Seperti yang Kamu Katakan
Keluaran 10:29
Belalang dan Kegelapan
“Musa berkata, “Seperti yang engkau katakan, aku tidak akan melihat wajahmu lagi.””Keluaran 10:29 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian Musa berkata: "Tepat seperti ucapanmu itu! Aku takkan melihat mukamu lagi!"”Keluaran 10:29 · TB
Terjemahan Baru
“"Seperti kata Tuanku," kata Musa, "Tuanku pasti tidak akan melihat saya lagi."”Keluaran 10:29 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawab Musa, “Terjadilah sesuai perkataanmu! Saya tidak akan pernah melihat mukamu lagi!””Keluaran 10:29 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Moses said, Thou hast spoken well, I will see thy face again no more.”Keluaran 10:29 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Keluaran 10:29?
Musa menerima ancaman Firaun dan berkata ia tidak akan melihat wajahnya lagi. Ini adalah akhir dari perundingan, dan Musa percaya bahwa Tuhan akan bertindak dengan cara lain untuk membebaskan umat-Nya.
Latar belakang
Perpisahan terakhir yang penuh martabat
Musa menerima ancaman Firaun dengan satu kalimat pendek yang penuh ketenangan: 'Seperti yang engkau katakan, aku tidak akan melihat wajahmu lagi.' Tidak ada pembelaan diri, tidak ada ketakutan, tidak ada ancaman balik. Musa sudah tahu dari TUHAN apa yang akan terjadi selanjutnya — dan ia tidak perlu lagi menghadap Firaun secara langsung.
Di mana
Istana Firaun, Mesir
Pertemuan terakhir Musa dan Firaun
Kapan
~1446 SM
Tulah-tulah Mesir
Yang berbicara
Musa
Nabi dan pemimpin Israel, ~1400 SM
Kepada
Firaun
Raja Mesir yang baru saja mengancam membunuh Musa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כֵּן דִּבַּרְתָּ
ken dibbarta · seperti yang engkau katakan
Seperti yang kamu ucapkan — persetujuan singkat yang tidak defensif, Musa menerima kondisi Firaun dengan tenang.
לֹא אֹסִף עוֹד
lo osif od · tidak akan melihat
Tidak akan lagi — pernyataan final bahwa dialog ini sudah selesai, sesuai keinginan Firaun.
פָנֶיךָ
faneicha · wajahmu
Wajahmu — audiensi dengan Firaun secara resmi, yang Musa setuju tidak akan dilakukan lagi.
Dengan dua klausa pendek, Musa menutup seluruh siklus negosiasi dengan Firaun. Ketenangan responsnya mencerminkan orang yang tahu siapa yang memegang kendali sesungguhnya — dan itu bukan Firaun.
Tahukah kamu
Setelah ini Musa masih di sana (Kel. 11)
Menariknya, pasal 11 langsung melanjutkan dengan Musa masih berbicara kepada Firaun tentang tulah kesepuluh. Beberapa penafsir menganggap percakapan pasal 11 terjadi dalam konteks yang sama — Musa belum benar-benar pergi, tapi ini adalah pernyataan final bahwa ia tidak akan pernah memohon lagi kepada Firaun secara sukarela.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Keluaran 10:29
Keluaran 11:4-8
Musa langsung sampaikan tulah terakhir
“Karena itu, Musa berkata, 'Inilah firman TUHAN, Kira-kira pada tengah malam, Aku akan keluar ke tengah-tengah Mesir...'”
Yohanes 19:11
ketenangan di hadapan ancaman penguasa
“Yesus menjawab, 'Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas.'”
Kisah Para Rasul 21:13
ketenangan menghadapi ancaman maut
“Paulus menjawab, 'Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini siap sedia bukan saja untuk dibelenggu, tetapi juga untuk mati di Yerusalem...'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Keluaran 10:29
✕ Sering dikira
Musa menyerah dan menerima kekalahan
✓ Yang sebenarnya
Musa setuju dengan syarat Firaun bukan karena kalah, tapi karena misi dialognya memang sudah selesai — TUHAN akan bertindak langsung dengan tulah kesepuluh.
✕ Sering dikira
Ini pertemuan terakhir Musa dan Firaun selamanya
✓ Yang sebenarnya
Setelah tulah anak sulung, Firaun akan memangil Musa lagi di tengah malam (Kel. 12:31) dan Musa pun datang — janji 'tidak akan melihat wajahmu' merujuk pada audiensi yang Musa minta, bukan semua pertemuan.
Renungan
Renungan Singkat Keluaran 10:29
Setelah berusaha dan menghadapi penolakan, ada kalanya kita perlu berhenti berdebat dan menyerahkan masalah kepada Tuhan. Kepercayaan kepada Tuhan membuat kita berani mengambil sikap, bahkan saat menghadapi ancaman.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk melakukan kehendak-Mu dan percaya bahwa Engkau yang menyelesaikan. Amin.