Siapa menumpahkan darah manusia — hukum balas darah dan dasar teologisnya: imago Dei
Kejadian 9:6
Perjanjian Allah dengan Nuh
“Siapa pun yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan ditumpahkan oleh manusia. Sebab, Allah menciptakan manusia sesuai dengan rupa-Nya sendiri.”Kejadian 9:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri.”Kejadian 9:6 · TB
Terjemahan Baru
“Manusia diciptakan seperti Aku; sebab itu, barangsiapa membunuh manusia, dia sendiri akan dibunuh juga oleh manusia.”Kejadian 9:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“karena manusia diciptakan untuk mencerminkan sifat-sifat-Ku. Siapa pun yang membunuh manusia, biarlah dia dibunuh oleh manusia juga.”Kejadian 9:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Whoso sheddeth man’s blood, by man shall his blood be shed: for in the image of God made he man.”Kejadian 9:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 9:6?
Ayat ini berisi prinsip bahwa pembunuh harus dihukum mati, karena manusia diciptakan menurut rupa Allah. Ini menekankan kesucian hidup manusia sebagai gambar Allah. Meskipun mungkin terdengar keras, ini menunjukkan betapa seriusnya dosa membunuh.
Latar belakang
Ki betselem Elohim asah et ha'adam — ini alasannya, bukan hanya hukumnya
'Siapapun yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan ditumpahkan oleh manusia. Sebab, Allah menciptakan manusia sesuai dengan rupa-Nya sendiri.' Ayat ini luar biasa karena memberikan alasan teologis yang dalam untuk hukum yang tampaknya sederhana. Mengapa membunuh manusia dihukum begitu berat? Bukan hanya karena 'aturan sosial' tapi karena manusia adalah gambar Allah (tselem Elohim). Menyerang manusia berarti menyerang representasi Allah di bumi. Hukum ini bukan tentang balas dendam — ini tentang melindungi kekudusan gambar ilahi.
Di mana
Pegunungan Ararat — bumi baru
Hukum balas darah yang pertama ditetapkan · alasannya: manusia adalah gambar Allah
Kapan
Segera setelah keluar dari bahtera
Penetapan hukum pembunuhan — hukuman mati pertama yang ditetapkan Allah
Yang berbicara
Allah (Elohim)
Allah yang menetapkan hukum balas darah dengan memberikan alasannya yang paling dalam: manusia adalah gambar Allah
Kepada
Nuh dan anak-anaknya
Manusia yang menerima hukum pertama tentang pembunuhan dan alasannya: kesucian hidup manusia berakar dari imago Dei
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שֹׁפֵךְ דַּם
shofekh dam · menumpahkan darah
Yang menumpahkan darah — shafakh (menuangkan, menumpahkan); dam (darah); idiom untuk pembunuhan; shafakh dam adalah ekspresi yang kuat — darah bukan hanya keluar, tapi 'dituangkan' seperti air, menunjukkan tindakan yang penuh dan final.
בְּצֶלֶם אֱלֹהִים
betselem Elohim · rupa-Nya
Dalam gambar/rupa Allah — tselem (gambar, patung, representasi); Elohim (Allah); manusia sebagai tselem Elohim adalah 'representasi fisik' Allah di bumi; membunuh tselem Elohim adalah penistaan terhadap Allah sendiri.
בָּאָדָם
ba'adam · oleh manusia
Oleh manusia — adam (manusia); preposisi be (oleh/melalui); Allah mendelegasikan pelaksanaan keadilan kepada manusia lain — ini dasar bagi hukum pidana dan pemerintahan yang sah.
Shofekh dam ha'adam (yang menumpahkan darah manusia) ba'adam (oleh manusia) damo yishaphekh (darahnya ditumpahkan) ki (sebab/karena) betselem Elohim (dalam gambar Allah) asah et ha'adam (Dia membuat manusia). Alasan hukum ini: tselem Elohim. Bukan tradisi budaya, bukan kesepakatan sosial — tapi realitas teologis bahwa manusia adalah gambar Allah yang harus dilindungi.
Tahukah kamu
Hukum ini dinyatakan dalam bentuk puisi Ibrani — 'shofekh dam ha'adam ba'adam damo yishaphekh'
Versi Ibrani 9:6a adalah puisi yang nyaris sempurna: 'shofekh dam ha'adam / ba'adam damo yishaphekh' — 'yang menumpahkan darah manusia / oleh manusia darahnya akan ditumpahkan.' Kata 'dam ha'adam' (darah manusia) muncul di awal dan cermin strukturalnya 'damo yishaphekh' di akhir — dengan 'ba'adam' (oleh manusia) di tengah sebagai poros. Ini paralelisme kiasmus yang disengaja, menunjukkan bahwa ini bukan hanya hukum yang dituliskan tapi dinyanyikan atau dihafalkan — hukum yang perlu tertanam dalam budaya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 9:6
Kejadian 1:26-27
tselem Elohim yang ditetapkan di penciptaan menjadi alasan hukum pembunuhan di sini — gambar ilahi yang pertama kali dinyatakan kini menjadi dasar perlindungan
“Allah berfirman, 'Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita...' Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya...”
Yakobus 3:9-10
Yakobus menggunakan prinsip yang sama: karena manusia adalah gambar Allah, mengutuk manusia adalah inkonsistensi teologis
“Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.”
Roma 13:4
pemerintah sebagai pelaksana hukum 'ba'adam damo yishaphekh' — delegasi Allah yang ditetapkan di sini
“...ia tidak memikul pedang dengan sia-sia; ia adalah hamba Allah, pembalas yang menjalankan hukuman Allah atas orang yang berbuat jahat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 9:6
✕ Sering dikira
"'Darahnya akan ditumpahkan oleh manusia' berarti setiap individu berhak membunuh pembunuh untuk membalas dendam."
✓ Yang sebenarnya
Konteks sejarah dan teologis selanjutnya (termasuk hukum Musa tentang kota perlindungan, proses hukum, dan hakim) menunjukkan bahwa 'oleh manusia' mengacu pada pelaksanaan hukum yang terorganisir, bukan main hakim sendiri. Ba'adam (oleh manusia) menunjuk pada lembaga, bukan individu yang emosional.
✕ Sering dikira
"Hukum ini membuktikan Alkitab mendukung hukuman mati dalam segala situasi tanpa pengecualian."
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menetapkan prinsip bahwa nyawa yang diambil dipertanggungjawabkan secara serius (bukan hanya denda). Bagaimana dan kapan hukuman mati diterapkan membutuhkan konteks hukum yang lebih luas (hukum Musa, proses peradilan, saksi, dll.). Ayat ini bukan manual hukuman mati yang komprehensif — ia adalah pernyataan prinsip teologis.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 9:6
Sebagai manusia yang diciptakan segambar dengan Allah, kita memiliki martabat yang luhur. Jaga diri dan orang lain dengan hormat. Jika kita marah, ingatlah bahwa amarah bisa membawa pada dosa besar.
Tuhan, terima kasih kami diciptakan menurut gambar-Mu. Tolong kami menghormati hidup dan menjauhi kekerasan. Amin.