Tiga hari kemudian — Simeon dan Lewi masuk kota dan membunuh semua laki-laki
Kejadian 34:25
Dina di Sikhem
“Tiga hari kemudian, sewaktu mereka masih kesakitan, dua orang dari anak laki-laki Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, mengambil pedangnya masing-masing, dan memasuki kota itu dengan berani, lalu mereka membunuh semua laki-laki itu.”Kejadian 34:25 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, setelah masing-masing mengambil pedangnya, menyerang kota itu dengan tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki.”Kejadian 34:25 · TB
Terjemahan Baru
“Tiga hari kemudian, ketika orang-orang lelaki itu masih kesakitan karena disunat, dua anak Yakub, yaitu abang Dina yang bernama Simeon dan Lewi, mengambil pedang mereka, lalu diam-diam masuk ke dalam kota. Kemudian mereka membunuh semua orang laki-laki di situ,”Kejadian 34:25 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi pada hari ketiga, ketika orang-orang yang disunat itu masih kesakitan, dua anak Yakub yakni Simeon dan Lewi— yang adalah kakak kandung Dina— membawa pedang mereka dan menyerang kota itu secara tiba-tiba serta membantai semua laki-laki di sana.”Kejadian 34:25 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And it came to pass on the third day, when they were sore, that two of the sons of Jacob, Simeon and Levi, Dinah’s brethren, took each man his sword, and came upon the city boldly, and slew all the males.”Kejadian 34:25 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 34:25?
Simeon dan Lewi menunggu hingga hari ketiga setelah orang-orang Sikhem disunat, saat mereka masih dalam keadaan sakit, lalu menyerang kota itu dan membunuh semua laki-laki. Ini adalah tindakan balas dendam yang kejam atas pemerkosaan adik mereka, Dina.
Latar belakang
Hari ketiga: pembantaian Simeon dan Lewi
Tepat pada hari ketiga setelah sunat — ketika rasa sakit pasca sunat paling intens — Simeon dan Lewi mengambil pedang dan memasuki kota. Mereka membunuh semua laki-laki. Pemilihan hari ketiga bukan kebetulan: dalam tradisi Timur Dekat Kuno dan pengalaman medis, hari ketiga adalah puncak peradangan dan kesakitan pasca operasi, membuat laki-laki yang baru disunat paling lemah dan paling tidak bisa melawan. Jebakan sunat terbukti efektif secara militer.
Di mana
Kota Sikhem, Kanaan
Kota yang sunyi kesakitan · hari ketiga pasca sunat massal
Kapan
~1737 SM
Peristiwa Dina di Sikhem
Yang berbicara
Narasi
Penulis Kejadian yang mencatat pembantaian dengan detail yang dingin dan tanpa komentar moral langsung
Kepada
Pembaca
Yang membaca dengan ngeri: hari ketiga setelah sunat adalah hari paling menyakitkan fisik — dan itulah yang dipilih Simeon dan Lewi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיְהִי בַיּוֹם הַשְּׁלִישִׁי
vayehi bayom hashelishi · tiga hari kemudian
Dan terjadilah pada hari ketiga — vayehi (dari hayah = ada/terjadi; wayyiqtol = dan terjadilah; formula narasi yang sering membuka momen penting); bayom (pada hari; preposisi be + yom = hari); hashelishi (ketiga; dari shalosh = tiga; ordinal = yang ketiga; 'bayom hashelishi' = hari ketiga yang secara medis adalah puncak peradangan pasca sunat)
בִּהְיוֹתָם כֹּאֲבִים
bihyotam ko'avim · sewaktu mereka masih kesakitan
Ketika mereka dalam keadaan kesakitan — bihyotam (ketika mereka ada/berada; preposisi be + infinitif dari hayah + sufiks = ketika mereka sedang); ko'avim (dari ka'av = sakit, nyeri; qal partisip jamak = mereka yang sedang kesakitan; 'ko'avim' = dalam keadaan kesakitan intens; narasi secara eksplisit menyebut kesakitan sebagai konteks pembantaian — tipu daya sunat terbukti efektif)
אִישׁ חַרְבּוֹ
ish charbo · mengambil pedangnya masing-masing
Masing-masing dengan pedangnya — ish (laki-laki, masing-masing; 'ish' dalam konteks distribusi = masing-masing); charbo (pedangnya; dari cherev = pedang + sufiks = pedangnya; 'ish charbo' = masing-masing dengan pedangnya sendiri; penggambaran konkret dua orang yang bersenjata dan bergerak bersama ke kota yang tidak berdaya)
'Bihyotam ko'avim' (ketika mereka kesakitan) adalah inti dari jebakan: Simeon dan Lewi memilih momen paling lemah secara fisik untuk menyerang. 'Bayom hashelishi' (hari ketiga) bukan kebetulan — ini adalah puncak kesakitan pasca sunat. Tipu daya sunat (34:13-15) terbukti efektif sebagai strategi militer yang kejam.
Tahukah kamu
Hari ketiga dalam tradisi Alkitab sering menjadi hari penentu
Bilangan tiga dan 'hari ketiga' memiliki signifikansi naratif dalam Alkitab: Abraham melihat Moria pada hari ketiga perjalanan (22:4), Yusuf melepaskan saudaranya dari penjara pada hari ketiga (42:18), Ester maju kepada raja pada hari ketiga (Ester 5:1), dan Yesus bangkit pada hari ketiga (Luk. 24:7). Di sini, 'hari ketiga' adalah hari pembantaian — penggunaan yang gelap dari pola naratif yang biasanya menjadi hari pemulihan atau keajaiban.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 34:25
Kejadian 49:5-7
Yakub mengutuk tindakan Simeon dan Lewi ini di ranjang kematiannya
“Simeon dan Lewi bersaudara; pedang mereka adalah senjata kekerasan. Janganlah aku turut dalam persekutuan mereka... terkutuklah kemarahan mereka, sebab kemarahan itu ganas...”
2 Samuel 3:27
pembunuhan dengan tipu daya serupa
“Ketika Abner kembali ke Hebron, Yoab mengajak dia ke samping pintu gerbang, seolah-olah mau berbicara dengan dia secara tersembunyi, lalu menikamnya di sana pada lambungnya...”
Roma 12:19
pembalasan yang diambil ke tangan sendiri
“Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 34:25
✕ Sering dikira
"Simeon dan Lewi bertindak atas nama keadilan untuk Dina."
✓ Yang sebenarnya
Motivasi mereka adalah pembalasan atas kehormatan keluarga, bukan keadilan yang proporsional. Membunuh seluruh laki-laki kota — termasuk yang tidak terlibat dalam kekerasan terhadap Dina — adalah respons yang melampaui keadilan. Yakub sendiri mengutuk tindakan ini (34:30) dan mengulangi kutukan di ranjang kematiannya (49:5-7).
✕ Sering dikira
"Hanya Simeon dan Lewi yang bertindak berarti anak-anak lain tidak ikut bertanggung jawab."
✓ Yang sebenarnya
Ayat 27 menunjukkan anak-anak Yakub lainnya ikut menjarah kota setelah pembantaian. Simeon dan Lewi adalah eksekutor pembunuhan, tapi rencana tipu daya (34:13-17) tampaknya disusun bersama — semua berbicara dengan tipu daya di ayat 13.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 34:25
Kemarahan yang dibiarkan dapat memicu tindakan yang merusak. Belajarlah untuk mengelola emosi dengan bijak, jangan sampai kita melakukan hal yang kita sesali karena amarah sesaat.
Tuhan, ajari kami mengendalikan amarah agar kami tidak bertindak gegabah dan merusak, Amin.