Yusuf menangis di sisi jenazah Yakub
Kejadian 50:1
Pemakaman Yakub dan Pengampunan Yusuf
“Setelah itu, Yusuf merebahkan diri pada wajah ayahnya dan menciumnya.”Kejadian 50:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Yusuf merebahkan dirinya mendekap muka ayahnya serta menangisi dan mencium dia.”Kejadian 50:1 · TB
Terjemahan Baru
“Yusuf merebahkan dirinya pada ayahnya sambil menangis dan mencium wajahnya.”Kejadian 50:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dengan sangat sedih, Yusuf memeluk ayahnya dan mencium wajahnya sambil menangis.”Kejadian 50:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Joseph fell upon his father’s face, and wept upon him, and kissed him.”Kejadian 50:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 50:1?
Yusuf menunjukkan kasih dan penghormatan terakhir kepada ayahnya, Yakub, dengan merebahkan diri dan menciumnya. Ini adalah ekspresi dukacita yang mendalam dan tanda penghargaan atas hubungan mereka.
Latar belakang
Yusuf berduka atas kematian Yakub
Yakub baru saja menghembuskan napas terakhirnya setelah memberkati anak-anaknya. Yusuf, yang berdiri di sisi ranjang, langsung merebahkan dirinya dan mencium wajah sang ayah — ekspresi duka sekaligus kasih sayang yang mendalam. Ini adalah momen pertama dari serangkaian proses pemakaman panjang yang akan membawa tulang Yakub kembali ke tanah leluhur.
Di mana
Gosyen, Mesir
Di kamar Yakub · saat terakhir bersama ayah
Kapan
~1806 SM
Masa Patriark di Mesir
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Umat Israel
Bangsa yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּפֹּל
wayyippol · merebahkan diri
Kata kerja yang berarti 'jatuh' — menggambarkan ratapan total, tubuh dan jiwa yang hancur oleh duka.
וַיִּשַּׁק
wayyishshaq · menciumnya
Ciuman sebagai tanda kasih dan penghormatan, bukan sekadar ekspresi emosi tapi tindakan ritual yang bermakna.
פָּנָיו
panav · wajah
Secara harfiah 'wajahnya' — dalam budaya Ibrani, wajah mewakili kehadiran dan kepribadian seseorang.
Tiga kata ini melukiskan adegan yang kuat: Yusuf tidak sekadar sedih, ia jatuh dan mencium wajah sang ayah — respons duka yang sangat manusiawi sekaligus penuh hormat.
Tahukah kamu
Ciuman perpisahan di dunia kuno
Di dunia Timur Tengah kuno, mencium wajah orang yang baru meninggal adalah praktik umum sebagai penghormatan terakhir — bukan sekadar emosi, tapi ritual penutup kehidupan yang dianggap sakral.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 50:1
Kejadian 46:4
janji Allah terpenuhi
“Aku sendiri akan turun bersamamu ke Mesir dan Aku sendiri pasti akan membawamu naik kembali, dan Yusuf akan menutup matamu.”
Lukas 15:20
ciuman pertemuan
“Ayahnya melihatnya dari jauh, dan hatinya penuh belas kasihan. Dia berlari menemuinya dan memeluk serta menciumnya.”
Kisah Para Rasul 20:37
duka perpisahan
“Mereka semua menangis dengan keras dan memeluk Paulus serta menciumnya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 50:1
✕ Sering dikira
Yusuf pingsan karena syok
✓ Yang sebenarnya
"Merebahkan diri" adalah gerakan duka yang disengaja, bukan pingsan — ini ekspresi berkabung yang terhormat di budaya kuno.
✕ Sering dikira
Yusuf baru tahu ayahnya mati
✓ Yang sebenarnya
Yakub sudah sakit dan memberi berkat terakhir di pasal sebelumnya; Yusuf ada di sana dan tahu kematian itu sudah dekat.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 50:1
Kita juga bisa menunjukkan kasih kepada orang tua kita, baik saat mereka masih hidup maupun setelah mereka pergi. Luangkan waktu untuk menghargai mereka dan ungkapkan cinta kita sebelum semuanya terlambat.
Tuhan, ajari aku untuk selalu menghargai dan mengasihi orang tuaku, dan beri aku kesempatan untuk menunjukkan kasihku kepada mereka. Amin.