Laban berkata: Silakan masuk, engkau yang diberkati TUHAN — aku sudah menyiapkan rumah dan tempat unta

Kejadian 24:31

Mencari Istri bagi Ishak

Laban berkata kepadanya, “Silakan masuk, engkau yang diberkati TUHAN! Mengapa engkau berdiri di luar? Aku telah menyiapkan rumah, juga tempat untuk unta-unta.”

Kejadian 24:31 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kejadian 24:31?

Laban mengundang hamba Abraham untuk masuk ke rumahnya, menyebutnya 'yang diberkati TUHAN'. Ini menunjukkan bahwa Tuhan telah memimpin hamba itu ke keluarga yang tepat, dan Laban mengakui berkat Tuhan atas dirinya.

Latar belakang

Barukh YHWH: Laban menggunakan nama TUHAN kepada orang yang baru dia kenal

'Bo berukh YHWH lammah ta'amod bachuts' — masuk, yang diberkati TUHAN, mengapa engkau berdiri di luar? Laban memanggil hamba 'berukh YHWH' (yang diberkati TUHAN) — gelar yang tinggi dan teologis untuk diucapkan kepada orang asing. Apakah ini ekspresi iman yang tulus, atau penggunaan bahasa religius yang strategis untuk membangun relasi? Teks tidak memberi jawaban eksplisit. Tapi pembaca yang sudah tahu dari 24:30 bahwa motivasi Laban dipicu oleh perhiasan emas bisa mengevaluasi dengan lebih kritis. Yang jelas: Laban menyiapkan rumah dan tempat unta sebelum hamba tiba — preparasi yang menunjukkan dia serius.

Di mana

Di dekat sumur / pintu masuk ke kota Nahor

Undangan masuk dari tuan rumah · hospitalitas formal yang membuka pintu untuk percakapan

Kapan

Sekitar 1840-1835 SM

Laban menyambut hamba secara resmi dengan undangan masuk ke dalam rumah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Laban berlari ke sumur menyambut hamba (24:29-30)
Hamba masuk ke rumah, unta-unta diurus (24:32)
Kamu di sini
L

Yang berbicara

Laban

Yang menyapa hamba dengan kata-kata keagamaan dan hospitalitas — tapi konteks di 24:30 sudah menunjukkan motivasinya lebih kompleks

H

Kepada

Hamba Abraham yang berdiri di dekat unta-untanya di luar

Yang mendengar sambutan yang hangat dan mengagumkan dari saudara Ribka

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בְּרוּךְ יְהוָה

berukh YHWH · engkau yang diberkati TUHAN

Yang diberkati TUHAN — berukh (dari barakh = memberkati; qal partisip pasif maskulin = yang diberkati, orang yang diberkati); YHWH (TUHAN; nama perjanjian Allah); 'berukh YHWH' bisa dibaca dua cara: 'yang diberkati oleh TUHAN' (genitif subjektif = TUHAN yang memberkati) atau 'diberkati, TUHAN!' (seru); dalam konteks 24:31, ini adalah cara Laban mengidentifikasi hamba — orang yang terlihat membawa tanda berkat TUHAN (perhiasan emas, sepuluh unta).

לָמָּה תַעֲמֹד בַּחוּץ

lammah ta'amod bachuts · mengapa engkau berdiri di luar?

Mengapa engkau berdiri di luar? — lammah (mengapa; kata tanya = mengapa, untuk apa); ta'amod (dari amad = berdiri; qal imperfek orang kedua maskulin = engkau berdiri); bachuts (di luar; dari be = di + chuts = luar = di luar); pertanyaan retoris yang mempercepat undangan masuk; 'lammah ta'amod bachuts' menyiratkan: berdiri di luar adalah hal yang tidak perlu dan tidak sopan — masuk adalah satu-satunya pilihan yang layak.

כִּי פִנִּיתִי הַבַּיִת

ki pinniti habbayit · aku telah menyiapkan rumah

Karena aku telah membersihkan/menyiapkan rumah — ki (karena; konjungsi = karena, sebab); pinniti (dari panah = membersihkan, mengosongkan, menyiapkan; piel perfek orang pertama = aku telah menyiapkan, aku telah membersihkan); habbayit (rumah itu; dengan artikel = rumah itu); 'pinniti habbayit' = aku sudah menyiapkan rumah — tindakan preparasi yang menunjukkan keseriusan sambutan; 'panah' dalam piel berarti membersihkan atau mengosongkan ruangan untuk memberi tempat bagi tamu.

Bo berukh YHWH lammah ta'amod bachuts va'anokhi pinniti habbayit umaqom laggamalim (masuklah yang diberkati TUHAN mengapa engkau berdiri di luar aku telah menyiapkan rumah dan tempat untuk unta-unta). Berukh YHWH — yang diberkati TUHAN, sapaan yang tinggi secara teologis; bermakna tulus atau strategis tergantung orientasi hati. Lammah ta'amod bachuts — mengapa berdiri di luar, pertanyaan retoris yang memaksa keputusan masuk. Pinniti habbayit — aku sudah menyiapkan rumah, hospitalitas yang serius dan sudah dipersiapkan sebelum tamu masuk.

Tahukah kamu

Berukh YHWH: bahasa perjanjian di mulut orang yang motivasinya ambigu

'Barukh YHWH' (diberkati TUHAN) dan 'berukh YHWH' (yang diberkati TUHAN) adalah frasa liturgis yang dalam Alkitab Ibrani biasanya diucapkan dalam konteks ibadah atau pengakuan yang tulus. Laban menggunakannya kepada hamba yang baru dia kenal — orang asing dengan perhiasan emas di adiknya. Dalam pasal 24, hamba sendiri menggunakan 'barukh YHWH' (24:27) dalam doa syukur yang tulus. Laban menggunakannya sebagai sapaan sosial. Perbandingan ini bukan untuk menuduh Laban hipokrit tapi untuk membuat pembaca waspada terhadap cara bahasa religius bisa digunakan dengan motif yang berbeda-beda.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 24:31

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kejadian 24:31

✕  Sering dikira

"Laban menyebut hamba 'berukh YHWH' karena dia adalah orang yang beriman tulus kepada TUHAN."

✓  Yang sebenarnya

Narator sengaja menempatkan motivasi Laban (perhiasan emas, 24:30) sebelum ucapannya 'berukh YHWH' (24:31). Ini membuat pembaca mengevaluasi ucapan religius Laban dalam konteks motivasinya. Apakah Laban beriman tulus? Mungkin. Tapi teks mengajak pembaca untuk tidak menelan ucapan religius seseorang tanpa memperhatikan konteks motivasi yang melingkupinya.

✕  Sering dikira

"'Aku telah menyiapkan rumah' (pinniti habbayit) menunjukkan Laban sudah tahu hamba akan datang sebelum Ribka memberitahu."

✓  Yang sebenarnya

Tidak ada tanda dalam teks bahwa Laban mengetahui kedatangan hamba sebelum Ribka memberitahu. 'Pinniti habbayit' adalah tindakan yang dilakukan setelah Ribka memberitahu keluarga (24:28) — Laban menyiapkan rumah sebagai respons terhadap kabar tersebut, bukan karena pengetahuan sebelumnya.

Renungan

Renungan Singkat Kejadian 24:31

Saat kita mengikuti pimpinan Tuhan, Dia sering membuka pintu melalui orang lain. Kita perlu peka terhadap undangan dan kebaikan yang Tuhan hadirkan lewat orang di sekitar kita.

Tuhan, bukakanlah pintu-pintu kesempatan bagi kami dan sadarkanlah kami akan kehadiran-Mu dalam setiap undangan yang kami terima. Amin.