Lima tiang perunggu untuk tirai pintu kemah
Keluaran 36:38
Membangun Rumah Allah
“Untuk tirai ini, dia membuat lima tiang dari kayu akasia dan melapisi ujung-ujung dan penyambung-penyambungnya dengan emas, tetapi lima alasnya dibuat dari perunggu.”Keluaran 36:38 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan kelima tiangnya dengan kaitan untuk tiang itu; disalutlah ujungnya dan penyambung-penyambungnya dengan emas, dan kelima alasnya itu adalah dari tembaga. Keluaran 37.1–7 194”Keluaran 36:38 · TB
Terjemahan Baru
“Untuk kain pintu itu dibuat lima tiang yang dihubungkan dengan kait-kait. Ujung-ujung dan penyambung-penyambung kelima tiang itu dilapisi dengan emas, sedangkan kelima alasnya dibuat dari perunggu.”Keluaran 36:38 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tirai ini digantungkan dengan pengait-pengait emas pada lima tiang kayu akasia. Kelima tiang ini mempunyai dekorasi di ujung atas dan gelang besar sebagai tempat memasang pengait, dan semuanya dilapisi dengan emas. Tiang-tiang ini berdiri di atas lima alas yang dicetak dari perunggu.”Keluaran 36:38 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the five pillars of it with their hooks: and he overlaid their chapiters and their fillets with gold: but their five sockets were of brass.”Keluaran 36:38 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 36:38?
Ayat ini mencatat pembuatan lima tiang kayu akasia untuk menopang tirai pintu Tenda Suci. Tiang-tiang ini dilapisi emas dan memiliki alas perunggu. Mereka menunjukkan kekuatan dan kemuliaan tempat kudus, serta menjadi penopang bagi tirai yang memisahkan ruang suci dari luar.
Latar belakang
Pintu masuk: material yang berbeda dari dalam kemah
Lima tiang untuk tirai pintu dilapisi emas di ujung dan penyambungnya, tapi alasnya dari perunggu — bukan perak seperti alas di dalam kemah. Di sini kita melihat transisi dari dalam ke luar: dari emas ke perak ke perunggu, seiring kita bergerak dari Tempat Maha Kudus ke pintu masuk.
Di mana
Padang Sinai
Area pintu masuk Kemah Suci · sisi timur
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa (narasi)
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Kepada
Para pengrajin Kemah Suci
Yang menyelesaikan rangka pintu masuk kemah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָאשֵׁיהֶם
rashehem · ujung-ujung
Kepala atau ujung atas tiang — bagian yang dilapisi emas
חֲשֻׁקֵיהֶם
chashukeihem · penyambung
Penyambung atau cincin penghubung antar tiang — juga dilapisi emas
נְחֹשֶׁת
nechoshet · perunggu
Perunggu — material yang digunakan untuk alas tiang pintu, menandai transisi ke area luar
Tiang yang ujungnya emas tapi alasnya perunggu adalah simbol yang kuat: bagian atas (terlihat, representatif) menggunakan emas; fondasi (fungsional, di tanah) menggunakan perunggu.
Tahukah kamu
Emas di ujung tapi perunggu di alas
Kombinasi unik ini — ujung tiang emas tapi alas perunggu — mencerminkan posisi pintu masuk sebagai batas antara kemah bagian dalam (emas/perak) dan pelataran luar (perunggu). Ini adalah zona transisi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 36:38
Keluaran 26:37
lima tiang pintu identik
“Untuk tirai ini, kamu harus membuat lima tiang dari kayu akasia.”
Keluaran 38:19
tiang pelataran beralas perunggu
“Empat tiang dan empat alasnya terbuat dari perunggu, kaitan tiang-tiangnya dari perak.”
Wahyu 3:12
tiang dalam Bait Suci Allah
“Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan tiang dalam Bait Suci Allah-Ku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 36:38
✕ Sering dikira
Semua lima tiang dibuat seluruhnya dari emas
✓ Yang sebenarnya
Tiang dari kayu akasia dilapisi emas hanya di ujung dan penyambungnya; alasnya dari perunggu
✕ Sering dikira
Lima tiang ini sama dengan empat tiang tirai pembatas
✓ Yang sebenarnya
Tiang pintu (5 tiang, alas perunggu) berbeda dari tiang tirai pembatas (4 tiang, alas perak)
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 36:38
Lima tiang ini mengajarkan kita tentang pentingnya fondasi yang kokoh. Dalam hidup, kita perlu 'tiang-tiang' iman, seperti doa dan Firman, untuk menopang kita. Perunggu yang kuat mengingatkan kita untuk berdiri tegak dalam tantangan, sementara emas melambangkan nilai kekudusan yang kita bawa.
Bapa, teguhkanlah kami seperti tiang-tiang kudus, agar dapat menopang kebenaran dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.