Anak-anak Yusuf setelah Efraim dan Manasye tetap jadi milik Yusuf
Kejadian 48:6
Berkat Silang untuk Dua Cucu
“Akan tetapi, keturunanmu yang lahir setelah mereka akan menjadi milikmu. Mereka akan disebut berdasarkan nama kedua kakak mereka dalam warisan mereka.”Kejadian 48:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan keturunanmu yang kauperoleh sesudah mereka, engkaulah yang empunya, tetapi dalam pembagian warisan nama mereka akan disebutkan berdasarkan nama kedua saudaranya itu.”Kejadian 48:6 · TB
Terjemahan Baru
“Jika engkau mendapat anak-anak lagi, mereka tidak akan kuanggap sebagai anakku melainkan tetap anakmu; warisan untuk mereka akan mereka terima dari Efraim dan Manasye.”Kejadian 48:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila kamu mempunyai keturunan lagi, barulah anak-anak yang berikutnya itu menjadi milikmu dan warisan mereka akan dicatat di bawah kakak-kakak mereka.”Kejadian 48:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And thy issue, which thou begettest after them, shall be thine, and shall be called after the name of their brethren in their inheritance.”Kejadian 48:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 48:6?
Ayat ini menjelaskan bahwa keturunan Efraim dan Manasye yang lahir setelahnya akan menjadi milik Yusuf sendiri, tetapi mereka akan dihitung dalam warisan suku Efraim dan Manasye. Ini mengatur pembagian warisan yang jelas di antara keturunan Yusuf.
Latar belakang
Aturan warisan untuk keturunan Yusuf berikutnya
Yakub menjelaskan bahwa pengangkatan ini hanya berlaku untuk Efraim dan Manasye — dua anak pertama Yusuf. Jika Yusuf punya anak-anak lagi setelah ini, mereka akan terhitung dalam suku Efraim atau Manasye, bukan menjadi suku baru. Ini mencegah suku-suku Israel bertambah terus-menerus dari Yusuf saja.
Di mana
Gosyen, Mesir
Kamar tidur Yakub · percakapan tentang warisan
Kapan
~1859 SM
Zaman Para Leluhur
Yang berbicara
Yakub / Israel
Patriark Israel, anak Ishak, ~1859 SM
Kepada
Yusuf
Anak Yakub, wakil Firaun di Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נַחֲלָתָם
nachalatam · warisan
Warisan atau hak milik turun-temurun mereka; nahalah adalah kata kunci hukum Ibrani untuk tanah yang diwariskan dari ayah ke anak.
יִקָּרְאוּ
yiqqare'u · disebut
Akan disebut atau dinamai; dalam budaya Ibrani, disebut dengan nama seseorang berarti masuk ke dalam identitas dan tanggung jawab orang itu.
מוֹלַדְתְּךָ
moladtekha · keturunanmu
Keturunanmu atau yang lahir darimu; kata yang terkait dengan kelahiran dan garis keturunan biologis.
Warisan (nahalah) dikaitkan langsung dengan nama (yiqqare'u) dan keturunan (moladtekha). Di dunia Alkitab, identitas, nama, dan tanah adalah satu paket — dan di sini Yakub dengan cermat mengatur agar semuanya tetap teratur.
Tahukah kamu
Sistem 12 suku tetap terjaga meski Lewi tidak dapat tanah
Dengan mengangkat Efraim dan Manasye sebagai dua suku, jumlah suku penerima tanah tetap 12 meskipun Lewi (suku imam) tidak mendapat wilayah tanah sendiri. Ini adalah penyelesaian yang elegan dari Yakub — atau lebih tepatnya dari providensi ilahi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 48:6
Bilangan 26:28-37
dua suku dari Yusuf
“Keturunan Yusuf menurut klan mereka: Manasye dan Efraim.”
Yosua 16:1-4
pembagian tanah warisan
“Undi untuk keturunan Yusuf jatuh dari sungai Yordan di dekat Yerikho... dan keturunan Yusuf, Manasye dan Efraim, mendapat bagian warisan mereka.”
Kejadian 49:22-26
berkat Yusuf berlimpah
“Yusuf bagaikan dahan yang penuh buah... berkat-berkat dari buah dada dan rahim.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 48:6
✕ Sering dikira
Yusuf akan memiliki lebih banyak anak setelah ini di Mesir
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada catatan Alkitab bahwa Yusuf punya anak lain selain Manasye dan Efraim. Yakub hanya membuat aturan sebagai antisipasi.
✕ Sering dikira
Anak-anak Yusuf berikutnya akan menjadi suku tersendiri
✓ Yang sebenarnya
Mereka akan masuk ke dalam suku Efraim atau Manasye, bukan menjadi suku baru — jumlah 12 suku tetap terjaga.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 48:6
Aturan yang jelas dalam keluarga atau organisasi dapat mencegah konflik dan memastikan keadilan. Kita bisa belajar dari contoh ini untuk membuat perjanjian atau pembagian yang transparan, agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari.
Tuhan, berikan kami hikmat untuk mengatur urusan keluarga dan warisan dengan adil dan bijaksana, sesuai kehendak-Mu. Amin.