Peras Anggur ke Piala Firaun
Kejadian 40:11
Mimpi di Balik Jeruji
“Pada saat itu, di tanganku ada piala Firaun, lalu aku memetik buah anggur itu dan memerasnya ke dalam piala Firaun. Kemudian, aku memberikan piala itu ke tangan Firaun.””Kejadian 40:11 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan di tanganku ada piala Firaun. Buah anggur itu kuambil, lalu kuperas ke dalam piala Firaun, kemudian kusampaikan piala itu ke tangan Firaun."”Kejadian 40:11 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu saya sedang memegang gelas minuman raja, jadi saya ambil buah anggur itu dan saya peras ke dalam gelas raja, lalu saya hidangkan kepadanya."”Kejadian 40:11 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Saat itu saya sedang memegang gelas minum raja. Saya memetik beberapa buah anggur dan memerasnya ke dalam gelas itu, lalu saya hidangkan kepada raja.””Kejadian 40:11 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Pharaoh’s cup was in my hand: and I took the grapes, and pressed them into Pharaoh’s cup, and I gave the cup into Pharaoh’s hand.”Kejadian 40:11 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 40:11?
Dalam mimpi, juru minuman memetik buah anggur, memerasnya ke piala Firaun, dan memberikannya kepada Firaun. Ini menggambarkan tugasnya yaitu melayani raja. Mimpi itu menunjukkan ia kembali berfungsi dalam perannya, dan Yusuf akan menafsirkannya sebagai pemulihan.
Latar belakang
Kembali ke Tangan Firaun
Klimaks mimpi itu adalah tindakan familiar: memetik anggur, memeras ke dalam piala Firaun, dan memberikannya ke tangan Firaun. Juru minuman itu sedang memimpikan pekerjaannya yang dulu — dan itu adalah tanda yang sangat baik. Mimpi tentang kembali ke rutinitas sebelum dipenjara.
Di mana
Mesir (Mesir Kuno)
Di dalam penjara · mimpi tentang kembali ke pekerjaan lama
Kapan
~1700 SM
Yusuf di Mesir
Yang berbicara
Kepala Juru Minuman
Pejabat senior Firaun yang dipenjara karena kesalahan
Kepada
Yusuf
Anak Yakub, tahanan yang dikaruniai kemampuan menafsirkan mimpi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
כּוֹס
kos · piala
Cawan atau piala — alat minum kerajaan yang dalam konteks ini melambangkan jabatan dan kepercayaan yang diemban sang juru minuman.
וָאֶשְׂחַט
va'eschath · memerasnya
Memeras atau menghancurkan buah untuk mengambil sarinya — tindakan inti dari pekerjaan seorang juru minuman.
עַל־כַּף פַּרְעֹה
'al-kaf Par'oh · ke tangannya
Secara harfiah 'ke telapak tangan Firaun' — detail yang sangat spesifik dan personal, menunjukkan kedekatan dan kepercayaan.
Dari 'piala' (kos) yang diperas (va'eschath) langsung 'ke telapak tangan' (kaf) Firaun — tiga elemen ini adalah gambaran restorasi penuh. Mimpi ini bukan sekadar nostalgis, tapi profetik.
Tahukah kamu
Piala Firaun — Artefak Budaya Tinggi
Piala minuman raja di Mesir kuno biasanya terbuat dari emas atau perak berbentuk lotus atau papirus — simbol keagungan dan keilahian. Memberikan piala 'ke tangan Firaun' adalah ungkapan yang sangat formal dan bermartabat tinggi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 40:11
Nehemia 2:1
juru minuman menyajikan piala
“Dalam bulan Nisan, tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika minuman anggur ada di hadapanku, aku mengambil anggur itu dan memberikannya kepada raja.”
Mazmur 23:5
piala sebagai berkat
“Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.”
Markus 14:36
simbolisme cawan/piala
“Kata-Nya: 'Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 40:11
✕ Sering dikira
Juru minuman hanya minum sendiri dalam mimpinya
✓ Yang sebenarnya
Dia memeras anggur dan memberikannya kepada Firaun — ini tentang melayani raja, bukan menikmati sendiri.
✕ Sering dikira
Piala itu milik juru minuman
✓ Yang sebenarnya
Piala itu adalah 'piala Firaun' — milik raja yang dipercayakan kepada sang juru minuman.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 40:11
Kadang kita diberi gambaran tentang pemulihan melalui cara yang tidak terduga. Tetaplah setia dalam pelayanan kecil, karena Allah bisa memakai itu untuk menggenapi rencana-Nya.
Bapa, ajar aku setia dalam tugasku sehari-hari, karena aku percaya Engkau bekerja memulihkan dan memakai hidupku. Amin.