Yakub berkata: tidak! Terimalah hadiah ini — sebab aku melihat wajahmu bagaikan aku melihat wajah Allah dan engkau berkenan kepadaku
Kejadian 33:10
Yakub Menemui Esau
“Yakub berkata, “Tidak! Aku mohon, jika pada saat ini aku memperoleh kemurahan di matamu, terimalah hadiah dari tanganku ini. Sebab, aku telah melihat wajahmu bagaikan aku telah melihat wajah Allah, dan engkau berkenan kepadaku.”Kejadian 33:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi kata Yakub: "Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkaupun berkenan menyambut aku.”Kejadian 33:10 · TB
Terjemahan Baru
“Kata Yakub, "Jangan! Jika saya telah menyenangkan hati Abang, terimalah persembahan saya ini. Bagiku, melihat wajah Abang sama dengan melihat wajah Allah, karena Abang begitu ramah kepada saya.”Kejadian 33:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi jawab Yakub, “Jangan! Kalau memang Tuan sudah berbaik hati dan mau menerima aku kembali, mohon terimalah pemberianku. Aku sangat senang melihat wajah Tuan lagi, rasanya seperti sedang melihat wajah Allah.”Kejadian 33:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Jacob said, Nay, I pray thee, if now I have found grace in thy sight, then receive my present at my hand: for therefore I have seen thy face, as though I had seen the face of God, and thou wast pleased with me.”Kejadian 33:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 33:10?
Yakub mendesak Esau untuk menerima hadiahnya sambil berkata bahwa melihat wajah Esau seperti melihat wajah Allah, karena Esau telah berkenan kepadanya. Ini mengungkapkan kelegaan dan rasa syukur Yakub atas penerimaan Esau.
Latar belakang
Vayyomer Yaaqov al na im matsa'ti chen be'einekha velaqachta minchati miyaddi ki al ken raiti fanekha kiriot penei Elohim vatirtseleni
'Al na im matsa'ti chen be'einekha velaqachta minchati miyaddi' — tidak! Aku mohon, jika aku menemukan kemurahan di matamu, terimalah persembahanku dari tanganku ini. Alasannya: 'ki al ken raiti fanekha kiriot penei Elohim vatirtseleni' = sebab itulah maka aku melihat wajahmu bagaikan aku melihat wajah Allah, dan engkau berkenan kepadaku. Kalimat yang mengguncang: 'raiti fanekha kiriot penei Elohim' = aku melihat wajahmu seperti aku melihat wajah Allah. Kemarin Yakub menamai Peniel 'aku melihat Allah muka dengan muka' (32:30). Hari ini dia melihat wajah Esau — dan pengalaman itu terasa sama: gentar dan lega sekaligus.
Di mana
Tempat pertemuan
Yakub mendesak Esau menerima hadiah sambil mengucapkan kalimat yang menghubungkan dua perjumpaan 'wajah dengan wajah': Peniel (32:30) dan pertemuan dengan Esau
Kapan
Sekitar 1737 SM
Yakub mendesak Esau menerima hadiah dengan argumen teologis paling mengejutkan dalam pasal ini
Yang berbicara
Yakub
Yang menolak penolakan Esau dengan alasan yang paling tidak terduga dan paling teologis: melihat wajah Esau seperti melihat wajah Allah
Kepada
Esau
Yang mendengar perbandingan yang luar biasa: wajahnya disamakan dengan wajah Allah yang Yakub lihat di Peniel — kemarin
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָאִיתִי פָנֶיךָ כִּרְאוֹת פְּנֵי אֱלֹהִים
raiti fanekha kiriot penei Elohim · melihat wajahmu bagaikan melihat wajah Allah
Aku melihat wajahmu seperti melihat wajah Allah — raiti (dari ra'ah = melihat; qal perfek orang pertama = aku telah melihat; tindakan yang baru saja terjadi); fanekha (wajahmu; dari panim = wajah + sufiks = wajahmu; kata yang sama dengan Peniel [panim el panim] dan dengan 'panav' dalam pesan Yakub [akhapperah panav]; wajah sebagai representasi kehadiran dan disposisi seseorang); kiriot (seperti melihat; 'ke-' = seperti + ri'ot dari ra'ah = melihat; 'kiriot' = seperti penglihatan/seperti melihat; perbandingan: melihat wajah Esau SEPERTI melihat wajah Allah); penei Elohim (wajah Allah; 'penei' = wajah [konstruk] + Elohim = Allah; 'penei Elohim' = hadirat Allah yang Yakub alami di Peniel [32:30]; kini wajah Esau mengingatkan pengalaman itu).
וַתִּרְצֵנִי
vatirtseleni · dan engkau berkenan kepadaku
Dan engkau menerimaku/berkenan kepadaku — vatirtseleni (dari ratsah = berkenan, menerima dengan baik, puas; qal wayyiqtol dengan sufiks orang pertama = dan dia berkenan kepadaku/menerimaku; 'ratsah' dalam konteks ibadah = Allah berkenan akan persembahan; di sini: Esau berkenan akan kedatangan Yakub = menerimanya = menerima Yakub kembali; kata yang menggabungkan nuansa penerimaan dan kelegaan; Yakub yang kemarin 'mungkin dia akan menerima' [ulai yissa fanai, 32:20] kini mengalami: 'vatirtseleni' = dia menerimaku).
Ki raiti fanekha kiriot penei Elohim vatirtseleni (sebab aku telah melihat wajahmu bagaikan melihat wajah Allah dan engkau menerimaku). Raiti fanekha kiriot penei Elohim — wajah Esau = wajah Allah: dua perjumpaan yang terjalin; Peniel mempersiapkan Yakub untuk melihat bahkan musuh manusiawi sebagai jendela kasih Allah. Vatirtseleni — 'dan dia menerimaku': kata tunggal yang merangkum semua harapan Yakub semalam; 'ulai yissa fanai' (mungkin dia akan menerima, 32:20) kini terwujud.
Tahukah kamu
Yakub yang kemarin di Peniel berkata 'aku melihat Allah muka dengan muka dan nyawaku diselamatkan' (32:30) kini mengatakan melihat wajah Esau 'bagaikan melihat wajah Allah' — dua pengalaman 'wajah' yang terangkai: perjumpaan dengan yang ilahi di Peniel mempersiapkan perjumpaan dengan yang manusiawi dan memberinya bingkai untuk memahaminya
Koneksi eksplisit antara dua 'penglihatan wajah': Peniel (32:30: 'raiti Elohim panim el panim' = aku melihat Allah muka dengan muka) dan wajah Esau (33:10: 'raiti fanekha kiriot penei Elohim' = melihat wajahmu bagaikan melihat wajah Allah). Kata 'raiti' (aku melihat) dan 'panim/fanekha' (wajah) muncul di keduanya. Yakub tidak menyamakan Esau dengan Allah — dia mendeskripsikan pengalaman emosionalnya: bertemu Esau setelah 20 tahun ketakutan terasa segan dan lega seperti bertemu Allah di Peniel. Keduanya: datang dengan gentar, pulang dengan lega.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 33:10
Kejadian 32:30
'Raiti fanekha kiriot penei Elohim' (33:10) secara langsung merujuk ke pengalaman Peniel (32:30: 'raiti Elohim panim el panim'); dua perjumpaan 'wajah' yang dihubungkan oleh Yakub sendiri; malam di Peniel memberikan kerangka untuk memahami pertemuan dengan Esau
“Jadi, Yakub menamakan tempat itu Pniel, katanya, 'Aku telah bertemu Allah, muka dengan muka, tetapi nyawaku diselamatkan.'”
1 Yohanes 4:20
Yakub melihat wajah Allah dalam wajah Esau (33:10) adalah intuisi yang selaras dengan 1 Yohanes 4:20 dalam arah yang berlawanan: yang mengasihi saudara yang dilihat juga mengasihi Allah yang tak terlihat; kehadiran Allah bisa dialami melalui penerimaan sesama manusia
“Jikalau seorang berkata: 'Aku mengasihi Allah,' dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.”
Matius 25:40
Yakub yang melihat wajah Allah dalam wajah Esau (33:10) mencerminkan prinsip Matius 25:40: apa yang dilakukan kepada sesama manusia adalah kepada Kristus; wajah manusia sebagai cermin wajah ilahi
“'Sungguh, aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 33:10
✕ Sering dikira
"'Aku melihat wajahmu bagaikan wajah Allah' berarti Yakub menyembah Esau atau menganggap Esau adalah Allah."
✓ Yang sebenarnya
Yakub menggunakan perbandingan pengalaman emosional, bukan pernyataan teologis tentang identitas Esau. Dia mendeskripsikan bahwa melihat Esau yang menerima membangkitkan perasaan yang sama dengan melihat Allah di Peniel: gentar dan lega yang sangat dalam. Ini adalah bahasa pengalaman, bukan dogma.
✕ Sering dikira
"Yakub mendesak Esau menerima hadiah karena takut Esau akan marah jika menolak."
✓ Yang sebenarnya
Alasan yang Yakub berikan sangat berbeda dari ketakutan: 'karena aku melihat wajahmu seperti wajah Allah.' Ini adalah kalimat yang penuh keharuan dan syukur, bukan kalimat yang lahir dari ketakutan. Yakub mendesak bukan karena takut tapi karena dia ingin hadiahnya menjadi ekspresi konkret dari rekonsiliasi yang sudah terjadi.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 33:10
Ketika kita mengalami rekonsiliasi, itu adalah momen yang sangat berharga, bagaikan melihat kasih Allah. Hargai dan rayakan momen tersebut, dan jangan ragu untuk mengungkapkan rasa syukur kita.
Tuhan, terima kasih untuk momen-momen rekonsiliasi yang membawa damai. Amin.