Satu-satunya yang layak ditakuti
Lukas 12:5
Jangan Takut, Jangan Khawatir
“Namun, Aku akan mengingatkanmu tentang siapa yang harus kamu takuti; takutlah kepada Dia, yang setelah membunuh, juga berkuasa melemparkan kamu ke dalam neraka. Ya, Dialah yang harus kamu takuti.”Lukas 12:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!”Lukas 12:5 · TB
Terjemahan Baru
“Baiklah Kutunjukkan kepadamu siapa yang harus kalian takuti. Takutlah kepada Allah! Sebab sesudah membunuh, Ia berkuasa juga membuang ke dalam neraka! Percayalah, Dialah yang harus kalian takuti.”Lukas 12:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi Aku beritahukan kepada siapa seharusnya kalian takut: Takut dan hormatlah kepada Allah. Karena Dia bukan hanya bisa membunuh tubuhmu, tetapi juga berkuasa untuk melemparkan jiwamu ke dalam neraka. Ya, Dialah yang seharusnya kamu takuti dan hormati!”Lukas 12:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But I will forewarn you whom ye shall fear: Fear him, which after he hath killed hath power to cast into hell; yea, I say unto you, Fear him.”Lukas 12:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 12:5?
Yesus mengingatkan bahwa kita harus takut kepada Allah, yang memiliki kuasa untuk menghukum setelah kematian. Ini bukan berarti takut yang membuat kita lari, tetapi hormat dan kagum yang mengarah pada ketaatan, karena Allah adalah hakim yang adil.
Latar belakang
Takut yang benar vs takut yang salah
Yesus tidak mengatakan 'jangan takut sama sekali'. Ia mengatakan takutlah pada yang tepat. Ada ketakutan yang bijak dan ada yang sia-sia. Ketakutan pada manusia yang bisa membunuh tubuh adalah sia-sia dibanding ketakutan kepada Allah yang memegang nasib kekal seseorang.
Di mana
Galilea atau perjalanan menuju Yerusalem
Pengajaran di tengah kerumunan besar
Kapan
~29-30 M
Pelayanan Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Guru dari Galilea, mengajarkan rasa takut yang tepat sasaran
Kepada
Para murid
kelompok inti yang akan menghadapi tekanan dan penganiayaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
φοβήθητε
phobēthēte · takuti
Takutlah — perintah aktif, bukan sekadar saran. Ada objek ketakutan yang spesifik dan tepat.
γέενναν
geennan · neraka
Gehenna — lembah Hinnom di Yerusalem, simbol kehancuran dan penghakiman terakhir.
ἐξουσίαν
exousian · berkuasa
Otoritas, wewenang penuh — Allah punya kuasa atas seluruh keberadaan, bukan hanya bagian fisiknya.
Yesus mendefinisikan ulang ketakutan yang benar: bukan refleks emosional terhadap ancaman manusia, tapi pengakuan sadar terhadap kewenangan mutlak Allah atas seluruh keberadaan.
Tahukah kamu
Gehenna — bukan sekadar 'neraka'
Kata 'neraka' di sini adalah 'Gehenna' — nama lembah di selatan Yerusalem (Ge-Hinnom) yang pernah menjadi tempat pengorbanan anak dan kemudian jadi tempat pembuangan sampah yang terus membara. Pendengar Yesus sangat familiar dengan tempat ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 12:5
Amsal 1:7
takut yang benar sebagai dasar hikmat
“Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.”
Matius 10:28
paralel langsung dengan ayat ini
“Takutlah kepada Dia yang dapat membinasakan baik jiwa maupun tubuh di neraka.”
Ibrani 10:31
ketakutan yang tepat terhadap Allah
“Sungguh mengerikan jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 12:5
✕ Sering dikira
Yesus mengajarkan bahwa Allah adalah sosok menakutkan yang harus kita jauhi
✓ Yang sebenarnya
Takut akan Allah bukan berarti kabur dari-Nya — justru sebaliknya. Ayat berikutnya langsung bicara tentang betapa Allah memperhatikan hingga helai rambut kita.
✕ Sering dikira
Neraka di sini hanya metafora tanpa dimensi nyata
✓ Yang sebenarnya
Yesus memakai 'Gehenna' yang dikenal pendengarnya sebagai tempat nyata dan mengerikan — bukan sekadar ilustrasi puitis.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 12:5
Bangun rasa hormat yang sehat kepada Allah. Biarkan kekaguman akan keadilan-Nya memotivasi kita untuk hidup sesuai kehendak-Nya.
Bapa, tanamkan dalam hatiku hormat yang mendalam kepada-Mu, sehingga aku hidup dalam ketaatan. Amin.