Jangan sebut najis apa yang Allah tahirkan

Kisah Para Rasul 11:9

Penglihatan yang mengubah segalanya

Akan tetapi, suara itu menjawab untuk kedua kalinya dari langit, ‘Apa yang telah Allah tahirkan, jangan sekali-kali kamu sebut haram!’

Kisah Para Rasul 11:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kisah Para Rasul 11:9?

Suara dari surga menegaskan bahwa apa yang Allah tahirkan tidak boleh disebut haram. Ini adalah pernyataan kunci bahwa Allah berkuasa untuk mengubah status sesuatu, dan bahwa penilaian manusia tidak selalu sama dengan penilaian Allah.

Latar belakang

Bukan Petrus yang menentukan

Suara itu menjawab tegas: yang Allah sudah tahirkan, jangan disebut najis. Kuncinya di kata 'Allah' — keputusan soal bersih atau najis ada di tangan-Nya, bukan Petrus. Ini membalikkan logika kemurnian yang lama.

Di mana

Yope

Penglihatan di atap rumah Simon

Kapan

~37 M

Penegasan ilahi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Petrus menolak
Diulang tiga kali
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Suara surgawi

Suara Tuhan yang menegaskan untuk kedua kali

P

Kepada

Petrus

Rasul yang baru saja menolak perintah

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

ἐκαθάρισεν

ekatharisen · cleansed

telah menahirkan, membersihkan

κοίνου

koinou · common

menyebut najis, menganggap biasa

ἀπεκρίθη

apekrithē · answered

menjawab, menanggapi

'Ekatharisen' (Allah menahirkan) berhadapan dengan 'koinou' (manusia menajiskan) — siapa yang berhak menentukan?

Tahukah kamu

Kata kerjanya 'sudah selesai'

Dalam bahasa Yunani, 'telah Allah tahirkan' berbentuk perfek — sudah dikerjakan, tuntas. Petrus diminta menerima keputusan yang sudah jadi, bukan menawarnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 11:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 11:9

✕  Sering dikira

'Ini hanya membatalkan hukum makanan.'

✓  Yang sebenarnya

Yang sesungguhnya ditahirkan adalah orang — Petrus segera paham itu.

✕  Sering dikira

'Petrus berhak memutuskan apa yang najis.'

✓  Yang sebenarnya

Justru pesannya: kewenangan itu milik Allah, bukan manusia.

Renungan

Renungan Singkat Kisah Para Rasul 11:9

Allah tidak ingin kita menghakimi orang lain berdasarkan standar kita sendiri. Ingatlah bahwa Allah dapat membersihkan dan memakai siapa pun. Kita dipanggil untuk melihat orang lain dengan mata kasih, bukan dengan prasangka.

Bapa, mampukan kami melihat orang lain seperti Engkau melihat mereka, dan jangan biarkan kami menghakimi mereka. Amin.