Anak sulung pulang dari ladang mendengar suara pesta
Lukas 15:25
Tiga Perumpamaan tentang yang Hilang
““Waktu itu, si anak sulung sedang berada di ladang, dan ketika ia sudah berada di dekat rumahnya, ia mendengar suara musik dan tari-tarian.”Lukas 15:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.”Lukas 15:25 · TB
Terjemahan Baru
“Sementara itu, anak yang sulung ada di ladang. Ketika ia pulang dan sampai di dekat rumah, ia mendengar suara musik dan tari-tarian.”Lukas 15:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Sementara itu, anaknya yang sulung sedang bekerja di ladang. Ketika dia pulang dan sudah dekat rumah, dia mendengar suara musik dan gaduhnya orang menari.”Lukas 15:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now his elder son was in the field: and as he came and drew nigh to the house, he heard musick and dancing.”Lukas 15:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 15:25?
Anak sulung sedang bekerja di ladang dan ketika pulang, dia mendengar suara pesta dari rumahnya. Ini menunjukkan bahwa dia tidak tahu apa yang terjadi, dan keterkejutannya menjadi titik awal konflik dengan ayahnya tentang penerimaan kembali adiknya.
Latar belakang
Setengah kisah yang sering dilupakan
Banyak orang membaca perumpamaan ini sebagai kisah anak bungsu yang bertobat. Tapi Yesus menghabiskan setengah ayat terakhir (ay. 25-32) untuk anak sulung. Ini bukan epilog — ini adalah cermin untuk Farisi. Anak sulung mewakili mereka yang 'selalu ada', taat, dan sekarang marah melihat pendosa disambut meriah.
Di mana
Ladang dan pintu rumah ayah (dalam perumpamaan)
Anak sulung melihat dan mendengar dari luar, belum masuk
Kapan
~29 M
Pelayanan akhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Nazaret, sedang dalam perjalanan ke Yerusalem
Kepada
Farisi, ahli Taurat, dan para pendosa
kerumunan campuran yang sama-sama mendengar
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
συμφωνίας
symphōnias · music
Musik — dari sym (bersama) + phōnē (suara). Ensembel musik, bukan sekadar satu instrumen.
χορῶν
chorōn · dancing
Tari-tarian — perayaan fisik yang ekspresif, bukan acara formal.
υἱὸς αὐτοῦ ὁ πρεσβύτερος
hyios autou ho presbyteros · elder son
Anak sulungnya — presbyteros juga berarti 'yang lebih tua/yang dihormati'. Ini tokoh baru yang punya posisi penting.
Anak sulung mendengar pesta dari luar — belum masuk, belum tahu alasannya. Posisi 'di luar' ini akan menjadi tema penting: ia yang seharusnya paling dekat dengan rumah ayahnya justru berdiri di luar.
Tahukah kamu
Di ladang saat adik pulang
Detail bahwa anak sulung 'di ladang' penting: ia sedang bekerja saat adiknya disambut. Ini bukan kebetulan — Lukas menempatkannya di ladang (bekerja keras, setia) tepat saat adik yang baru pulang dari ladang babi langsung mendapat jubah dan pesta. Kontras yang dirasakan anak sulung ini nyata dan manusiawi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 15:25
Lukas 15:7
sukacita yang belum bisa dinikmati anak sulung
“ada sukacita yang lebih besar di surga atas 1 orang berdosa yang bertobat”
Matius 20:11-12
kemarahan tentang perlakuan yang dianggap tidak adil
“mereka menggerutu kepada tuan tanah itu, katanya, 'Orang-orang yang terakhir ini hanya bekerja satu jam...'”
Yunus 4:1
nabi yang marah pada anugerah Allah kepada orang yang tidak layak
“Hal itu sangat mengesalkan hati Yunus dan ia marah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 15:25
✕ Sering dikira
Anak sulung tidak penting dalam cerita ini — ia hanya pemanis akhir
✓ Yang sebenarnya
Anak sulung adalah jawaban langsung Yesus kepada Farisi yang menggerutu di ayat 2. Ia bukan pemanis — ia cermin.
✕ Sering dikira
Anak sulung seharusnya langsung senang tanpa perlu tanya-tanya
✓ Yang sebenarnya
Reaksinya sangat manusiawi — ia tidak tahu apa yang terjadi, ia capek bekerja, dan ia mendengar pesta dari luar. Pertanyaannya wajar.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 15:25
Saat kita sibuk dengan rutinitas, kita bisa melewatkan momen penting dalam keluarga atau komunitas. Jangan biarkan kesibukan membuat kita tidak peka terhadap sukacita orang lain.
Tuhan, bukalah mataku untuk melihat sukacita di sekitarku, meskipun aku sibuk dengan tugasku. Amin.