Allah dekat — supaya manusia mungkin menyentuh dan menemukan-Nya

Kisah Para Rasul 17:27

Dari Tesalonika ke Atena: Injil Menembus Filsafat

supaya mereka mencari Allah, dan jika memang mungkin mereka dapat menyentuh-Nya dan menemukan-Nya meskipun Dia tidak jauh dari kita masing-masing.

Kisah Para Rasul 17:27 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 17:27?

Allah menciptakan manusia dan mengatur sejarah agar kita mencari Dia. Meskipun Dia tidak jauh dari kita, kita perlu berusaha 'menjangkau' Dia, seperti orang buta meraba-raba untuk menemukan sesuatu. Allah selalu dekat, tetapi kita harus menyadari dan merespons.

Latar belakang

Tujuan penciptaan: supaya manusia mencari dan menemukan Allah

Paulus menyatakan bahwa Allah merancang dunia ini — termasuk musim dan batas wilayah — dengan satu tujuan: supaya manusia mencari Allah. Dan pencarian itu tidak percuma, karena Allah 'tidak jauh dari kita masing-masing'. Ini adalah argumen teleologis yang resonan dengan filsuf Stoa yang percaya logos ilahi meresap dalam segala sesuatu.

Di mana

Areopagus, Atena

Diskusi tentang tujuan keberadaan manusia di hadapan forum intelektual

Kapan

~50 M

Perjalanan misi kedua Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Allah menetapkan tempat dan musim bagi bangsa-bangsa
Allah bahkan lebih dekat dari yang kita duga
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang mempresentasikan Allah Alkitab kepada forum filsafat Atena

F

Kepada

Forum Areopagus Atena

Filsuf yang telah lama mencari prinsip atau 'logos' tertinggi di balik alam semesta

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ζητεῖν

mencari · seek

Pencarian yang aktif dan sungguh-sungguh — bukan menunggu tapi bergerak menemukan

ψηλαφήσειαν

menyentuh · feel

Meraba-raba di kegelapan — gambaran yang jujur tentang keterbatasan pencarian manusia akan Allah

οὐ μακρὰν

tidak jauh · not far

Negasi aktif dari jarak — Allah tidak sedang sembunyi atau berjarak jauh, tapi dekat dan bisa ditemukan

Paulus menggambarkan manusia yang 'meraba-raba' mencari Allah seperti orang buta mencari jalan — dan kabar baiknya adalah Allah tidak sedang menjauh, tapi justru dekat dan bisa ditemukan.

Tahukah kamu

Filsuf Stoa percaya 'logos' meresap di seluruh alam — Paulus menggunakannya sebagai jembatan

Konsep Stoa tentang logos (prinsip ilahi yang mengatur alam) membuat audiens Paulus mudah menangkap argumennya bahwa Allah tidak jauh. Ia berbicara dalam kerangka yang familiar bagi mereka sebelum mengarahkan kepada pribadi Allah yang spesifik.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 17:27

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 17:27

✕  Sering dikira

'Paulus mengajarkan bahwa semua agama dan pencarian spiritual pada akhirnya menuju Allah yang sama'

✓  Yang sebenarnya

Paulus tidak berkata semua pencarian otomatis sampai — ia berkata pencarian itu dimungkinkan karena Allah dekat. Tapi ia juga segera menyebut Allah menuntut pertobatan, menunjukkan ada arah yang benar dan yang salah

✕  Sering dikira

'Kalimat ini berarti manusia bisa menemukan Allah hanya dengan akal budi dan observasi alam'

✓  Yang sebenarnya

Kata 'jika memang mungkin' (ei ara ge) menunjukkan ketidakpastian — pencarian manusia terbatas. Itulah mengapa Paulus datang untuk memberitakan siapa Allah itu

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 17:27

Apakah kita merasa Allah jauh? Sesungguhnya Dia dekat, hanya butuh kesadaran dan niat untuk mencari-Nya. Makan malam ini, cobalah mengucapkan syukur dan mengobrol dengan Allah seolah Dia duduk di sebelahmu.

Tuhan, bukalah mata hati kami untuk menyadari bahwa Engkau tidak jauh dari kami; tarik kami untuk semakin dekat dengan-Mu. Amin.