Darah dibagi dua: mazbah dan umat
Keluaran 24:6
Perjanjian Darah di Sinai
“Musa mengambil setengah dari darah kurban itu dan memasukkannya ke dalam mangkuk-mangkuk, dan setengah darah yang lainnya dipercikkannya di mazbah.”Keluaran 24:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu.”Keluaran 24:6 · TB
Terjemahan Baru
“Sebagian dari darah sapi itu diambil Musa dan dituangkannya ke dalam baskom-baskom. Sebagian lagi dituangkannya di atas mezbah.”Keluaran 24:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Musa menuangkan separuh dari darah kurban yang disembelih itu ke dalam baskom-baskom dan mencurahkan separuhnya lagi pada mezbah.”Keluaran 24:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses took half of the blood, and put it in basons; and half of the blood he sprinkled on the altar.”Keluaran 24:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 24:6?
Musa membagi darah: setengah untuk memercik ke mezbah, setengah lainnya disimpan dalam mangkuk untuk nanti digunakan dalam upacara pengikatan perjanjian. Tindakan ini menunjukkan bahwa darah adalah tanda perjanjian dan penahbisan mezbah, dan bahwa mezbah adalah tempat persekutuan dengan Allah.
Latar belakang
Pembagian darah yang simetris
Musa memisahkan darah kurban menjadi dua bagian: setengah ke mangkuk-mangkuk, setengah dipercikkan ke mazbah. Ini bukan tindakan serampangan — ini protokol perjanjian yang disengaja. Separuh darah di sisi Allah (mazbah), separuh lagi menunggu dipercikkan ke umat. Perjanjian akan resmi ketika kedua sisi terikat oleh darah yang sama.
Di mana
Kaki Gunung Sinai
Di depan mazbah · upacara perjanjian
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan mediator perjanjian Israel, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Seluruh umat Israel yang hadir di kaki Sinai
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הַדָּם
hadam · darah
Darah — dalam teologi Ibrani, darah adalah 'kehidupan' (Imamat 17:14); menumpahkan darah berarti memberikan kehidupan.
אַגָּנֹת
agganot · mangkuk
Wadah atau baskom — dipakai untuk menampung darah agar bisa dipercikkan secara terpisah dan terukur.
זָרַק
zaraq · dipercikkannya
Melemparkan atau memercikkan — gerakan yang aktif dan sengaja, bukan sekadar menetes; melambangkan pengudusan.
Darah (kehidupan) yang ditampung dalam mangkuk dan dipercikkan ke mazbah menggambarkan persembahan kehidupan kepada Allah. Pemisahan yang disengaja menyiapkan babak kedua: percikan darah ke atas umat yang akan menyegel perjanjian.
Tahukah kamu
Upacara perjanjian dengan darah ada di banyak budaya kuno
Perjanjian darah di Timur Dekat Kuno biasanya melibatkan pihak-pihak yang berjalan melewati potongan hewan (seperti di Kejadian 15). Di sini, Allah dan Israel diikat bukan dengan berjalan tapi dengan percikan darah yang sama — inovasi yang lebih menggambarkan penyucian daripada kutukan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 24:6
Imamat 17:11
darah adalah kehidupan
“Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu.”
Ibrani 9:19
upacara darah perjanjian
“Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh bangsa itu, ia mengambil darah anak lembu dan darah kambing jantan serta air.”
1 Petrus 1:2
percikan darah penyucian
“Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 24:6
✕ Sering dikira
"Ini praktik mistis atau magis"
✓ Yang sebenarnya
Ini upacara hukum perjanjian yang diakui di seluruh Timur Dekat Kuno — bukan ritual magis tapi penandatanganan kontrak dengan darah.
✕ Sering dikira
"Setengah darah di mangkuk itu sisa yang tidak terpakai"
✓ Yang sebenarnya
Itu sengaja disimpan untuk nanti dipercikkan ke atas umat — bagian kedua dari satu upacara yang terencana.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 24:6
Darah dalam perjanjian lama melambangkan kehidupan yang dipersembahkan. Bagaimana kita memperlakukan mezbah kita—apakah kita menghormatinya sebagai tempat pertemuan dengan Allah? Mari kita menjaga hubungan kita dengan Allah sebagai sesuatu yang kudus.
Allah, mampukan aku untuk memandang perjanjian-Mu sebagai sesuatu yang serius dan kudus, dan hidup sesuai dengannya. Amin.