Demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah — karena kamu tidak menahan anakmu satu-satunya
Kejadian 22:16
Iman Abraham Diuji
“dan berkata, “Demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah, demikianlah firman Allah, sebab kamu telah melakukan hal ini dan tidak menahan anakmu, anak tunggalmu itu,”Kejadian 22:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,”Kejadian 22:16 · TB
Terjemahan Baru
“"TUHAN berkata: Aku bersumpah demi nama-Ku sendiri, karena engkau telah melakukan hal ini dan tidak menolak untuk menyerahkan anakmu yang tunggal itu kepada-Ku,”Kejadian 22:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Karena kamu sudah melakukan hal ini dan tidak menolak untuk menyerahkan anakmu satu-satunya kepada-Ku, maka Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri:”Kejadian 22:16 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And said, By myself have I sworn, saith the LORD, for because thou hast done this thing, and hast not withheld thy son, thine only son:”Kejadian 22:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 22:16?
Allah bersumpah demi diri-Nya sendiri karena tidak ada yang lebih besar untuk bersumpah. Ini menunjukkan bahwa janji-Nya pasti dan tidak dapat dibatalkan. Karena Abraham tidak menahan anaknya, Allah menegaskan berkat-Nya dengan sumpah yang kukuh.
Latar belakang
Sumpah tertinggi yang mungkin: Allah bersumpah demi diri-Nya sendiri
'Bi nishbati' — demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah. Allah tidak bisa bersumpah demi sesuatu yang lebih tinggi dari diri-Nya, maka Dia bersumpah demi diri-Nya sendiri. Ibrani 6:13-14 memberikan interpretasi teologis yang dalam: ini adalah jaminan tertinggi yang mungkin — ketika Allah bersumpah demi diri-Nya, janji itu tidak bisa lebih pasti dari itu. Alasannya? 'Sebab kamu telah melakukan hal ini dan tidak menahan anakmu satu-satunya.' Ketaatan Abraham yang terbukti menjadi konteks dari sumpah yang menanggung janji paling besar dalam kisah patriark.
Di mana
Gunung Moria
Sumpah ilahi yang menutup kisah ujian · fondasi janji yang tidak tergoyahkan
Kapan
Sekitar 1845-1850 SM
Allah bersumpah demi diri-Nya sendiri untuk mengkonfirmasi janji kepada Abraham
Yang berbicara
Malaikat TUHAN (sebagai Allah)
Yang bersumpah demi diri-Nya sendiri — sumpah tertinggi yang mungkin karena tidak ada yang lebih besar dari Allah sebagai jaminan
Kepada
Abraham — dan Ibrani 6:13 menjelaskan: seluruh umat percaya sepanjang zaman
Yang menerima janji yang dikuatkan dengan sumpah yang tidak bisa lebih kuat dari ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בִּי נִשְׁבַּעְתִּי
bi nishbati · demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah
Demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah — bi (demi aku, oleh diri-ku; dari be + sufiks orang pertama = demi aku, oleh aku); nishbati (dari shava' = bersumpah; niphal perfek orang pertama tunggal = aku telah bersumpah); 'bi nishbati' = aku bersumpah demi diriku sendiri; sumpah yang menggunakan diri sendiri sebagai jaminan — jenis sumpah tertinggi ketika tidak ada yang lebih besar sebagai saksi; Ibrani 6:13 mengutip ini untuk menunjukkan ketidakgoyahan janji Allah.
וְלֹא חָשַׂכְתָּ
velo chasakhta · kamu tidak menahan
Dan kamu tidak menahan — velo (dan tidak; dari ve = dan + lo = tidak); chasakhta (dari chasakh = menahan, menyimpan; qal perfek orang kedua maskulin tunggal = kamu menahan; dengan lo = kamu tidak menahan); pengulangan dari 22:12 ('lo chasakhta et binkha'); alasan sumpah ini adalah tindakan Abraham yang tidak menahan — ketidakmenahan itu yang menjadi dasar dari sumpah dan janji yang mengikutinya.
בִּנְךָ אֶת יְחִידֶךָ
binkha et yechidekha · anakmu satu-satunya
Anakmu satu-satunya — binkha (dari ben = anak + sufiks orang kedua = anakmu); et yechidekha (dari yachid = satu-satunya, unik + sufiks orang kedua = satu-satunya milikmu); pengulangan persis dari 22:2 dan 22:12; empat kali dalam pasal 22 Ishak disebut 'anakmu satu-satunya' (22:2, 12, 16 dan versi singkat di 22:12); setiap pengulangan mengingatkan: taruhannya adalah yang paling berharga dan tidak tergantikan.
Bi nishbati ne'um YHWH ki ya'an asher asita et haddavar hazzeh velo chasakhta et binkha et yechidekha (demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah demikianlah firman TUHAN karena kamu telah melakukan hal ini dan tidak menahan anakmu satu-satunya). Bi nishbati — demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah, jaminan tertinggi yang mungkin. Velo chasakhta — dan kamu tidak menahan, tindakan yang menjadi alasan dari sumpah ini. Binkha yechidekha — anakmu satu-satunya, pengulangan yang menegaskan: taruhannya adalah yang tidak tergantikan.
Tahukah kamu
Bi nishbati: satu-satunya kali Allah bersumpah demi diri-Nya dalam Kejadian
Frasa 'bi nishbati' (demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah) muncul beberapa kali dalam Perjanjian Lama — tapi dalam konteks Allah yang bersumpah kepada Abraham, ini adalah sumpah yang paling personal dan paling berat. Dalam hukum kuno, sumpah biasanya menyebut entitas yang lebih tinggi sebagai saksi. Ketika Allah bersumpah, tidak ada yang lebih tinggi dari diri-Nya, maka Dia menyebut diri-Nya sendiri. Penulis Ibrani (6:13-18) menggunakan fakta ini sebagai argumen tentang ketidakmungkinan janji Allah gagal: dua hal yang tidak berubah (firman Allah + sumpah Allah) memberikan pengharapan yang paling kuat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 22:16
Ibrani 6:13-14
Ibrani 6:13-14 secara langsung mengutip dan menafsirkan 'bi nishbati' (22:16); penulis Ibrani menggunakan sumpah Allah demi diri-Nya sendiri sebagai fondasi dari pengharapan Kristen yang tidak tergoyahkan; sumpah yang dibuat di Moria menjadi jangkar teologis bagi pengharapan sepanjang zaman
“Karena ketika Allah memberikan janji kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada yang lebih besar dari pada-Nya, firman-Nya: 'Aku pasti akan memberkati engkau dan Aku pasti akan melipatgandakan keturunanmu.'”
Yesaya 45:23
'Bi nishbati' (demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah) di 22:16 menggunakan frasa yang sama dengan Yes. 45:23 dan yang dikutip Paulus di Rm. 14:11 tentang pengakuan universal terhadap Allah; sumpah Allah demi diri-Nya sendiri adalah pola yang berulang dalam pernyataan janji paling mutlak Allah dalam Perjanjian Lama
“Demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah, dari mulut-Ku keluar kebenaran, suatu firman yang tidak akan ditarik kembali: Kepadaku setiap lutut akan bertelut...”
Roma 8:32
sumpah Allah di 22:16 ('karena kamu tidak menahan anakmu') menjadi analogi yang Paulus gunakan di Rm. 8:32: Allah yang 'tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri' menunjukkan kasih yang jauh melampaui Abraham; Abraham sebagai bayangan dari apa yang Allah sendiri kemudian lakukan
“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 22:16
✕ Sering dikira
"Allah bersumpah menunjukkan bahwa tanpa sumpah janji Allah bisa tidak dipercaya."
✓ Yang sebenarnya
Sumpah Allah demi diri-Nya sendiri bukan tanda bahwa janji-Nya tidak cukup terpercaya tanpa sumpah. Ibrani 6:17-18 menjelaskan: Allah ingin 'menunjukkan dengan lebih jelas kepada para pewaris janji betapa tidak berubahnya keputusan-Nya'. Sumpah adalah penguatan dan konfirmasi, bukan koreksi atas ketidakhandalan. Allah mengakomodasi kelemahan iman manusia yang sering membutuhkan jaminan berlapis.
✕ Sering dikira
"'Karena kamu tidak menahan' menunjukkan Abraham mendapat berkat sebagai imbalan atas prestasinya."
✓ Yang sebenarnya
Teologi perjanjian yang mendasari kisah Abraham bukan sistem perdagangan prestasi-berkat. Abraham sudah berada dalam perjanjian dengan Allah sejak pasal 12. Yang terjadi di 22:16 adalah konfirmasi dan pemerkuatan janji yang sudah ada — bukan pemberian berkat baru sebagai imbalan atas jasa. Ketaatan Abraham menjadi konteks manifestasi iman, bukan mekanisme penghasil berkat.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 22:16
Ketika kita taat kepada Allah, Dia menghargai ketaatan kita dan mengikatkan diri-Nya pada janji-janji-Nya. Percayalah bahwa ketaatan kita tidak pernah sia-sia; Allah akan memberkati kita dengan cara-Nya yang sempurna.
Bapa, mampukan kami untuk taat kepada-Mu, dan teguhkanlah iman kami akan janji-Mu. Amin.