Daging domba penahbisan dimasak di Ruang Kudus
Keluaran 29:31
Ritual Penahbisan Harun dan Anak-anaknya
“Ambillah domba jantan dari penahbisan itu dan rebuslah dagingnya di Ruang Kudus.”Keluaran 29:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Domba jantan persembahan pentahbisan itu haruslah kauambil dan dagingnya kaumasak pada suatu tempat yang kudus.”Keluaran 29:31 · TB
Terjemahan Baru
“Ambillah daging domba jantan yang dipakai dalam upacara pentahbisan Harun dan anak-anaknya dan masaklah daging itu di suatu tempat yang suci.”Keluaran 29:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Dari domba jantan pentahbisan itu, ambillah semua bagian daging yang dikhususkan untuk kalian makan, dan rebuslah daging itu di tempat yang kudus.”Keluaran 29:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thou shalt take the ram of the consecration, and seethe his flesh in the holy place.”Keluaran 29:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 29:31?
Ayat ini memerintahkan agar daging domba jantan penahbisan dimasak di tempat kudus, yaitu di area tenda pertemuan. Ini menegaskan bahwa ritual penahbisan harus dilakukan di tempat yang telah dikuduskan, dan makanan yang terkait dengan ibadah ini harus disiapkan dengan cara yang kudus.
Latar belakang
Daging domba penahbisan harus dimasak di tempat kudus
Daging domba penahbisan yang tersisa setelah bagian-bagian dibakar tidak boleh dibawa keluar untuk dimasak di luar — harus direbus di dalam Ruang Kudus itu sendiri. Lokasi memasak bukan soal kemudahan, tapi soal kekudusan: daging yang kudus harus tetap di lingkungan yang kudus. Ini adalah salah satu aturan yang membedakan makanan kudus dari makanan biasa.
Di mana
Gunung Sinai
Di Ruang Kudus Kemah Suci · daging kudus dimasak di tempat kudus
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Allah (TUHAN)
Allah Israel, berbicara kepada Musa di Sinai
Kepada
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בִּשַּׁל
bishel · rebuslah
Memasak dengan cara merebus — cara memasak yang spesifik untuk daging kudus ini, berbeda dari membakar langsung.
אֶת-בְּשָׂרוֹ
et besaro · dagingnya
Dagingnya — bagian daging yang tidak dibakar di mazbah dan tidak menjadi bagian Musa, disiapkan untuk dimakan imam.
מָקוֹם קָדֹשׁ
maqom qadosh · Ruang Kudus
Tempat yang kudus — area dalam kompleks Kemah Suci yang dikuduskan; daging kudus tidak boleh dibawa keluar dari sini.
Bishel di maqom qadosh — memasak di tempat kudus — menegaskan bahwa kekudusan bukan hanya soal ritual, tapi juga soal di mana dan bagaimana makanan kudus itu disiapkan dan dikonsumsi.
Tahukah kamu
Ada dapur di Kemah Suci dan Bait Suci
Aturan memasak di Ruang Kudus ini menunjukkan bahwa ada fasilitas memasak di dalam kompleks Kemah Suci. Yehezkiel 46:19-24 menggambarkan 'dapur' khusus di Bait Suci untuk memasak persembahan imam — tradisi yang bermula dari aturan ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 29:31
Imamat 8:31
rebus daging penahbisan
“"Kemudian Musa berkata kepada Harun dan anak-anaknya: Rebuslah dagingnya di depan pintu Kemah Pertemuan..."”
Yehezkiel 46:20
dapur imam di Bait Suci
“"...di sinilah para imam harus memasak korban penebus salah dan korban penghapus dosa dan di sinilah mereka harus membakar korban sajian..."”
Imamat 6:26
makan di tempat kudus
“"Imam yang mempersembahkan korban penghapus dosa itu haruslah memakannya; di tempat yang kudus haruslah ia memakannya..."”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 29:31
✕ Sering dikira
Imam bisa membawa daging ini pulang untuk dimakan di rumah
✓ Yang sebenarnya
Daging kudus ini harus dimasak dan dimakan di area Kemah Suci — membawa keluar ke tempat yang tidak kudus adalah pelanggaran.
✕ Sering dikira
Cara memasak (rebus, bakar, goreng) tidak penting
✓ Yang sebenarnya
Allah secara spesifik memerintahkan 'rebuslah' (bishel) — cara memasak adalah bagian dari aturan ritual, bukan pilihan bebas imam.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 29:31
Dalam hidup kita, ada hal-hal yang perlu kita perlakukan secara khusus karena kaitannya dengan Tuhan. Luangkan waktu untuk mempersiapkan ibadah atau saat teduh dengan sungguh-sungguh, bukan asal-asalan.
Tuhan, ajari aku untuk memperlakukan hal-hal yang kudus bagi-Mu dengan hormat dan kesungguhan. Amin.