Menjadi tembok yang siap

Kidung Agung 8:9

Kesiapan dan Kedamaian

PerikopPengantin Perempuan dan Saudaranya · Kidung Agung 8:8-10 →
“Seandainya dia adalah tembok, kami akan membangun menara perak di atasnya. Namun, seandainya dia adalah pintu, kami akan memalanginya dengan papan-papan kayu aras.”

Kidung Agung 8:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kidung Agung 8:9?

Ayat ini menggunakan metafora tembok dan pintu untuk menggambarkan kesiapan seseorang dalam hubungan. Tembok berarti kuat dan teguh, sedangkan pintu berarti terbuka dan mudah diakses. Jawaban dari kakak-kakaknya menunjukkan bahwa mereka akan memperlakukan adiknya sesuai dengan karakternya.

Latar belakang

Biarkan Aku Menjadi Tembok

Mempelai wanita menjawab bahwa dirinya adalah tembok, kokoh dalam kemurnian, dan buah dadanya seperti menara, tanda kedewasaan dan kesiapan menikah. Karena itu, ia telah mendapat damai sejahtera di mata kekasihnya.

Di mana

Yerusalem

Rumah mempelai, saat berdiskusi

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Diskusi tentang adik
Kebun anggur
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Sang Mempelai Wanita

Wanita muda, ~20 tahun, kini berbicara tentang dirinya

P

Kepada

Para Sahabat / Kekasih

Orang-orang yang mendengarkan pernyataannya

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חוֹמָה

chomah · tembok

Tembok kota; pertahanan

מִגְדָּל

migdal · menara

Menara, benteng yang menjulang

שָׁלוֹם

shalom · damai sejahtera

Kesejahteraan, kesempurnaan, keutuhan

Tembok dan menara adalah simbol kekuatan dan kedewasaan, tetapi hasil akhirnya adalah shalom—keutuhan dan kedamaian yang datang dari kesiapan dan kesetiaan cinta.

Tahukah kamu

Damai sejahtera

Dalam bahasa Ibrani, 'damai sejahtera' adalah 'shalom', yang berarti lebih dari sekadar tidak ada konflik; itu mencakup kelengkapan, kesehatan, dan keharmonisan total.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 8:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kidung Agung 8:9

✕  Sering dikira

Perempuan itu sombong karena menyebut dirinya tembok dan buah dadanya seperti menara.

✓  Yang sebenarnya

Ini pernyataan kesiapan dan harga diri; ia telah menjaga dirinya dan kini menikmati kedamaian.

✕  Sering dikira

Ayat ini membandingkan wanita dengan objek mati (tembok), jadi tidak romantis.

✓  Yang sebenarnya

Ini bahasa puitis Timur Tengah yang justru mengagungkan keteguhan dan kekuatan karakter wanita.

Renungan

Renungan Singkat Kidung Agung 8:9

Karakter kita menentukan bagaimana orang lain memperlakukan kita. Bangunlah karakter yang kuat dan teguh, sehingga kita tidak mudah goyah oleh godaan.

Tuhan, bentuklah karakterku menjadi pribadi yang kuat dan berintegritas, agar aku dapat menjadi teladan bagi orang lain. Amin.