Yusuf mati dan diletakkan dalam peti di Mesir
Kejadian 50:26
Pemakaman Yakub dan Pengampunan Yusuf
“Jadi, Yusuf mati pada usia 110 tahun dan mereka merempahi-rempahinya, lalu dia diletakkan dalam sebuah peti di Mesir.”Kejadian 50:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian matilah Yusuf, berumur seratus sepuluh tahun. Mayatnya dirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir.”Kejadian 50:26 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian meninggallah Yusuf di Mesir pada usia seratus sepuluh tahun. Mereka merempah-rempahi jenazahnya dan menaruhnya dalam peti mati.”Kejadian 50:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yusuf meninggal pada usia 110 tahun. Lalu jenazahnya diawetkan dan disimpan di Mesir dalam peti.”Kejadian 50:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So Joseph died, being an hundred and ten years old: and they embalmed him, and he was put in a coffin in Egypt.”Kejadian 50:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 50:26?
Ayat ini menutup kitab Kejadian dengan kematian Yusuf pada usia 110 tahun. Ia dirempah-rempahi dan ditempatkan dalam peti mati di Mesir, menunggu saat bangsa Israel keluar dari Mesir untuk membawa tulang-tulangnya ke tanah perjanjian, sesuai permintaannya.
Latar belakang
Yusuf menutup matanya dan satu era berakhir
Kitab Kejadian ditutup bukan dengan kemenangan gemilang atau mukjizat besar — tapi dengan gambar sederhana: sebuah peti di Mesir. Yusuf mati, dibalsamkan, dan diletakkan dalam peti. Peti itu menjadi simbol iman yang menunggu: janji Allah belum genap, tapi akan genap. Ini adalah akhir yang terbuka — akhir Kejadian adalah awal dari Keluaran.
Di mana
Mesir
Penghujung era Patriark · sebuah peti menunggu keluaran
Kapan
~1696 SM
Masa Patriark di Mesir
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Umat Israel
Bangsa yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָרוֹן
aron · peti
Peti mati atau tabut — kata yang SAMA digunakan untuk Tabut Perjanjian (Aron HaBrit). Sebuah permainan kata yang mungkin disengaja: peti Yusuf menanti kehadiran Allah seperti Tabut menanti.
וַיַּחַנְטוּ
vayyakhantou · merempahi-rempahinya
Mereka membalsamkannya — proses yang sama dengan yang dilakukan untuk Yakub, memastikan tubuhnya bertahan lama.
וַיָּמָת
vayyamot · mati
Dia mati — kata yang sederhana dan final, mengakhiri kisah panjang Yusuf yang luar biasa.
"Aron" — peti — adalah kata yang kelak akan digunakan untuk Tabut Perjanjian. Apakah kebetulan? Mungkin tidak: peti Yusuf dan Tabut Perjanjian sama-sama adalah wadah iman yang menunggu penggenapan janji Allah.
Tahukah kamu
Satu-satunya mumi yang dicatat Alkitab
Yusuf (dan Yakub di ay. 2) adalah satu-satunya orang yang secara eksplisit dikatakan dibalsamkan dalam Alkitab. Fakta bahwa Yusuf dibalsamkan dan diletakkan dalam peti Mesir memungkinkan tulang-tulangnya bertahan 400 tahun sampai Musa membawanya saat keluaran.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 50:26
Keluaran 13:19
peti akhirnya dibawa Musa
“Musa membawa tulang-tulang Yusuf bersamanya, karena Yusuf telah meminta anak-anak Israel bersumpah...”
Ibrani 11:22
iman melampaui kematian
“Karena iman, Yusuf, ketika menjelang ajalnya, menyebut-nyebut tentang keluarnya orang Israel...”
1 Korintus 15:54-55
kematian bukan akhir
“"Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 50:26
✕ Sering dikira
Yusuf dikubur di Mesir selamanya
✓ Yang sebenarnya
Yusuf diletakkan dalam peti menunggu — Musa kelak membawa tulang-tulangnya dan dikubur di Sikhem (Yosua 24:32).
✕ Sering dikira
Kitab Kejadian berakhir dengan pesimisme
✓ Yang sebenarnya
Akhir Kejadian justru penuh harapan — peti Yusuf adalah simbol iman yang menunggu janji Allah yang PASTI digenapi.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 50:26
Kematian Yusuf mengingatkan bahwa hidup di dunia sementara, tetapi janji Allah bersifat kekal. Kita dapat hidup dengan damai karena tahu bahwa akhir hidup kita bukan akhir segalanya, melainkan awal dari penggenapan janji Allah.
Ya Bapa, berilah aku kebijaksanaan untuk hidup dengan perspektif kekal, sehingga aku dapat menyelesaikan hidupku dengan setia dan penuh pengharapan. Amin.