Yang lapar dikenyangkan, yang kaya diusir kosong
Lukas 1:53
Pujian Maria untuk Allah
“Ia telah mengenyangkan orang yang lapar dengan kebaikan, tetapi mengusir orang kaya pergi dengan tangan kosong.”Lukas 1:53 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;”Lukas 1:53 · TB
Terjemahan Baru
“Orang lapar dipuaskan-Nya dengan segala kebaikan, si kaya diusir dengan hampa.”Lukas 1:53 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Allah pernah memberi makanan yang enak kepada orang-orang lapar sampai kenyang, tetapi Dia menyuruh orang-orang kaya pergi dengan tangan kosong.”Lukas 1:53 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“He hath filled the hungry with good things; and the rich he hath sent empty away.”Lukas 1:53 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Lukas 1:53?
Ayat ini menggambarkan kepedulian Allah terhadap orang yang lapar dan miskin: Dia mengenyangkan mereka dengan kebaikan, tetapi mengusir orang kaya yang sombong dengan tangan kosong. Ini menunjukkan bahwa Allah memperhatikan kebutuhan fisik dan rohani, dan membalikkan keadaan orang yang menderita, sementara orang yang mencukupkan diri dihukum.
Latar belakang
Meja yang dibalik
Ayat ini paling jelas dalam hal ekonomi dan sosial: yang lapar dikenyangkan dengan kebaikan, orang kaya diusir dengan tangan kosong. Ini bukan pesan anti-kekayaan secara umum — tapi tentang mereka yang mengandalkan kekayaannya sebagai keamanan tertinggi, versus yang menyadari ketergantungannya pada Allah.
Di mana
Rumah Zakharia, perbukitan Yudea
Magnificat tentang pembalikan tatanan ekonomi
Kapan
~6 SM
Masa persiapan kedatangan Mesias
Yang berbicara
Maria
gadis yang memuji Allah yang membalikkan tatanan ekonomi
Kepada
Elisabet dan Allah
hadirin pujian Maria
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐνέπλησεν
eneplēsen · mengenyangkan
Memenuhi hingga kenyang, memuaskan — dari kata yang sama dengan 'penuh'.
πεινῶντας
peinōntas · lapar
Yang sedang kelaparan, yang kekurangan — bukan hanya lapar spiritual, tapi lapar nyata.
κενοὺς
kenous · tangan kosong
Kosong, hampa — kondisi orang kaya yang pergi tanpa apa-apa.
Kontras yang tajam: penuh (emplēsen) versus kosong (kenous). Yang lapar diisi penuh, yang kaya pergi kosong. Yang menentukan bukan kondisi material tapi orientasi hati — apakah seseorang datang dengan kebutuhan atau dengan tangan penuh andalan diri sendiri.
Tahukah kamu
Konteks ekonomi di zaman Herodes Agung
Zaman Herodes Agung terkenal dengan ketimpangan ekonomi yang ekstrem. Proyek-proyek megah Herodes (termasuk Bait Allah baru yang mewah) dibiayai dengan pajak berat dari rakyat jelata. Maria menyanyikan ini di tengah konteks itu — bukan kata-kata abstrak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Lukas 1:53
Mazmur 107:9
Allah mengenyangkan yang lapar
“Karena Ia memuaskan jiwa yang haus, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.”
Lukas 6:21
ucapan bahagia yang selaras
“Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan.”
Lukas 16:25
pembalikan nasib
“...pada waktu hidupmu engkau telah menerima segala yang baik...sedangkan Lazarus segala yang buruk.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Lukas 1:53
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti Allah akan memiskinkan semua orang kaya secara otomatis
✓ Yang sebenarnya
Kunci ayat ini bukan soal berapa banyak harta yang dimiliki, tapi sikap hati — yang 'orang kaya' di sini adalah yang mengandalkan kekayaan sebagai pengganti ketergantungan pada Allah.
✕ Sering dikira
'Kebaikan' hanya berarti makanan jasmani
✓ Yang sebenarnya
Kata agathon (kebaikan) mencakup semua hal yang baik dan benar — kebaikan material dan spiritual sekaligus.
Renungan
Renungan Singkat Lukas 1:53
Allah peduli pada orang yang lapar dan membutuhkan. Kita dipanggil untuk menjadi tangan dan kaki-Nya dalam memberi makan dan membantu sesama yang kekurangan. Mari kita tidak egois dengan berkat yang kita miliki, tetapi bermurah hati kepada yang membutuhkan.
Tuhan, mampukan aku untuk berbagi dengan mereka yang lapar dan membutuhkan, dan ingatkan aku bahwa Engkau adalah sumber segala kebaikan. Amin.