Tegur, lalu ampuni — setiap kali
Lukas 17:3
Pengampunan, Iman, dan Kedatangan Anak Manusia
“Waspadalah! Jika saudaramu berbuat dosa terhadap kamu, tegurlah dia; jika ia menyesali dosanya, ampunilah dia.”Lukas 17:3 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.”Lukas 17:3 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab itu, waspadalah! Kalau saudaramu berdosa, tegurlah dia. Kalau ia menyesal, ampunilah dia.”Lukas 17:3 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Karena itu berhati-hatilah! Jangan sampai kalian melakukan hal seperti itu!“Kalau saudaramu seiman bersalah kepadamu, tegurlah dia. Kalau dia menyesali kesalahannya, maafkanlah dia.”Lukas 17:3 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Take heed to yourselves: If thy brother trespass against thee, rebuke him; and if he repent, forgive him.”Lukas 17:3 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 17:3?
Yesus mengajarkan tentang pentingnya menegur sesama yang bersalah, tetapi juga mengampuni ketika mereka menyesal. Ini adalah panduan untuk menjaga hubungan yang sehat dalam komunitas, dengan keseimbangan antara kejujuran dan kasih.
Latar belakang
Waspada, tegur, dan ampuni — tiga langkah konkret
Yesus memberikan instruksi praktis untuk hidup bersama dalam komunitas. Bukan mengabaikan dosa, bukan juga menghukum tanpa ampun. Modelnya adalah: pertama waspada (perhatikan), lalu tegur langsung, dan kalau dia menyesal — ampuni. Sederhana tapi tidak mudah.
Di mana
Perjalanan menuju Yerusalem, wilayah Galilea–Samaria
Di jalan, Yesus mengajarkan cara mengelola konflik dalam komunitas
Kapan
~30 M
Pelayanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Galilea, dalam perjalanan ke Yerusalem
Kepada
Para murid
Kelompok inti pengikut Yesus yang mendengarkan ajaran-Nya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐπιτίμησον
epitimēson · rebuke
tegur dengan otoritas — bukan sekadar mengeluh, tapi menyatakan langsung
μετανοήσῃ
metanoēsē · repents
berubah pikiran — metanoia, berbalik arah secara total
ἄφες
aphes · forgive
bebaskan, lepaskan — bukan hanya melupakan tapi melepaskan tuntutan
Teguran (epitimēson) tanpa pengampunan (aphes) adalah kekejaman. Pengampunan tanpa teguran adalah kelemahan. Yesus menyandingkan keduanya: tegur dulu, lalu bebaskan ketika ada pertobatan (metanoia).
Tahukah kamu
Menegur saudara adalah tanda peduli, bukan musuhan
Di tradisi Yahudi, ada konsep 'tochachah' (teguran dari kasih) — membiarkan saudara terus berdosa tanpa ditegur justru dianggap tidak peduli. Yesus meneruskan nilai ini: menegur adalah bentuk kasih, bukan serangan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 17:3
Imamat 19:17
Akar Perjanjian Lama tentang menegur saudara dari kasih
“Jangan membenci saudaramu dalam hatimu, tegurlah dia dengan terus terang supaya kamu tidak turut menanggung dosanya.”
Matius 18:15
Paralel langsung instruksi menegur saudara
“Jika saudaramu berbuat dosa, pergilah dan tegurlah dia di antara kamu berdua saja.”
Galatia 6:1
Paulus meneruskan prinsip pemulihan dalam komunitas
“Apabila seseorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, kamu yang rohani harus memulihkan orang itu dalam roh lemah lembut.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 17:3
✕ Sering dikira
Kita harus langsung mengampuni tanpa perlu menegur dulu
✓ Yang sebenarnya
Yesus memerintahkan teguran dulu — pengampunan merespons pertobatan, bukan menggantikannya
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa tidak ada pengampunan tanpa permintaan maaf verbal
✓ Yang sebenarnya
Teguran membuka jalan bagi pertobatan; konteksnya komunitas dekat, bukan aturan kaku untuk setiap situasi
Renungan
Renungan Singkat Lukas 17:3
Jika ada teman yang berbuat salah, tegurlah dengan penuh kasih, bukan dengan menghakimi. Dan ketika mereka meminta maaf, berikan pengampunan dengan tulus, tanpa menyimpan dendam.
Tuhan, berikan saya keberanian untuk menegur dengan kasih dan hati yang mau mengampuni seperti Engkau mengampuni saya. Amin.