Abraham mengambil istri lagi, bernama Ketura
Kejadian 25:1
Akhir Hidup Abraham
“Kemudian, Abraham mengambil seorang istri lagi, bernama Ketura.”Kejadian 25:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Abraham mengambil pula seorang isteri, namanya Ketura.”Kejadian 25:1 · TB
Terjemahan Baru
“Abraham menikah lagi dengan seorang wanita yang bernama Ketura.”Kejadian 25:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Abraham mengambil lagi seorang istri bernama Ketura.”Kejadian 25:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then again Abraham took a wife, and her name was Keturah.”Kejadian 25:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 25:1?
Setelah Sara meninggal, Abraham menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Ketura. Ini menunjukkan bahwa Abraham masih hidup dan menjalani kehidupan yang normal setelah kehilangan istrinya.
Latar belakang
Vayyosef Avraham vayyiqach ishah: Abraham menambah dan mengambil istri
'Vayyosef Avraham vayyiqach ishah ushemah Qeturah' — Abraham menambah dan mengambil istri, dan namanya Ketura. Kata 'vayyosef' (menambah, melakukan lagi) menunjukkan ini adalah tindakan yang dilakukan setelah pernikahan sebelumnya. Kapan tepatnya Abraham menikahi Ketura tidak jelas — mungkin sebelum atau setelah kematian Sara. Beberapa penafsir Yahudi mengidentifikasi Ketura dengan Hagar yang kembali (1 Tawarikh 1:32 menyebut Ketura sebagai 'gundik' Abraham), sementara yang lain melihatnya sebagai perempuan berbeda. Yang jelas: Abraham tetap aktif dan hidup penuh bahkan di masa tuanya.
Di mana
Negeb, Kanaan
Setelah kematian Sara dan pernikahan Ishak · Abraham pada usia lanjut mengambil istri lagi
Kapan
Sekitar 1840-1835 SM
Masa akhir kehidupan Abraham setelah Ishak menikah dengan Ribka
Yang berbicara
Narator
Yang mencatat pernikahan ketiga Abraham — setelah Sara meninggal dan Ishak menikah
Kepada
Pembaca narasi
Yang mungkin terkejut: Abraham yang sudah sangat tua ternyata menikah lagi dan masih memiliki anak
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיֹּסֶף אַבְרָהָם וַיִּקַּח אִשָּׁה
vayyosef Avraham vayyiqach ishah · Abraham mengambil istri lagi
Dan Abraham menambah dan mengambil istri — vayyosef (dari yasaph = menambah, melanjutkan, melakukan lagi; qal konsekutif imperfek = dan dia menambah, dan dia melanjutkan); Avraham (Abraham; nama yang sudah berubah dari Avram di 17:5 menjadi Avraham); vayyiqach (dari laqach = mengambil; qal konsekutif imperfek = dan dia mengambil); ishah (perempuan, istri); 'vayyosef vayyiqach' = formulasi yang menunjukkan tindakan yang diambil tambahan setelah tindakan sebelumnya.
וּשְׁמָהּ קְטוּרָה
ushemah Qeturah · bernama Ketura
Dan namanya Ketura — ushemah (dan namanya; dari ve = dan + shem = nama + sufiks feminin = dan namanya); Qeturah (Ketura; dari qatar = menyalakan dupa, harum; nama yang mungkin berarti 'wangi seperti dupa' atau 'asap dupa'); perempuan yang tidak banyak diketahui latar belakangnya tapi melahirkan banyak keturunan yang mempengaruhi sejarah kawasan.
Vayyosef Avraham vayyiqach ishah ushemah Qeturah (dan Abraham menambah dan mengambil istri dan namanya Ketura). Vayyosef — menambah/melanjutkan, menunjukkan pernikahan ini terjadi setelah yang sebelumnya (Sara). Vayyiqach ishah — mengambil istri, tindakan aktif dari Abraham yang berusia lanjut. Qeturah — nama yang mungkin berarti wewangian, perempuan yang melahirkan bangsa-bangsa Arabia.
Tahukah kamu
Ketura: perempuan misterius yang melahirkan bangsa-bangsa Arabia
'Ketura' (dari qatar = wewangian, dupa) adalah nama yang hanya muncul dua kali dalam Alkitab Ibrani (Kej. 25:1 dan 1 Taw. 1:32-33). Keturunannya — terutama Midian dan anak-anaknya — menjadi bangsa-bangsa Arabia yang kemudian sering berinteraksi dengan Israel. Orang Midian yang membeli Yusuf (37:28), yang membantu Musa (Yitro, mertua Musa adalah orang Midian), dan yang kemudian menjadi musuh Israel di masa hakim-hakim — semuanya berasal dari garis Ketura. Abraham tidak hanya menjadi bapa bangsa Yahudi melalui Ishak tapi juga bapa banyak bangsa lain melalui Ketura.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 25:1
1 Tawarikh 1:32-33
Tawarikh menyebut Ketura sebagai 'gundik' Abraham sementara Kejadian 25:1 menyebutnya 'istri'; perbedaan ini mungkin menunjukkan status yang berbeda (menikah resmi vs. perjanjian yang lebih informal) atau mungkin penyebutan yang berbeda untuk situasi yang sama; 1 Taw. 1:32-33 memberikan daftar yang identik dengan Kej. 25:1-4
“Adapun anak-anak Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak, dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan Dedan.”
Roma 4:18-19
Abraham yang masih memiliki anak dengan Ketura di usia lanjut (25:1-2) adalah konfirmasi narasi dari apa yang Roma 4:18-19 deskripsikan — iman dan tubuh Abraham yang melampaui apa yang secara alami mungkin; Allah yang sudah memulihkan tubuh Abraham untuk Ishak (iman melalui Sara) rupanya terus mempertahankan vitalitas itu
“Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa... Imannya tidak menjadi lemah ketika ia memandang tubuhnya yang sudah sangat tua...”
Kejadian 17:5
Allah menjanjikan Abraham menjadi 'bapa sejumlah besar bangsa' (17:5) — yang terpenuhi tidak hanya melalui Ishak dan Yakub tapi juga melalui Ismael dan keturunan Ketura (25:1-4); pernikahan dengan Ketura adalah satu lapisan lebih dari pemenuhan janji 'bapa banyak bangsa' yang mengatasi garis Israel semata
“Mulai dari sekarang namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau Kubuat menjadi bapa sejumlah besar bangsa.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 25:1
✕ Sering dikira
"Abraham menikahi Ketura setelah Sara meninggal karena dia kesepian dan butuh teman."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak memberikan alasan mengapa Abraham menikahi Ketura. 1 Tawarikh 1:32 menyebutnya 'gundik' yang mungkin menunjukkan hubungan yang sudah ada sebelumnya. Beberapa penafsir bahkan menduga ini terjadi sebelum atau selama Sara masih hidup. Motivasi Abraham tidak dicatat — dan kita tidak boleh mengisi kekosongan dengan spekulasi psikologis.
✕ Sering dikira
"Dengan menikahi Ketura, Abraham melanggar perjanjian dengan Allah karena mengambil istri selain dari 'keluarganya'."
✓ Yang sebenarnya
Perintah yang hamba terima di pasal 24 adalah untuk mencari istri bagi ISHAK dari keluarga Abraham — bukan larangan bagi Abraham sendiri untuk menikah lagi. Tidak ada perintah ilahi yang melarang Abraham menikah setelah Sara. Pernikahan Abraham dengan Ketura tidak dicatat sebagai pelanggaran tapi sebagai bagian dari bagaimana 'bapa banyak bangsa' memenuhi janjinya.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 25:1
Hidup terus berjalan setelah kehilangan orang yang kita kasihi. Kita boleh membuka hati untuk kebahagiaan baru tanpa melupakan masa lalu. Abraham menunjukkan bahwa kehidupan bisa berlanjut dengan harapan.
Tuhan, terima kasih karena Engkau selalu memberikan kesempatan untuk memulai lagi, bahkan setelah masa sulit. Amin.