Seorang tamu memotong dengan komentar rohani
Lukas 14:15
Tamu, Tempat, dan Undangan Kerajaan
“Ketika salah seorang yang makan bersama-Nya mendengar perkataan-perkataan ini, orang itu berkata kepada-Nya, “Diberkatilah orang yang akan makan roti di dalam Kerajaan Allah.””Lukas 14:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."”Lukas 14:15 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu salah seorang yang makan bersama-sama di situ mendengar perkataan Yesus, ia berkata, "Untung sekali orang yang akan makan bersama dengan Allah apabila Ia datang sebagai Raja!"”Lukas 14:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mendengar itu, salah satu tamu yang duduk makan di situ berkata kepada Yesus, “Sungguh diberkati Allah setiap orang yang nanti diundang ke pesta besar di kerajaan Allah pada permulaan zaman baru!””Lukas 14:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when one of them that sat at meat with him heard these things, he said unto him, Blessed is he that shall eat bread in the kingdom of God.”Lukas 14:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 14:15?
Salah seorang tamu yang mendengar pengajaran Yesus merespons dengan pernyataan berkat bagi orang yang akan makan roti di Kerajaan Allah. Ini menunjukkan keinginan untuk bagian dalam berkat masa depan, tetapi mungkin masih terfokus pada kenyamanan, belum memahami syarat mengikut Yesus.
Latar belakang
Komentar yang terkesan saleh tapi mungkin menghindar
Seorang tamu memotong dengan kalimat yang terdengar rohani: 'Diberkatilah orang yang akan makan roti di Kerajaan Allah.' Mungkin ini ungkapan tulus. Atau mungkin ini cara menghindari implikasi praktis dari pengajaran Yesus — lari ke bahasa akhirat supaya tidak perlu menghadapi tantangan sekarang.
Di mana
Rumah pemimpin orang Farisi
Di meja makan, setelah pengajaran Yesus tentang kemurahan hati
Kapan
~30 M
Perjalanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Seorang tamu tak bernama
salah satu yang makan bersama Yesus di rumah pemimpin Farisi
Kepada
Yesus dan para tamu lain
orang-orang yang hadir di perjamuan makan pemimpin Farisi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
μακάριος
makarios · diberkatilah
Berbahagia, diberkati — kata yang sama dengan Beatitudes; ekspresi kebahagiaan mendalam.
φάγεται ἄρτον
phagetai arton · makan roti
Makan roti — idiom untuk perjamuan dan persekutuan; dalam konteks Kerajaan Allah ini adalah gambaran eskatologis.
ἐν τῇ βασιλείᾳ τοῦ θεοῦ
en tē basileia tou theou · Kerajaan Allah
Di dalam kerajaan Allah — konteks eskatologis yang kuat, merujuk pada zaman yang akan datang.
Tamu itu mengangkat topik ke level akhirat. Yesus tidak membantah — tapi justru menjawab dengan perumpamaan yang membawa topik itu kembali ke sini dan sekarang.
Tahukah kamu
Perjamuan mesianik sebagai pengharapan Yahudi
Salah satu gambaran populer tentang akhir zaman dalam tradisi Yahudi adalah 'jamuan mesianik' — perjamuan besar yang diadakan oleh Mesias bagi umat-Nya. Komentar tamu ini mencerminkan pengharapan eskatologis ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 14:15
Yesaya 25:6
gambaran perjamuan mesianik di Perjanjian Lama
“Di gunung ini Tuhan semesta alam akan menyediakan bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk.”
Wahyu 19:9
perjamuan akhir zaman dalam Wahyu
“Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.”
Lukas 22:30
Yesus sendiri menjanjikan perjamuan di Kerajaan-Nya
“Supaya kamu makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 14:15
✕ Sering dikira
Komentar tamu ini adalah respons yang tepat dan disetujui Yesus
✓ Yang sebenarnya
Yesus tidak memuji komentar itu — Ia justru merespons dengan perumpamaan yang menantang siapa yang benar-benar akan hadir.
✕ Sering dikira
Pernyataan ini membuktikan tamu itu adalah orang percaya yang sungguh
✓ Yang sebenarnya
Identitas spiritualnya tidak diungkap; yang penting adalah bagaimana Yesus merespons dengan memperluas topiknya.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 14:15
Pernyataan ini mungkin seperti kita yang berkata, 'Alangkah bahagianya orang yang masuk surga.' Namun, Yesus mengajak kita untuk juga bertindak: bukankah kita harus mengambil bagian dalam undangan-Nya sekarang? Mari kita jangan hanya menunggu berkat masa depan, tapi aktif merespons panggilan-Nya hari ini.
Tuhan, aku rindu menjadi bagian dari perjamuan-Mu. Buka mataku untuk memahami undangan-Mu dan meresponsnya dengan hidup yang setia. Amin.