti
✕ Sering dikira
Rasa takut pada massa itu baik karena mencegah kejahatan sementara
✓ Yang sebenarnya
Mereka tidak berubah — mereka hanya menunggu waktu yang tepat ketika massa tidak melihat (malam hari, seperti di pasal 22)
Renungan
Renungan Singkat Lukas 20:19
Ketika kita mendengar kebenaran yang tajam, kita mungkin merasa tidak nyaman. Reaksi yang benar adalah bertobat, bukan menolak atau mencari cara untuk membungkam suara kebenaran.
Tuhan, berikan aku kerendahan hati untuk menerima teguran-Mu dan keberanian untuk bertobat, Amin.