Bejana perunggu untuk pembasuhan imam
Keluaran 30:18
Tata Cara Ibadah Kemah Suci
““Kamu harus membuat sebuah bejana perunggu untuk membasuh dengan alasnya yang terbuat dari perunggu, dan kamu harus meletakkannya di antara tenda pertemuan dan mazbah, lalu kamu harus memasukkan air ke dalamnya.”Keluaran 30:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Haruslah engkau membuat bejana dan juga alasnya dari tembaga, untuk pembasuhan, dan kautempatkanlah itu antara Kemah Pertemuan dan mezbah, dan kautaruhlah air ke dalamnya.”Keluaran 30:18 · TB
Terjemahan Baru
“"Buatlah sebuah bak dari perunggu dengan alasnya dari perunggu juga. Tempatkan bak itu di antara Kemah dan mezbah, lalu isilah dengan air.”Keluaran 30:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Buatlah bejana air untuk pembasuhan lengkap dengan tumpuannya. Keduanya harus dibuat dari perunggu. Letakkan bejana ini di antara mezbah dan kemah-Ku.”Keluaran 30:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Thou shalt also make a laver of brass, and his foot also of brass, to wash withal: and thou shalt put it between the tabernacle of the congregation and the altar, and thou shalt put water therein.”Keluaran 30:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 30:18?
Bejana pembasuhan ini digunakan oleh para imam untuk mencuci tangan dan kaki sebelum masuk ke tenda pertemuan atau melayani di mazbah. Ini menekankan pentingnya kekudusan dan kesiapan dalam mendekati TUHAN, karena Ia kudus dan menuntut umat-Nya juga hidup kudus.
Latar belakang
Tempat cuci tangan kaki para imam
Allah memerintahkan pembuatan bejana besar dari perunggu beserta alasnya yang juga dari perunggu. Bejana ini diisi air dan diletakkan antara kemah pertemuan dan mezbah korban. Sebelum masuk melayani, setiap imam wajib mencuci tangan dan kaki mereka di sini.
Di mana
Gunung Sinai
Puncak gunung · dalam awan kemuliaan Allah
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel, berbicara kepada Musa di Sinai
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1446 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כִּיּוֹר
kiyyor · bejana
Wadah atau bak air besar — dalam konteks ini adalah tempat air khusus untuk pembasuhan ritual imam.
נְחֹשֶׁת
nechoshet · perunggu
Tembaga atau perunggu — logam yang lebih keras dari emas dan perak, digunakan untuk peralatan di halaman luar kemah.
רָחַץ
rachatz · membasuh
Mencuci atau membersihkan dengan air — tindakan fisik yang secara ritual melambangkan pemurnian rohani.
Kiyyor dari nechoshet yang digunakan untuk rachatz menciptakan ritual pembasuhan yang menjembatani yang fisik dan rohani — kebersihan jasmani imam mencerminkan kemurnian rohani yang dibutuhkan untuk melayani Allah.
Tahukah kamu
Terbuat dari cermin para perempuan
Bejana ini dibuat dari perunggu cermin-cermin milik perempuan yang melayani di pintu kemah pertemuan (Keluaran 38:8). Benda yang tadinya untuk mempercantik diri luar dilebur menjadi tempat pembasuhan — sebuah transformasi simbolis yang indah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 30:18
Keluaran 38:8
asal bahan bejana
“Ia membuat bejana pembasuhan dari tembaga dengan alasnya dari tembaga, dari cermin-cermin perempuan yang melayani di pintu masuk kemah pertemuan.”
Yohanes 13:10
basuh kaki rohani
“Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya..."”
Titus 3:5
pembasuhan rohani dalam PB
“...pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 30:18
✕ Sering dikira
Bejana ini untuk mandi lengkap sebelum bertugas
✓ Yang sebenarnya
Hanya tangan dan kaki yang dicuci — ini adalah ritual pembasuhan khusus, bukan mandi penuh.
✕ Sering dikira
Bejana perunggu ini sama dengan mezbah perunggu
✓ Yang sebenarnya
Mezbah perunggu adalah tempat korban bakaran di halaman, sedangkan bejana perunggu adalah tempat cuci tangan kaki yang berbeda fungsi.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 30:18
Setiap kali kita memasuki saat teduh atau ibadah, kita perlu menyucikan diri—meminta ampun dan melepaskan beban. Jangan sembarangan mendekat kepada TUHAN; persiapkan hati dengan sungguh-sungguh.
Ya TUHAN, ajari aku untuk selalu menyucikan diri sebelum mendekat kepada-Mu, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Amin.