Anak-anak Yakub datang ke mayat-mayat itu dan menjarah kota karena adik perempuan mereka dinodai
Kejadian 34:27
Dina di Sikhem
“Anak-anak Yakub mendatangi mereka yang terbunuh itu dan menjarah kota itu karena mereka telah menodai adik perempuannya.”Kejadian 34:27 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian datanglah anak-anak Yakub merampasi orang-orang yang terbunuh itu, lalu menjarah kota itu, karena adik mereka telah dicemari.”Kejadian 34:27 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah pembantaian itu, anak-anak Yakub yang lain merampok kota itu sebagai balas dendam karena adik mereka telah dinodai kehormatannya.”Kejadian 34:27 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sesudah pembantaian itu, anak-anak Yakub yang lain menjarah kota sebagai pembalasan karena saudara perempuan mereka sudah dinodai.”Kejadian 34:27 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The sons of Jacob came upon the slain, and spoiled the city, because they had defiled their sister.”Kejadian 34:27 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 34:27?
Setelah membunuh, anak-anak Yakub menjarah kota itu sebagai bentuk hukuman karena adik mereka telah dinodai. Mereka mengambil semua harta benda sebagai kompensasi atas penghinaan yang mereka rasakan.
Latar belakang
Penjarahan kota oleh anak-anak Yakub
Setelah Simeon dan Lewi membunuh semua laki-laki dan membawa Dina keluar, anak-anak Yakub lainnya datang ke mayat-mayat itu dan menjarah kota. Narasi menyebut motivasi: 'karena mereka telah menodai adik perempuannya.' Tapi penjarahan ini melampaui batas pembalasan yang proporsional — mereka mengambil segala sesuatu dari kota yang sudah tak berdaya. Kemarahan atas Dina menjadi pembenaran untuk tindakan yang jauh melampaui keadilan.
Di mana
Kota Sikhem
Kota yang sudah penuh mayat — kini dijarah oleh anak-anak Yakub
Kapan
~1737 SM
Peristiwa Dina di Sikhem
Yang berbicara
Narasi
Penulis Kejadian yang melaporkan tindakan anak-anak Yakub lainnya setelah pembantaian Simeon-Lewi
Kepada
Pembaca
Yang melihat eskalasi: dari dua orang yang membunuh ke semua anak-anak yang menjarah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיָּבֹזּוּ אֶת הָעִיר
vayyavozu et ha'ir · menjarah kota itu
Dan mereka menjarah kota itu — vayyavozu (dari bazaz = merampas, menjarah; qal wayyiqtol = dan mereka menjarah; 'bazaz' adalah kata untuk penjarahan harta setelah perang atau kekalahan; digunakan dalam konteks perang yang sah [Bil. 31:9] dan dalam konteks penjarahan yang dikritik [Yes. 10:6]); et ha'ir (kota itu; partikel objek + ha'ir = kota yang sudah diketahui = Sikhem; penjarahan total kota yang sudah dalam keadaan tak berdaya setelah pembantaian laki-lakinya)
אֲשֶׁר טִמְּאוּ אֲחוֹתָם
asher timme'u achotam · karena mereka telah menodai adik perempuannya
Karena mereka menodai adik perempuan mereka — asher (karena/yang; penghubung kausal); timme'u (dari tame = najis; piel perfek jamak = mereka menajiskan/menodai; kata yang sama dari ayat 5 [timme et Dinah]; 'timme'u' = mereka menodai = menajiskan secara sosial dan moral); achotam (adik perempuan mereka; dari achot = adik perempuan + sufiks jamak = adik perempuan mereka; motivasi dicatat bersama tindakan — pembenaran yang nyata untuk tindakan yang melampaui proporsi)
עַל הַחֲלָלִים
al hachalolim · mendatangi mereka yang terbunuh
Kepada/atas mereka yang terbunuh — al (kepada, atas; preposisi menunjukkan posisi); hachalolim (dari chalal = melubangi, membunuh; qal pasif partisip jamak = mereka yang telah dibunuh/terluka; kata yang kuat untuk orang yang tewas dalam pertempuran; 'al hachalolim' = mendatangi tempat di mana mayat-mayat ada = datang ke medan yang sudah penuh mayat)
'Vayyavozu et ha'ir asher timme'u achotam' (mereka menjarah kota itu karena mereka menodai adik perempuan mereka). Kemarahan yang sah atas Dina ('asher timme'u achotam') menjadi pembenaran untuk tindakan yang semakin luas: dari membunuh pelaku (Sikhem) ke membantai semua laki-laki ke menjarah seluruh kota. Jarak antara 'keadilan' dan 'pembalasan yang melampaui batas' semakin tipis.
Tahukah kamu
Kata 'vayavuzu' (menjarah) terhubung dengan praktik 'cherem' dalam perang Israel
Dalam perang Israel kemudian, 'penjarahan' (baz/vayavuzu) bisa menjadi bagian dari 'cherem' (persembahan pemusnahan kepada Allah) atau hak prajurit yang sah atas kemenangan perang. Tapi di sini tidak ada perintah ilahi, tidak ada konteks perang yang sah. Penjarahan kota Sikhem adalah tindakan yang dilakukan oleh keluarga yang marah — bukan tentara yang menjalankan perintah ilahi. Yakub kemudian mengkritik ini (34:30).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 34:27
Bilangan 31:9
penjarahan setelah perang
“Orang Israel mengambil semua perempuan Midian sebagai tawanan, juga anak-anak kecil mereka; semua ternak, kawanan binatang, dan semua harta mereka dirampas.”
Yosua 7:1
penjarahan yang melampaui perintah
“Tetapi orang Israel berubah setia dalam hal barang-barang yang dikhususkan itu; Akhan... mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu...”
Mikha 2:2
penjarahan dikritik nabi
“Mereka menginginkan ladang-ladang, lalu merampoknya; rumah-rumah, lalu mengambilnya. Mereka menindas orang dan keluarganya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 34:27
✕ Sering dikira
"Penjarahan kota oleh anak-anak Yakub adalah tindakan yang dibenarkan sebagai kompensasi atas Dina."
✓ Yang sebenarnya
Yakub tidak membenarkan penjarahan ini (34:30) dan menyebutnya sebagai tindakan yang 'menyusahkannya.' Kemarahan atas Dina adalah motivasi yang nyata, tapi motivasi yang nyata tidak selalu membenarkan setiap tindakan yang dilakukan atas namanya.
✕ Sering dikira
"'Menjarah karena adik dinodai' berarti anak-anak Yakub bertindak untuk Dina."
✓ Yang sebenarnya
Penjarahan harta tidak memulihkan trauma Dina. Anak-anak Yakub bertindak untuk kehormatan keluarga dan untuk pembalasan — bukan untuk pemulihan Dina secara personal. Narasi Dina sendiri sudah selesai di ayat 26; ayat 27-29 adalah tentang anak-anak Yakub, bukan tentang Dina.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 34:27
Keinginan untuk memiliki sesuatu seringkali berakar dari luka atau kemarahan. Evaluasilah motivasi di balik ambisi kita, apakah itu sehat atau berasal dari emosi negatif.
Tuhan, murnikanlah motivasi kami dan jauhkan kami dari sikap serakah yang lahir dari kepahitan, Amin.