Gandum sebanyak pasir di laut tidak terhitung
Kejadian 41:49
Mimpi Firaun dan Naiknya Yusuf
“Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, hingga dia berhenti menghitungnya karena sudah tidak terhitung.”Kejadian 41:49 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.”Kejadian 41:49 · TB
Terjemahan Baru
“Gandum yang dikumpulkannya itu begitu banyak sehingga Yusuf berhenti menakarnya, karena banyaknya seperti pasir di tepi laut.”Kejadian 41:49 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Hasil panen gandum yang dikumpulkan Yusuf begitu melimpah bagaikan pasir di laut sehingga jumlahnya tak dapat dihitung lagi.”Kejadian 41:49 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Joseph gathered corn as the sand of the sea, very much, until he left numbering; for it was without number.”Kejadian 41:49 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 41:49?
Ayat ini menggambarkan kelimpahan gandum yang luar biasa selama tujuh tahun masa subur di Mesir. Yusuf mengumpulkan dan menimbun makanan begitu banyaknya sehingga tidak terhitung lagi, seperti pasir di laut. Ini menunjukkan kebijaksanaan Yusuf dalam mengelola sumber daya dan mempersiapkan masa depan.
Latar belakang
Kelimpahan yang melampaui hitungan
Tujuh tahun pengumpulan menghasilkan stok yang begitu besar hingga tidak bisa dihitung. Penulis menggunakan perbandingan yang kaya makna: 'seperti pasir di laut'. Bagi pembaca Alkitab, perbandingan ini juga mengingatkan pada janji Allah kepada Abraham tentang keturunannya.
Di mana
Mesir (gudang-gudang di seluruh kota)
Gudang-gudang penuh · kelimpahan yang tidak terhitung
Kapan
~1886 SM
Yusuf di Mesir
Yang berbicara
Musa (penulis)
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat Allah yang baru keluar dari Mesir
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּצְבֹּר
vayitsvor · menimbun
Dan dia menimbun; dari kata yang sama yang digunakan di ayat 35 saat Yusuf menyarankan penimbunan — kini dilaksanakan.
כְּחֹול הַיָּם
kechol hayam · seperti pasir di laut
Seperti pasir laut; idiom Ibrani untuk jumlah yang tidak terhitung, sangat banyak.
חָדַל לִסְפֹּר
chadal lisfor · berhenti menghitungnya
Berhenti menghitung; bukan karena malas tapi karena benar-benar melampaui kemampuan untuk dihitung.
Detail 'berhenti menghitung karena tidak terhitung' adalah sentuhan narasi yang hidup — menunjukkan bahwa kelimpahan ini jauh melampaui kapasitas pencatatan yang ada. Allah menyediakan lebih dari yang bisa dibayangkan.
Tahukah kamu
Perbandingan pasir di laut adalah hiperbola penekanan
Dalam sastra Ibrani, 'seperti pasir di laut' adalah idiom standar untuk jumlah yang sangat besar dan tidak terhitung. Frasa ini juga muncul dalam janji Allah kepada Abraham (Kejadian 22:17) dan deskripsi tentara Firaun (Keluaran 14:27). Pembaca Ibrani akan langsung mengenali besarnya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 41:49
Kejadian 22:17
pasir di laut sebagai gambaran kelimpahan tak terhitung
“Sesungguhnya Aku akan memberkatimu dengan berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu berlipat ganda seperti bintang di langit dan seperti pasir yang ada di tepi laut.”
Maleakhi 3:10
berkat yang melampaui kapasitas tampung
“sampai tidak ada tempat lagi untuk menerimanya”
Efesus 3:20
Allah memberi lebih dari yang bisa dibayangkan
“Bagi Dia yang mampu melakukan jauh lebih banyak dari semua yang kita doakan atau pikirkan, menurut kuasa yang bekerja di dalam kita.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 41:49
✕ Sering dikira
"Tidak bisa dihitung berarti sistem pencatatannya buruk"
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah gambaran hiperbola yang menekankan betapa luar biasanya jumlah yang terkumpul — bukan kritik terhadap sistem administrasi Yusuf.
✕ Sering dikira
"Perbandingan pasir di laut berlebihan"
✓ Yang sebenarnya
Dalam sastra Ibrani, ini adalah cara standar untuk menyampaikan jumlah yang sangat besar. Penulis tidak berlebihan — dia menggunakan idiom yang dikenal pembaca.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 41:49
Masa kelimpahan adalah waktu untuk menabung dan mempersiapkan diri menghadapi masa sulit, baik secara finansial maupun emosional. Bijaksanalah dalam mengelola berkat yang Tuhan berikan, supaya kita dapat menjadi berkat bagi orang lain saat mereka membutuhkan.
Tuhan, ajari kami untuk bijak mengelola berkat-Mu, agar kami dapat menjadi saluran berkat bagi sesama, Amin.