Abraham menanam tamariska di Bersyeba — dan menyerukan nama El Olam
Kejadian 21:33
Abraham di Bersyeba
“Abraham menanam pohon tamariska di Bersyeba dan di situ dia menyerukan nama TUHAN, Allah yang kekal.”Kejadian 21:33 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba, dan memanggil di sana nama TUHAN, Allah yang kekal.”Kejadian 21:33 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di Bersyeba dan sejak itu tempat itu dipakainya untuk menyembah TUHAN, Allah yang kekal.”Kejadian 21:33 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Lalu Abraham menanam sebatang pohon tamariska di sana sebagai tanda peringatan, dan di situ dia menyembah TUHAN, Allah yang kekal.”Kejadian 21:33 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Abraham planted a grove in Beersheba, and called there on the name of the LORD, the everlasting God.”Kejadian 21:33 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 21:33?
Setelah membuat perjanjian, Abraham menanam pohon tamariska di Bersyeba dan memanggil nama TUHAN, sang Allah yang kekal. Tindakan ini menunjukkan ibadah dan pengakuan Abraham bahwa Allah yang kekal adalah sumber berkat dan perlindungannya.
Latar belakang
El Olam: nama Allah yang pertama kali terdengar di Bersyeba
Abraham melakukan dua tindakan di Bersyeba: menanam pohon tamariska (eshel) dan menyerukan nama 'TUHAN, El Olam — Allah yang kekal'. Ini pertama kali nama 'El Olam' muncul dalam Alkitab. Di tempat yang baru saja menjadi saksi perjanjian dengan raja manusia, Abraham menyerukan nama Allah yang melampaui semua perjanjian dan semua generasi. Pohon tamariska yang tumbuh lambat tapi panjang umurnya menjadi simbol yang tepat untuk Allah yang kekal.
Di mana
Bersyeba
Setelah perjanjian selesai · Abraham membangun kehidupan baru di Bersyeba
Kapan
Sekitar 1855 SM — setelah perjanjian dengan Abimelekh
Abraham menetap dan beribadah di Bersyeba
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang mencatat dua tindakan Abraham yang membingkai hidupnya di Bersyeba: menanam pohon (tanda hunian) dan menyerukan nama Allah yang kekal (tanda ibadah)
Kepada
Pembaca yang menyaksikan Abraham menetap di Bersyeba
Yang melihat Abraham mengubah tempat perjanjian menjadi tempat ibadah dan hunian
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיִּטַּע
vayyitta · menanam
Dan dia menanam — vayyitta (dari nata' = menanam; qal konsekutif imperfek orang ketiga maskulin tunggal = dan dia menanam); 'nata'' digunakan untuk menanam pohon, kebun, atau taman; menanam pohon dalam konteks kuno adalah tanda hunian yang serius: seseorang menanam pohon di tempat yang dia rencanakan untuk ditinggali jangka panjang; tindakan yang kontras dengan kehidupan Abraham sebagai pendatang sementara (21:34).
אֶשֶׁל
eshel · tamariska
Pohon tamariska — eshel (kata benda maskulin = pohon tamariska, Tamarix; pohon yang tahan kekeringan dan umur panjang); beberapa terjemahan menggunakan 'pohon cemara' atau 'pohon besar' tapi 'tamariska' adalah padanan yang paling diterima secara botanikal; di 1 Sam. 22:6 dan 31:13, Saul duduk di bawah 'eshel' di Gibea; pohon yang berulang kali diasosiasikan dengan tempat pertemuan atau istirahat.
אֵל עוֹלָם
El Olam · Allah yang kekal
Allah yang kekal/Allah yang abadi — El (Allah; nama umum untuk Allah; kata benda maskulin = yang kuat, yang berkuasa); Olam (kekal, abadi, waktu yang tidak terbatas; dari 'alam = tersembunyi, jauh; kata benda maskulin = keabadian, waktu yang melampaui ingatan manusia); 'El Olam' = Allah yang kekal; nama pertama kali muncul di 21:33; berbeda dari Olam haze (dunia ini/masa ini) — Olam di sini menunjuk ke dimensi waktu yang tak berbatas.
Vayyitta Avraham eshel biBe'er Sheva vayyiqra sham beshem YHWH El Olam (Abraham menanam tamariska di Bersyeba dan di sana dia menyerukan nama TUHAN Allah yang kekal). Vayyitta — menanam, tanda hunian jangka panjang yang kontras dengan status pendatang Abraham. Eshel — tamariska, pohon yang tahan dan panjang umur, lambang yang tepat untuk konteksnya. El Olam — Allah yang kekal, nama baru yang pertama kali digunakan Abraham di Bersyeba — melampaui semua perjanjian manusiawi.
Tahukah kamu
Tamariska: pohon yang tumbuh lambat tapi hidup ribuan tahun
Pohon tamariska (eshel, Tamarix) adalah pilihan yang sangat tepat di Negev kering. Tamariska tumbuh lambat, tahan kekeringan ekstrem, dan bisa hidup hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Beberapa spesimen tamariska kuno di Timur Tengah diperkirakan berusia lebih dari 1000 tahun. Menanam tamariska bukan sekadar menanam pohon — ini tindakan seseorang yang berpikir jangka panjang, yang percaya bahwa tempatnya akan bertahan jauh melampaui hidupnya. Dan ironisnya sangat elok: di bawah pohon yang dirancang untuk bertahan berabad-abad, Abraham menyerukan nama Allah yang kekal (El Olam) — satu-satunya yang sungguh-sungguh 'kekal' di antara semua yang hadir.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 21:33
Yesaya 40:28
El Olam yang Abraham serukan di 21:33 menjadi fondasi teologis yang Yes. 40:28 uraikan: Allah yang kekal yang tidak kelelahan, yang kekuatannya tidak terbatas oleh waktu; nama yang Abraham gunakan dalam konteks perjanjian manusiawi yang terbatas kini digunakan Yesaya untuk berargumen tentang Allah yang melampaui semua keterbatasan waktu
“Tidakkah kamu tahu, tidakkah kamu dengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu...”
Mazmur 90:2
doa Musa di Mzm. 90:2 ('dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah') mengekspresikan teologi El Olam yang Abraham pertama kali nyatakan di 21:33; dua tokoh dari generasi yang sangat berbeda menghadapi kefanaan manusia dengan menyerukan keabadian Allah
“Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”
Kejadian 12:8
pola Abraham yang 'menyerukan nama TUHAN' (vayyiqra beshem YHWH) di 12:8 dan 21:33 adalah pola yang konsisten dalam hidup Abraham; setiap tempat di mana Abraham menetap, dia membangun mezbah atau pohon dan menyerukan nama TUHAN — ibadah yang lahir dari kehidupan, bukan hanya dari peristiwa besar
“Dari situ ia pindah ke perbukitan sebelah timur Betel... di situ ia mendirikan mezbah bagi TUHAN dan menyerukan nama TUHAN.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 21:33
✕ Sering dikira
"Menanam pohon tamariska adalah tindakan religius — semacam ritual atau persembahan kepada Allah."
✓ Yang sebenarnya
Tidak ada indikasi dalam teks bahwa menanam tamariska adalah tindakan ritual. Ini adalah tindakan praktis yang menandai hunian (seperti menanam kebun di rumah baru) yang digabungkan dengan tindakan ibadah yang terpisah: menyerukan nama TUHAN. Dua tindakan yang berbeda: satu fisik (menanam), satu rohani (menyerukan nama).
✕ Sering dikira
"'El Olam' berarti Abraham menyadari bahwa Allah tidak terikat oleh perjanjian tertentu dan bebas bertindak."
✓ Yang sebenarnya
'El Olam' menekankan dimensi waktu Allah — keabadian dan ketidakterbatasan waktu-Nya. Dalam konteks ini, setelah perjanjian yang terbatas antara Abraham dan raja manusia, Abraham menyerukan nama Allah yang melampaui semua perjanjian manusiawi — bukan berarti Allah bebas dari komitmen, tapi Allah yang keabadiannya menjamin komitmen-Nya jauh melampaui satu perjanjian.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 21:33
Setelah momen-momen penting, kita perlu mengarahkan hati kepada Tuhan. Mengingat kekekalan Allah dapat memberi perspektif dan ketenangan dalam hidup yang sementara ini.
Ya Allah yang kekal, terima kasih atas kesetiaan-Mu. Ajari kami untuk senantiasa menyembah-Mu dan mengandalkan-Mu dalam segala musim. Amin.