Penguasa minta satu tinggal sebagai jaminan
Kejadian 42:33
Laporan kepada Yakub
“Kemudian, orang itu, penguasa negeri itu, berkata kepada kami, ‘Beginilah aku akan mengetahui bahwa kalian orang jujur: tinggalkanlah salah satu saudaramu denganku, dan ambillah makanan untuk kelaparan di rumahmu, lalu pergilah.”Kejadian 42:33 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu kata orang itu, yakni yang menjadi tuan atas negeri itu, kepada kami: Dari hal ini aku akan tahu, apakah kamu orang jujur: dari kamu bersaudara haruslah kamu tinggalkan seorang padaku; kemudian bawalah gandum untuk meredakan lapar seisi rumahmu dan pergilah;”Kejadian 42:33 · TB
Terjemahan Baru
“Gubernur itu mengatakan, 'Aku mau menguji kamu untuk mengetahui apakah kamu orang jujur: Seorang dari kamu harus tinggal; yang lain boleh pulang membawa gandum kepada keluargamu yang sedang menderita lapar.”Kejadian 42:33 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu penguasa itu berkata, ‘Buktikanlah kalau kalian memang orang jujur. Salah satu dari kalian harus tinggal, sedangkan yang lain boleh pulang membawa gandum untuk keluarga kalian.”Kejadian 42:33 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the man, the lord of the country, said unto us, Hereby shall I know that ye are true men; leave one of your brethren here with me, and take food for the famine of your households, and be gone:”Kejadian 42:33 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 42:33?
Yusuf, yang belum dikenal saudara-saudaranya, memberi syarat untuk membuktikan kejujuran mereka: tinggalkan satu saudara sebagai jaminan, bawa makanan untuk keluarga, dan bawa adik bungsu kepadanya.
Latar belakang
Syarat pejabat Mesir diceritakan ulang
Mereka menyampaikan kepada Yakub apa yang dikatakan pejabat Mesir: tinggalkan satu orang, ambil makanan untuk keluarga, dan buktikan kejujuranmu. Ini adalah bagian laporan yang paling strategis — mempersiapkan Yakub untuk permintaan yang akan mengikutinya.
Di mana
Kanaan (Hebron)
Tenda Yakub · laporan syarat yang tidak bisa dihindari
Kapan
~1876 SM
Zaman Leluhur Israel
Yang berbicara
Saudara-saudara Yusuf
Sepuluh kakak Yusuf yang melapor kepada Yakub
Kepada
Yakub
Patriark Israel yang mendengar syarat berat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֲדֹנֵי הָאָרֶץ
adonei ha'aretz · penguasa negeri itu
Tuan/penguasa negeri itu; cara mereka merujuk kepada Yusuf — dengan otoritas penuh, tanpa nama, menunjukkan bahwa mereka tidak mengenalinya.
הַנִּיחוּ
hannichu · tinggalkanlah
Tinggalkanlah, biarkanlah; perintah untuk meninggalkan satu saudara sebagai jaminan — tindakan yang sudah terjadi (Simeon).
הָרָעָב
hara'av · kelaparan
Kelaparan; alasan mengapa mereka pergi dan juga mengapa mereka harus patuh pada syarat yang berat ini.
'Penguasa' (adonei ha'aretz) berkata: 'tinggalkanlah' (hannichu) satu orang, ambil makanan untuk 'kelaparan' (hara'av) di rumahmu — syarat yang mereka sampaikan bukan sebagai pilihan, melainkan sebagai keharusan.
Tahukah kamu
Narasi ulang sebagai strategi persuasif
Dengan menceritakan ulang perkataan pejabat Mesir (bukan permintaan mereka sendiri), saudara-saudara secara implisit memfremkan situasi: ini bukan keinginan kami — ini perintah penguasa Mesir. Mereka memindahkan beban permintaan kepada otoritas eksternal.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 42:33
Kejadian 42:19
syarat aslinya di Mesir
“Jika kalian jujur, biarlah salah satu dari saudaramu tetap dikurung...”
Lukas 16:2
otoritas yang memberi syarat
“Lalu tuan itu memanggil dia dan berkata kepadanya, 'Apakah yang aku dengar tentang engkau?...'”
Markus 10:21
syarat yang menuntut pengorbanan
“Pergilah, juallah apa yang kaumiliki... lalu ikutlah Aku.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 42:33
✕ Sering dikira
Mereka mengubah cerita agar Yakub tidak marah
✓ Yang sebenarnya
Laporan ini akurat — mereka mengutip persis perintah pejabat Mesir tanpa modifikasi.
✕ Sering dikira
Syarat ini tidak mengikat karena bukan dari Allah
✓ Yang sebenarnya
Di mata saudara-saudara, ini adalah perintah yang mengikat dari otoritas tertinggi di negeri itu.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 42:33
Godaan dan ujian sering datang untuk menguji karakter kita. Dalam menghadapi ujian, kita perlu tetap tenang dan taat pada proses yang Tuhan izinkan, percaya bahwa Dia memegang kendali.
Tuhan, berikanlah kami ketekunan dan iman saat menghadapi ujian hidup, agar kami dapat belajar dan bertumbuh dalam Engkau. Amin.