Doa yang dimulai dengan siapa Allah itu
Kisah Para Rasul 4:24
Ditangkap, Tapi Tak Bisa Dibungkam
“Dan, ketika teman-temannya itu mendengarnya, mereka mengangkat suara mereka kepada Allah dengan sehati dan berkata, “Ya Tuhan, Engkaulah yang telah menjadikan langit, bumi, laut, dan segala isinya,”Kisah Para Rasul 4:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.”Kisah Para Rasul 4:24 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah kawan-kawan mereka itu mendengar itu, mereka bersama-sama berdoa dengan sehati kepada Allah. Mereka berkata, "Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi dan laut dengan segala isinya.”Kisah Para Rasul 4:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Waktu orang-orang percaya mendengarnya, mereka semua bersatu hati berdoa kepada Allah, “Ya TUHAN Yang Mahakuasa, Engkaulah Allah yang menjadikan langit, bumi, laut, dan segala isinya.”Kisah Para Rasul 4:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And when they heard that, they lifted up their voice to God with one accord, and said, Lord, thou art God, which hast made heaven, and earth, and the sea, and all that in them is:”Kisah Para Rasul 4:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 4:24?
Mendengar laporan Petrus dan Yohanes, orang-orang percaya bersama-sama mengangkat suara kepada Allah dengan sehati. Mereka mengakui kebesaran Allah sebagai Pencipta langit, bumi, laut, dan segala isinya, menunjukkan bahwa mereka percaya Allah berkuasa atas segala situasi.
Latar belakang
Doa mereka dimulai dengan siapa Allah, bukan apa masalahnya
Setelah mendengar ancaman dari Sanhedrin, jemaat tidak panik atau membahas strategi — mereka berdoa. Dan doa mereka dimulai dengan menegaskan identitas Allah: Engkaulah yang menjadikan langit, bumi, laut, dan segala isinya. Sebelum meminta apapun, mereka mengingatkan diri sendiri tentang siapa yang mereka hadapi.
Di mana
Yerusalem
Tempat pertemuan jemaat — doa bersama setelah laporan Petrus
Kapan
~30 M
Gereja mula-mula di Yerusalem
Yang berbicara
Jemaat mula-mula Yerusalem
Komunitas percaya yang berkumpul setelah mendengar laporan Petrus
Kepada
Allah
Sang Pencipta langit, bumi, laut, dan segala isinya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὁμοθυμαδόν
homothumadon · sehati
satu hati dan jiwa bersama — kata favorit Lukas untuk komunitas yang bersatu
Δέσποτα
Despota · Tuhan
bukan Kyrie (Tuhan biasa) tapi Despotes — Tuan yang punya kuasa absolut atas segalanya
ποιήσας
poiesas · menjadikan
yang telah menciptakan — Allah aktif sebagai pencipta, bukan pengamat
Mereka berdoa homothumadon (satu hati) kepada Despota (Tuan yang berkuasa mutlak) yang poiesas (telah menciptakan) segalanya. Ancaman Sanhedrin tiba-tiba tampak sangat kecil dibanding Allah yang memegang alam semesta.
Tahukah kamu
Frasa ini hampir identik dengan doa Hizkia
Di 2 Raja-raja 19:15, Raja Hizkia berdoa saat diancam Asyur: 'Engkaulah Allah yang esa... yang telah menjadikan langit dan bumi.' Pola yang sama — saat terancam, mulai doa dengan mengakui siapa Allah Pencipta.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 4:24
2 Raja-raja 19:15
doa serupa saat terancam musuh
“Ya Tuhan, Allah Israel, yang bertakhta di atas para kerub, hanya Engkaulah Allah atas segala kerajaan di bumi. Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi.”
Nehemia 9:6
pengakuan Allah Pencipta dalam doa
“Hanya Engkau adalah Tuhan, Engkaulah yang telah menjadikan langit.”
Mazmur 146:6
frasa yang mirip dalam Mazmur
“Yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 4:24
✕ Sering dikira
"Jemaat memulai dengan memuji Allah supaya doanya dikabulkan."
✓ Yang sebenarnya
Ini bukan teknik doa — mereka memang memulai dengan siapa Allah karena itu landasan kepercayaan mereka. Pengenalan akan Allah yang Maha Besar menjadi fondasi sebelum menyampaikan permintaan.
✕ Sering dikira
"Kata Tuhan di sini sama dengan Kyrios yang biasa dipakai."
✓ Yang sebenarnya
Mereka memakai 'Despota' — kata yang lebih kuat, menunjukkan Allah sebagai Tuan yang berkuasa mutlak, bukan sekadar Tuhan yang dihormati.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 4:24
Doa bersama dengan sesama orang percaya memiliki kekuatan yang luar biasa. Ketika menghadapi masalah, ajaklah orang lain untuk berdoa bersama, dan mulai doa itu dengan memfokuskan diri pada kebesaran Tuhan. Ini akan menguatkan iman kita dan menyatukan hati dalam menghadapi tantangan.
Ya Tuhan, Engkau adalah Pencipta semuanya; ajarilah kami untuk selalu bersatu dalam doa dan mengakui kebesaran-Mu, Amin.