Bangsa Israel bertengkar dengan Musa soal air
Keluaran 17:2
Air dari Batu dan Kemenangan atas Amalek
“Karena itu, bangsa itu bertengkar dengan Musa dan berkata, “Berikan kami air supaya kami dapat minum!” Lalu, Musa berkata kepada mereka, “Mengapa kamu bertengkar denganku? Mengapa kamu mencobai TUHAN?””Keluaran 17:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"”Keluaran 17:2 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu mereka mengomel kepada Musa dan berkata, "Berilah kami air minum." Musa menjawab, "Mengapa kamu mengomel dan mencobai TUHAN?"”Keluaran 17:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Maka mereka menuntut Musa dengan berkata, “Berikan kami air minum!” Jawab Musa, “Mengapa kalian menuntut saya dan mencobai TUHAN?!””Keluaran 17:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Wherefore the people did chide with Moses, and said, Give us water that we may drink. And Moses said unto them, Why chide ye with me? wherefore do ye tempt the LORD?”Keluaran 17:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 17:2?
Orang Israel bertengkar dengan Musa dan meminta air, tetapi mereka juga mencobai TUHAN dengan sikap tidak percaya. Musa memprotes, menunjukkan bahwa pertengkaran mereka sebenarnya ditujukan kepada TUHAN, bukan hanya kepadanya.
Latar belakang
Krisis air meledak jadi konflik
Kehausan membuat panik. Bangsa Israel langsung menyerang Musa secara verbal — padahal Musa bukan yang menentukan lokasi kemah. Musa balik bertanya: 'Mengapa kamu mencobai TUHAN?' Bukan Musa yang diuji, tapi Allah sendiri.
Di mana
Rafidim, Semenanjung Sinai
Perkemahan kering · suasana panas dan tegang
Kapan
~1446 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Bangsa Israel & Musa
Umat yang haus vs. pemimpin yang lelah
Kepada
Musa dan TUHAN
Pemimpin Israel dan Allah yang diuji
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיָּרֶב
vayyarev · bertengkar
Dari akar riv; istilah hukum untuk persengketaan atau gugatan — bukan sekadar ribut biasa.
נִסּוּ
nissu · mencobai
Dari nasah, berarti 'menguji' atau 'mencoba batas'; dipakai untuk menguji kesetiaan atau kemampuan seseorang.
תְּנוּ
tenu · berikan
Bentuk imperativ jamak dari natan (memberi); nadanya menuntut, bukan memohon.
Bahasa yang dipakai Israel bukan sekadar keluhan lapar — ini adalah 'gugatan hukum' (riv) sambil 'menantang' (nasah) Allah. Tuntutan (tenu) mereka mencerminkan hati yang tidak percaya janji.
Tahukah kamu
Dua kata kunci: 'riv' dan 'nasah'
Kata 'bertengkar' (riv) adalah istilah hukum untuk gugatan resmi, sementara 'mencobai' (nasah) berarti menguji batas kesabaran seseorang. Israel sedang mengajukan 'tuntutan hukum' kepada Allah!
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 17:2
Mazmur 95:8-9
peringatan tentang Meriba
“Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai Aku.”
Keluaran 14:11
pola sungut-sungut serupa
“Mereka berkata kepada Musa, 'Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini?'”
Ibrani 3:8
bahaya hati keras
“Janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman, pada hari pencobaan di padang gurun.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 17:2
✕ Sering dikira
"Musa marah karena dimintai air"
✓ Yang sebenarnya
Musa tidak marah soal permintaan airnya, tapi soal cara mereka yang mencobai TUHAN — seolah Allah tidak bisa atau tidak mau menolong.
✕ Sering dikira
"Ini ujian fisik semata"
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah ujian iman: apakah Israel percaya kepada Allah yang sudah terbukti menolong mereka berulang kali, atau tidak.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 17:2
Saat kita mengeluh kepada pemimpin atau orang lain tentang keadaan, sebenarnya kita sedang menguji kesabaran Tuhan. Mari kita bawa keluhan kita kepada Tuhan dalam doa dengan hati yang lembut, bukan dengan sikap menuntut.
Tuhan, ampunilah aku jika aku sering mencobai-Mu dengan sikap tidak percaya. Ajari aku untuk datang kepada-Mu dengan rendah hati. Amin.