Hanya orang asing ini yang memuliakan Allah
Lukas 17:18
Pengampunan, Iman, dan Kedatangan Anak Manusia
“Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?”Lukas 17:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"”Lukas 17:18 · TB
Terjemahan Baru
“Mengapa hanya orang asing ini yang kembali mengucap terima kasih kepada Allah?"”Lukas 17:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sungguh menyedihkan! Hanya orang bukan Yahudi ini yang kembali untuk bersyukur kepada Allah.””Lukas 17:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“There are not found that returned to give glory to God, save this stranger.”Lukas 17:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 17:18?
Yesus menegaskan bahwa hanya orang asing, yaitu Samaria itu, yang kembali untuk memuliakan Allah. Ini menjadi kritik terhadap mereka yang seharusnya lebih mengenal Allah tapi tidak menunjukkan iman yang benar.
Latar belakang
Kontras yang menyakitkan: orang luar lebih responsif dari orang dalam
Yesus mengidentifikasi orang ini sebagai 'orang asing' — terjemahan dari kata yang berarti 'bangsa lain.' Ini kontras yang pahit: yang diharapkan kembali adalah orang Yahudi, yang malah tidak kembali. Yang kembali adalah orang Samaria yang secara keagamaan dianggap penyimpang. Pola ini muncul berkali-kali dalam pengajaran Yesus.
Di mana
Di jalan antara desa dan tempat Yesus
Yesus berbicara setelah orang Samaria itu bersujud
Kapan
~30 M
Pelayanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Galilea yang baru saja menyembuhkan sepuluh orang kusta
Kepada
Orang Samaria dan para murid
Yang hadir menyaksikan kejadian ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἀλλογενής
allogenēs · foreigner
orang asing, bukan dari bangsa yang sama — kata yang sangat kuat dalam konteks Yahudi
δοῦναι δόξαν
dounai doxan · give glory
memberi kemuliaan — ekspresi pengakuan bahwa Allah adalah sumber
εἰ μὴ
ei mē · except
kecuali — penekanan yang menyoroti keunikan respons si Samaria
Allogenēs (orang asing) adalah kata yang muncul hanya sekali dalam seluruh Perjanjian Baru — di sini. Yesus memilih kata yang paling kuat untuk menyoroti ironi: yang paling 'jauh' justru yang paling dekat dalam respons imannya.
Tahukah kamu
Yesus memakai orang Samaria sebagai contoh positif setidaknya dua kali
Dalam Injil Lukas saja, orang Samaria muncul sebagai contoh positif dua kali: dalam perumpamaan orang Samaria yang baik hati (Lukas 10) dan di sini. Ini bukan kebetulan — Yesus sengaja menantang asumsi pendengar-Nya tentang siapa yang 'benar' di hadapan Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 17:18
Lukas 4:27
Pola orang luar yang responsif lebih dari orang dalam — sudah ada sejak zaman Elisa
“Banyak orang sakit kusta di Israel pada zaman nabi Elisa, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan selain Naaman, orang Siria itu.”
Matius 8:10
Yesus juga memuji iman perwira Romawi melebihi Israel
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.”
Kisah Para Rasul 10:34–35
Prinsip yang Petrus akhirnya pahami setelah Pentakosta
“Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 17:18
✕ Sering dikira
Orang Yahudi yang sembilan itu sengaja tidak bersyukur karena arogan
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak mengatakan motif mereka — mereka mungkin pergi ke imam karena patuh pada perintah Yesus; yang Yesus soroti adalah ketidakhadiran syukur, bukan niat buruk
✕ Sering dikira
Yesus memuji orang Samaria karena bangsa Samaria lebih baik dari bangsa Yahudi
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak membuat pernyataan tentang superioritas etnis — Dia menyoroti ironi bahwa responsivitas syukur tidak mengikuti asumsi agama atau etnis
Renungan
Renungan Singkat Lukas 17:18
Iman yang sejati tidak diukur dari status keagamaan, tetapi dari respons hati yang penuh syukur dan kemuliaan bagi Allah.
Bapa, jauhkan kami dari sikap mengabaikan-Mu; jadikan kami pribadi yang selalu memuliakan-Mu dalam segala hal. Amin.