Di ladang yang dibelinya dari orang-orang Het, Abraham dikuburkan bersama Sara
Kejadian 25:10
Akhir Hidup Abraham
“Di ladang yang dibelinya dari orang-orang Het inilah Abraham dikuburkan bersama dengan istrinya, Sara.”Kejadian 25:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“yang telah dibeli Abraham dari bani Het; di sanalah terkubur Abraham dan Sara isterinya.”Kejadian 25:10 · TB
Terjemahan Baru
“tetapi sudah dibeli oleh Abraham dari orang Het itu. Sara, istri Abraham, juga dikuburkan di sana.”Kejadian 25:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“(25:9)”Kejadian 25:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“The field which Abraham purchased of the sons of Heth: there was Abraham buried, and Sarah his wife.”Kejadian 25:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 25:10?
Ayat ini menegaskan bahwa Abraham dikuburkan di ladang yang ia beli dari orang Het, bersama istrinya Sara. Ini menunjukkan bahwa janji Allah tentang tanah Kanaan mulai digenapi, karena Abraham memiliki tempat pemakaman di sana.
Latar belakang
Asher qanah Avraham me'et benei Chet: ladang yang Abraham beli dari orang Het — milik yang sah
'Hasadeh asher qanah Avraham me'et benei Chet shammah qubar Avraham veSarah ishto' — ladang yang Abraham beli dari orang-orang Het, di sana Abraham dikuburkan dan Sara istrinya. Kalimat penutup yang sederhana tapi kaya makna. Dua hal yang ditegaskan: (1) status legal tanah — 'yang dibeli dari orang Het'; ini adalah tanah yang Abraham miliki secara sah, bukan tanah pinjaman atau sementara di tanah orang lain. Dan (2) Sara disebutkan — 'dan Sara istrinya'. Mereka berdua bersama di sana. Cinta yang dimulai dengan perjalanan panjang dari Ur-Kasdim berakhir dalam kebersamaan di tanah yang dijanjikan.
Di mana
Gua Makhpela, Hebron
Abraham dan Sara bersama-sama di tanah yang dibeli Abraham dengan harga penuh
Kapan
Sekitar 1813 SM
Akhir narasi penguburan Abraham — bersama Sara di tanah perjanjian yang dibeli
Yang berbicara
Narator
Yang menutup narasi kematian Abraham dengan pengingat tentang status legal tanah Makhpela — dan tentang Sara
Kepada
Pembaca narasi yang mengingat transaksi pembelian di pasal 23
Yang melihat lingkaran yang menutup: Abraham yang beli tanah untuk Sara kini berbaring di sana bersama Sara
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הַשָּׂדֶה אֲשֶׁר קָנָה אַבְרָהָם מֵאֵת בְּנֵי חֵת
hasadeh asher qanah Avraham me'et benei Chet · ladang yang dibelinya dari orang-orang Het
Ladang yang Abraham beli dari orang-orang Het — hasadeh (ladang itu; dari sadeh = ladang + artikel); asher (yang; relatif); qanah (dari qanah = membeli, memperoleh; qal perfek orang ketiga maskulin = yang dia beli); Avraham (Abraham; pembeli); me'et (dari; partikel sumber = dari, dari tangan); benei Chet (orang-orang Het; dari benei = anak-anak dari + Chet = Het = orang-orang dari garis Chet = orang Het); referensi ke transaksi di pasal 23 yang dilakukan dengan harga penuh.
שָׁמָּה קֻבַּר אַבְרָהָם וְשָׂרָה אִשְׁתּוֹ
shammah qubar Avraham veSarah ishto · dikuburkan bersama Sara istrinya
Di sana dikuburkan Abraham dan Sara istrinya — shammah (di sana; dari sham = sana + directional he = ke sana, di sana); qubar (dikuburkan; dari qabar = menguburkan; qal pasif perfek orang ketiga maskulin = dia dikuburkan); Avraham (Abraham); veSarah (dan Sara; nama istri Abraham yang meninggal di pasal 23); ishto (istrinya; dari ishah = istri + sufiks = istrinya); penutup yang menghadirkan kebersamaan: Abraham dan Sara bersama di tanah yang dijanjikan.
Hasadeh asher qanah Avraham me'et benei Chet shammah qubar Avraham veSarah ishto (ladang yang Abraham beli dari orang-orang Het di sana dikuburkan Abraham dan Sara istrinya). Asher qanah Avraham — yang Abraham beli, status legal yang ditegaskan kembali; tanah perjanjian yang dimiliki secara sah oleh Abraham. Shammah qubar Avraham veSarah ishto — di sana dikuburkan Abraham dan Sara istrinya, penutup yang indah: suami dan istri bersama di satu-satunya tanah yang mereka miliki di tanah yang dijanjikan.
Tahukah kamu
Satu-satunya tanah yang Abraham miliki di Kanaan — dan dia pilih untuk berbagi dengan Sara
Abraham adalah pendatang di Kanaan sepanjang hidupnya — tinggal di tenda, bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Satu-satunya transaksi pembelian tanah yang tercatat adalah pembelian Gua Makhpela di pasal 23, khusus untuk menguburkan Sara. Dan tanah satu-satunya itu kini menjadi tempat Abraham sendiri dikuburkan. Ada sesuatu yang indah dan bermakna dalam hal ini: satu-satunya properti Abraham di tanah yang dijanjikan adalah tempat di mana dia akan berbaring bersama istrinya. Kepemilikan tanah yang minimalis dari seorang patriark yang percaya bahwa tanah itu akan menjadi warisan keturunannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 25:10
Kejadian 23:17-20
27:10 menegaskan kembali status legal tanah yang sudah diatur di pasal 23; pembeli yang sama (Abraham), penjual yang sama (orang Het), lokasi yang sama (Makhpela/Mamre); lingkaran naratif menutup: dari pembelian di pasal 23 untuk menguburkan Sara, kini Abraham sendiri dikuburkan di sana di pasal 25
“Demikianlah ladang Efron, yang di Makhpela... ladang itu beserta guanya dan semua pohon yang ada di ladang itu menjadi milik Abraham di depan orang-orang Het...”
Ibrani 11:9-10
Abraham yang seluruh hidupnya hidup di tenda di tanah yang dijanjikan (Ibr. 11:9-10) dan satu-satunya tanah yang dia miliki adalah tempat penguburan (25:10) adalah gambaran nyata dari iman yang tidak menggenggam kepemilikan duniawi tapi menantikan 'kota yang mempunyai dasar yang dibangun Allah'
“Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing, di dalam kemah-kemah, serta Ishak dan Yakub... sebab ia menantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.”
Wahyu 21:3
Abraham dan Sara yang 'bersama' dalam kematian di tanah yang dijanjikan (25:10) adalah gambaran awal dari 'kemah Allah di tengah manusia' — kebersamaan yang tidak berakhir; kehidupan dan kematian Abraham menunjukkan bahwa kebersamaan dengan Allah dan sesama adalah inti dari perjalanan iman, bukan kepemilikan tanah atau harta
“Dan aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: 'Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 25:10
✕ Sering dikira
"Dengan dikuburkan di tanah yang dibeli dari orang Het, Abraham secara hukum membuktikan bahwa Kanaan sudah menjadi milik Israel."
✓ Yang sebenarnya
Satu petak ladang di Makhpela bukan klaim legal atas seluruh Kanaan. Abraham sendiri mengakui dirinya sebagai 'pendatang' (ger vetoshav, 23:4) di hadapan orang Het. Pembelian Makhpela adalah untuk keperluan penguburan, bukan klaim teritorial. Warisan Israel atas Kanaan datang dari janji Allah, bukan dari transaksi pembelian Abraham.
✕ Sering dikira
"Penyebutan 'Sara istrinya' di akhir narasi penguburan Abraham menunjukkan Sara adalah satu-satunya istri Abraham yang sah secara rohani."
✓ Yang sebenarnya
Teks menyebut Sara di sini bukan untuk mendiskualifikasi Ketura atau Hagar tapi karena narasi penguburan ini secara fisik menempatkan Abraham di sisi Sara di Gua Makhpela. Sara yang sudah lebih dulu ada di sana (23:19) kini berbagi tempat dengan Abraham. Ini adalah keterangan lokasi, bukan pernyataan teologis tentang status pernikahan.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 25:10
Abraham membeli tanah itu sebagai tanda iman bahwa Allah akan memberikan seluruh Kanaan kepada keturunannya. Iman sejati sering kali diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti Abraham yang menanamkan masa depan keluarganya di tanah perjanjian. Apa yang kita lakukan hari ini untuk menunjukkan iman kita pada janji Allah?
Tuhan, berikan kami iman seperti Abraham, yang berani bertindak berdasarkan janji-Mu, sekalipun belum melihat penggenapannya. Tolong kami untuk hidup dengan keyakinan akan masa depan yang Engkau siapkan. Amin.