Saudara-saudara berlutut di hadapan Yusuf
Kejadian 50:18
Pemakaman Yakub dan Pengampunan Yusuf
“Kemudian, saudara-saudara Yusuf pun datang dan berlutut di hadapannya, dan mereka berkata, “Lihatlah, kami adalah hambamu.””Kejadian 50:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu."”Kejadian 50:18 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu saudara-saudaranya itu sendiri datang dan sujud di hadapannya serta berkata, "Kami ini hambamu."”Kejadian 50:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saudara-saudaranya datang dan bersujud di hadapan Yusuf untuk memohon belas kasihan sambil berkata, “Kami ini adalah hambamu.””Kejadian 50:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And his brethren also went and fell down before his face; and they said, Behold, we be thy servants.”Kejadian 50:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 50:18?
Saudara-saudara Yusuf datang dan berlutut di hadapannya, berkata 'Lihatlah, kami adalah hambamu.' Ini menggenapi mimpi Yusuf di masa muda, tetapi juga menunjukkan kerendahan hati mereka, mengakui posisi Yusuf yang lebih tinggi.
Latar belakang
Saudara-saudara menyerahkan diri sebagai hamba
Kini saudara-saudara datang sendiri dan berlutut di hadapan Yusuf, menyatakan diri sebagai hambanya. Ini adalah pemenuhan nyata mimpi yang dulu membuat mereka iri dan marah (Kejadian 37:5-8) — sebelas bintang sujud kepadanya. Tapi kini bukan dalam suasana permusuhan, melainkan dalam penyerahan tulus yang lahir dari rasa takut dan penyesalan.
Di mana
Istana Mesir
Di hadapan Yusuf · momen penyerahan total
Kapan
~1806 SM
Masa Patriark di Mesir
Yang berbicara
Saudara-saudara Yusuf
Sepuluh putra Yakub yang menjual Yusuf dulu
Kepada
Yusuf
Perdana menteri Mesir, saudara yang pernah dikhianati
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּפְּלוּ
vayyippelu · berlutut
Mereka jatuh — gerakan menyungkur di tanah sebagai tanda penyerahan total dan pengakuan otoritas seseorang.
עֲבָדֶיךָ
avadeikha · hambamu
Hamba-hambamu — mereka menyerahkan status mereka sepenuhnya kepada Yusuf, mengakui ketergantungan total.
הִנֶּנּוּ
hinnenu · lihatlah
"Lihatlah, kami di sini" — pernyataan kehadiran dan penyerahan diri yang penuh, tidak ada yang disembunyikan.
"Hinnenu" — lihatlah kami — adalah kata yang sama digunakan Abraham ketika menjawab Allah. Di sini saudara-saudara menggunakannya untuk Yusuf: sebuah penyerahan total tanpa syarat.
Tahukah kamu
Mimpi Yusuf terpenuhi dua kali
Dalam Kejadian 42:6, saudara-saudara Yusuf sudah sujud kepadanya pertama kali saat tiba di Mesir untuk membeli gandum. Kini di Kejadian 50:18, mereka sujud lagi — pengulangan yang menegaskan mimpi itu bukan kebetulan tapi rancangan ilahi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 50:18
Kejadian 37:7
mimpi sujud terpenuhi
“"Lihatlah, kita sedang mengikat berkas-berkas gandum... dan berkas-berkas milikmu berdiri mengelilingi dan sujud menyembah berkas milikku."”
Filipi 2:10
berlutut di hadapan yang berkuasa
“Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.”
Kejadian 42:6
sujud pertama saudara-saudara
“Yusuf adalah penguasa atas tanah itu, dialah yang menjual gandum kepada semua orang di negeri itu. Saudara-saudara Yusuf datang dan bersujud kepadanya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 50:18
✕ Sering dikira
Ini pertama kali saudara-saudara sujud kepada Yusuf
✓ Yang sebenarnya
Saudara-saudara sudah pernah sujud di Kejadian 42:6 saat membeli gandum — ini adalah sujud kedua yang menutup lingkaran mimpi Yusuf.
✕ Sering dikira
Saudara-saudara dengan ikhlas menawarkan diri jadi hamba
✓ Yang sebenarnya
Ini ekspresi ketakutan dan penyerahan karena merasa tak punya pilihan — bukan penawaran yang benar-benar sukarela.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 50:18
Kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan tunduk pada orang yang pernah kita sakiti adalah langkah besar menuju pemulihan. Ini mengajarkan kita untuk tidak sombong, tetapi mau berlutut dalam permohonan maaf.
Ya Tuhan, beri saya keberanian untuk merendahkan diri dan meminta maaf kepada mereka yang telah saya sakiti. Amin.