Hak Memilih yang Diabaikan
Kisah Para Rasul 5:4
Dusta, Mujizat, dan Keberanian Rasul
“Ketika belum dijual, bukankah tanah itu tetap milikmu? Dan, setelah terjual, bukankah tanah itu ada di bawah kuasamu? Mengapa kamu memikirkan perbuatan ini di dalam hatimu? Kamu bukan berbohong kepada manusia, melainkan kepada Allah.””Kisah Para Rasul 5:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah."”Kisah Para Rasul 5:4 · TB
Terjemahan Baru
“Tanah itu engkau punya sebelum engkau menjualnya. Dan sesudah tanah itu dijual pun, uangnya masih engkau punya juga. Jadi mengapa ada maksud di dalam hatimu untuk berbuat yang seperti itu? Bukan manusia yang engkau dustai tetapi Allah!"”Kisah Para Rasul 5:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sebelum kamu menjualnya, tanah itu memang milikmu. Dan sesudah kamu menjualnya, uang tanah itu tetaplah milikmu. Kenapa kamu merencanakan kejahatan ini dalam hatimu?! Kamu bukan hanya berusaha menipu kami, tetapi menipu Allah juga!””Kisah Para Rasul 5:4 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Whiles it remained, was it not thine own? and after it was sold, was it not in thine own power? why hast thou conceived this thing in thine heart? thou hast not lied unto men, but unto God.”Kisah Para Rasul 5:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 5:4?
Petrus menjelaskan bahwa tanah itu milik Ananias sepenuhnya, dan setelah dijual, uangnya pun di bawah kuasanya. Tidak ada kewajiban untuk memberikan semuanya. Dosa Ananias bukan karena menahan, tetapi karena berbohong dengan pura-pura memberi semuanya. Allah tidak memaksa kita memberi, tetapi Dia melihat ketulusan hati.
Latar belakang
Kebebasan yang Tak Dipakai dengan Jujur
Petrus menegaskan bahwa Ananias punya hak penuh atas tanahnya sebelum dijual, dan atas uang hasil penjualannya sesudah dijual. Tidak ada paksaan komunal. Kejahatannya bukan pada pilihan memisahkan sebagian, tapi pada keputusan untuk berbohong tentang apa yang ia lakukan.
Di mana
Yerusalem
Pertemuan jemaat, di hadapan para rasul
Kapan
~30 M
Gereja mula-mula terbentuk
Yang berbicara
Petrus
Rasul utama, mantan nelayan dari Galilea
Kepada
Ananias
Anggota jemaat Yerusalem yang berbohong
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἔμενεν
tetap · remained
Imperfek — menggambarkan kondisi yang berlangsung terus sebelum dijual
ἐξουσίᾳ
kuasamu · authority
Otoritas penuh, hak legal untuk mengelola sesuatu
ἐψεύσω
berbohong · lied
Aorist — tindakan yang sudah terjadi dan tidak bisa diulang
Petrus membangun argumen logis: kamu punya kuasa penuh (ἐξουσίᾳ) atas harta itu, jadi dosa yang kamu lakukan adalah pilihan sadar untuk berbohong (ἐψεύσω), bukan keterpaksaan.
Tahukah kamu
Komunisme Paksa? Tidak.
Beberapa orang membaca Kisah Para Rasul 4-5 sebagai bentuk komunisme wajib, tapi ayat ini menghancurkan tafsiran itu. Kepemilikan pribadi diakui dan dihormati — yang dikecam adalah kebohongan, bukan kepemilikan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 5:4
1 Korintus 9:7
Hak kepemilikan pribadi diakui dalam Perjanjian Baru
“Siapa yang pernah berperang atas biayanya sendiri? Siapa yang menanam kebun anggur dan tidak makan hasilnya?”
Amsal 12:22
Kebohongan yang disengaja adalah kekejian
“Bibir yang bohong adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi orang yang berlaku setia disukai-Nya.”
Roma 14:12
Setiap orang bertanggung jawab atas pilihannya sendiri
“Jadi setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 5:4
✕ Sering dikira
Komunitas gereja mula-mula mengharuskan semua anggota menjual harta
✓ Yang sebenarnya
Petrus tegas bahwa penjualan bersifat sukarela dan uang itu tetap milik Ananias
✕ Sering dikira
Dosa Ananias adalah keserakahan karena menyimpan uang
✓ Yang sebenarnya
Dosanya adalah berbohong kepada Allah — menyatakan sesuatu yang tidak benar
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 5:4
Tuhan tidak menuntut kita memberikan segalanya, tetapi Dia menghargai pemberian yang jujur. Jangan merasa terpaksa memberi; berikanlah dengan sukacita sesuai kemampuanmu.
Tuhan, ajari aku memberi tanpa paksaan, dengan hati yang tulus dan penuh syukur. Amin.