Tujuh pasang hewan halal, satu pasang haram — perbedaan yang penting
Kejadian 7:2
Air Bah Melanda Bumi
“Bawalah tujuh pasang binatang yang halal, jantan dan betinanya, dan sepasang dari setiap jenis binatang yang haram jantan dan betinanya,”Kejadian 7:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya;”Kejadian 7:2 · TB
Terjemahan Baru
“Bawalah juga tujuh pasang dari setiap jenis burung dan binatang lainnya yang halal, sedangkan dari yang haram hanya satu pasang saja dari setiap jenis. Lakukanlah itu supaya dari setiap jenis binatang ada yang luput dari kebinasaan dan bisa berkembang biak lagi di bumi.”Kejadian 7:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dari setiap jenis binatang yang layak dipersembahkan, bawalah tujuh pasang ke dalam kapal, yaitu tujuh jantan dan tujuh betina. Sedangkan dari setiap jenis binatang yang haram, bawalah satu pasang saja.”Kejadian 7:2 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Of every clean beast thou shalt take to thee by sevens, the male and his female: and of beasts that are not clean by two, the male and his female.”Kejadian 7:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 7:2?
Nuh diperintahkan membawa tujuh pasang binatang yang halal (bersih) dan sepasang dari setiap binatang yang haram (tidak bersih) ke dalam bahtera. Ini untuk memastikan kelangsungan hidup setiap jenis binatang setelah air bah surut.
Latar belakang
Hewan halal tujuh pasang — untuk korban dan konsumsi setelah air bah
Perbedaan antara hewan halal (tahur, bersih) dan haram (lo tahur, tidak bersih) muncul jauh sebelum hukum Musa di Sinai — ini mengejutkan banyak pembaca! Nuh membawa tujuh pasang hewan halal karena setelah air bah dia akan mempersembahkan korban bakaran (8:20) — jika hanya satu pasang yang dibawa, jenisnya akan punah setelah dikurbankan. Tujuh pasang = cukup untuk kurban DAN untuk pelestarian jenis.
Di mana
Bumi pra-air bah
Instruksi detail tentang jumlah hewan halal vs haram · tujuh hari tersisa sebelum air bah
Kapan
Tujuh hari sebelum air bah
Instruksi pemuatan hewan akhir
Yang berbicara
TUHAN (YHWH)
Allah perjanjian yang memberikan instruksi lebih detail tentang hewan yang harus dibawa
Kepada
Nuh
Orang benar yang akan memimpin seluruh operasi pemuatan bahtera
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שִׁבְעָה שִׁבְעָה
shiv'ah shiv'ah · tujuh pasang
Tujuh tujuh — pengulangan angka untuk menekankan; berbeda dari 'shenayim shenayim' (dua dua) untuk hewan haram. Angka tujuh dalam Alkitab sering dikaitkan dengan kelengkapan/kesempurnaan.
הַבְּהֵמָה הַטְּהוֹרָה
habbehemah hattehorah · halal
Binatang yang bersih/halal — tahor (bersih, suci, halal); kategori ini muncul sebelum hukum Musa, menunjukkan pemahaman religius tentang kemurnian yang sudah ada sejak awal sejarah manusia.
אֲשֶׁר לֹא טְהֹרָה הִוא
asher lo tehorah hi · haram
Yang tidak bersih — lo tahor (tidak bersih, haram); kontras dengan hewan halal; sepasang saja karena tidak untuk dikurbankan — hanya untuk pelestarian jenis.
Shiv'ah shiv'ah (tujuh pasang) dari habbehemah hattehorah (binatang yang halal/bersih) vs. shenayim shenayim (sepasang) dari yang lo tehorah (tidak bersih/haram). Perbedaan jumlah bukan sewenang-wenang: hewan halal akan dikurbankan setelah air bah (8:20), jadi butuh lebih banyak. Allah yang memerintahkan ini sudah melihat jauh ke depan — hingga ibadah yang akan datang setelah bencana.
Tahukah kamu
Konsep 'halal-haram' sudah ada sebelum hukum Sinai
Hukum makanan halal-haram dalam Imamat 11 dan Ulangan 14 sering dianggap sebagai inovasi di zaman Musa. Tapi Kejadian 7:2 menunjukkan Nuh sudah memahami perbedaan ini ribuan tahun sebelum Sinai. Ini menunjukkan bahwa konsep 'bersih-tidak bersih' adalah pemahaman religius universal yang sudah ada dalam tradisi manusia sejak sangat awal — bukan hanya regulasi Mosaic yang baru.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 7:2
Kejadian 8:20
inilah mengapa tujuh pasang hewan halal dibawa — untuk kurban bakaran setelah air bah
“Kemudian, Nuh membangun sebuah mazbah untuk TUHAN. Dia mengambil beberapa binatang yang halal dan beberapa dari burung yang halal, lalu mempersembahkan persembahan bakaran di mazbah itu.”
Imamat 11:1-3
hukum halal-haram di Sinai mengkodifikasikan prinsip yang sudah Nuh pahami
“TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, 'Katakanlah kepada orang Israel: Inilah binatang yang boleh kamu makan...'”
Kisah Para Rasul 10:15
perbedaan halal-haram yang dimulai dari Nuh akhirnya menemukan makna barunya dalam Kristus
“'Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 7:2
✕ Sering dikira
"Perbedaan 'tujuh pasang' vs 'sepasang' menunjukkan kontradiksi dengan Kej. 6:19 yang menyebut 'sepasang dari setiap jenis'."
✓ Yang sebenarnya
Tidak kontradiksi tapi instruksi bertahap. Kej. 6:19 adalah instruksi umum awal; Kej. 7:2 adalah klarifikasi lebih detail — hewan halal tujuh pasang (untuk kurban dan pelestarian), hewan haram sepasang saja. Ini pola Alkitab: memberikan gambaran umum lalu memperinci.
✕ Sering dikira
"Kategori 'halal-haram' di sini sama persis dengan yang kemudian di Imamat 11."
✓ Yang sebenarnya
Kita tidak tahu persis apa yang Nuh pahami sebagai 'halal-haram' di zamannya. Kemungkinan ada kesinambungan dengan hukum Musa, tapi juga ada kemungkinan kategorinya lebih sederhana atau berbeda. Alkitab tidak menjelaskan detail pemahaman Nuh.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 7:2
Tuhan memperhatikan detail dan kebutuhan semua ciptaan-Nya. Kita pun harus bertanggung jawab menjaga dan memelihara apa yang dipercayakan Tuhan kepada kita.
Tuhan, ajari aku untuk mengelola dengan bijak semua yang Engkau percayakan kepadaku, baik itu harta, waktu, maupun orang-orang di sekitarku. Amin.