Perjalanan sejauh satu kilometer dari Bukit Zaitun
Kisah Para Rasul 1:12
Memilih Pengganti Yudas
“Setelah itu, mereka kembali ke Yerusalem dari bukit yang disebut Zaitun, yang berada di dekat Yerusalem, jauhnya seperjalanan Sabat.”Kisah Para Rasul 1:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.”Kisah Para Rasul 1:12 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari Bukit Zaitun. Bukit itu terletak kira-kira satu kilometer jauhnya dari Yerusalem.”Kisah Para Rasul 1:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian para rasul itu kembali dari Bukit Zaitun ke kota Yerusalem, yang jaraknya kira-kira satu kilometer.”Kisah Para Rasul 1:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then returned they unto Jerusalem from the mount called Olivet, which is from Jerusalem a sabbath day’s journey.”Kisah Para Rasul 1:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kisah Para Rasul 1:12?
Para murid kembali ke Yerusalem dari Bukit Zaitun, yang jaraknya seperjalanan Sabat. Ini menunjukkan ketaatan mereka pada perintah Yesus untuk menunggu di Yerusalem dan menjadi dasar bagi persekutuan doa yang selanjutnya.
Latar belakang
Sabat punya batas perjalanan
Lukas menyebut jarak dari Bukit Zaitun ke Yerusalem sebagai 'seperjalanan Sabat'. Hukum Yahudi membatasi perjalanan di hari Sabat sekitar 2000 hasta (sekitar 900 meter). Ini detail yang menunjukkan Lukas teliti secara geografis dan berkaitan dengan kehidupan nyata orang Yahudi.
Di mana
Bukit Zaitun ke Yerusalem
Perjalanan kaki dari Bukit Zaitun kembali ke kota Yerusalem
Kapan
~30 M
Segera setelah kenaikan Yesus
Yang berbicara
Lukas (narator)
Merekam perjalanan para rasul kembali ke Yerusalem
Kepada
Pembaca Lukas
Teofilus dan para pembaca kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
σαββάτου ἔχον ὁδόν
seperjalanan Sabat · Sabbath day's journey
Istilah teknis hukum Yahudi: jarak maksimal yang boleh ditempuh di hari Sabat — sekitar 900 meter.
ὑπέστρεψαν
kembali · returned
Hypostrephō = kembali ke tempat asal. Mereka tidak kabur — mereka taat pada perintah Yesus untuk tinggal di Yerusalem.
καλουμένου
disebut · called
Lukas memberikan nama lokal yang familiar — 'yang disebut Zaitun' — menunjukkan ia seorang penulis yang teliti.
Detail 'seperjalanan Sabat' bukan info tidak penting — ini bukti Lukas menulis laporan yang dapat diverifikasi, bukan cerita rekaan.
Tahukah kamu
Bukit Zaitun ada di mana?
Bukit Zaitun terletak tepat di sebelah timur Yerusalem, dipisahkan oleh lembah Kidron. Dari puncaknya kamu bisa melihat seluruh Yerusalem dan Bait Allah. Yesus sering mengajar di sana dan berdoa di taman Getsemani di lerengnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kisah Para Rasul 1:12
Lukas 19:29
Bukit Zaitun sering disebut Lukas sebagai lokasi penting aktivitas Yesus.
“Dan ketika Yesus dekat Betfage dan Betania, di gunung yang disebut Bukit Zaitun, Ia menyuruh dua orang murid-Nya.”
Zakharia 14:4
Nubuat Zakharia tentang Bukit Zaitun sebagai tempat yang eskatologis penting.
“Pada hari itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur.”
Lukas 21:37
Bukit Zaitun adalah tempat Yesus sering menginap dan berdoa selama di Yerusalem.
“Pada siang hari Ia mengajar di Bait Allah, dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di bukit yang bernama Bukit Zaitun.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kisah Para Rasul 1:12
✕ Sering dikira
'Para rasul pulang ke Galilea setelah kenaikan Yesus.'
✓ Yang sebenarnya
Yesus memerintahkan mereka tinggal di Yerusalem, dan mereka taat — mereka kembali ke kota, bukan ke kampung halaman.
✕ Sering dikira
'Seperjalanan Sabat adalah ungkapan puitis, bukan jarak nyata.'
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah istilah teknis yang tepat dalam hukum Yahudi, menunjukkan Lukas akurat secara geografis.
Renungan
Renungan Singkat Kisah Para Rasul 1:12
Ketaatan adalah langkah pertama dalam melayani Tuhan. Meskipun kadang perintah-Nya tidak masuk akal, ketika kita taat, Dia membuka jalan dan menyediakan berkat.
Ya Tuhan, berikan aku hati yang taat untuk mengikuti perintah-Mu, meski kadang harus menunggu atau berada di tempat yang tidak kusukai. Amin.