Hagar duduk berjauhan dan menangis — jangan sampai aku melihat anak itu mati
Kejadian 21:16
Abraham Mengusir Hagar dan Ismael
“Kemudian, dia pergi dan duduk berseberangan dengan anaknya kira-kira sejauh anak panah yang dilepaskan, sebab katanya, “Jangan sampai aku melihat anak itu mati.” Selagi dia duduk berseberangan dengan anaknya, dia mulai menangis dengan suara nyaring.”Kejadian 21:16 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.”Kejadian 21:16 · TB
Terjemahan Baru
“lalu duduk kira-kira seratus meter dari tempat itu. Katanya dalam hati, "Saya tidak tahan melihat anak saya mati." Lalu menangislah ia.”Kejadian 21:16 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kemudian dia menjauh sekitar 100 meter dari tempat itu, karena katanya dalam hati, “Aku tidak sanggup melihat anakku mati.” Hagar duduk di sana dan menangis tersedu-sedu.”Kejadian 21:16 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And she went, and sat her down over against him a good way off, as it were a bow shot: for she said, Let me not see the death of the child. And she sat over against him, and lift up her voice, and wept.”Kejadian 21:16 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 21:16?
Hagar duduk agak jauh karena tidak tahan melihat anaknya mati, sambil menangis. Ini menunjukkan betapa hancurnya hati seorang ibu dan keterbatasan manusia di tengah pencobaan.
Latar belakang
Vatelekhh vatteshev lah minneged harheq ketivahhot qeshet ki amerah al ere bemo ha'eled vateshev minneged vatissa et qolah vatebkeh — Dia pergi dan duduk berseberangan dengannya sejauh anak panah karena berkata jangan sampai aku melihat kematian anak itu dan dia duduk berseberangan mengangkat suaranya dan menangis
Kemudian, dia pergi dan duduk berseberangan dengan anaknya kira-kira sejauh anak panah yang dilepaskan, sebab katanya, 'Jangan sampai aku melihat anak itu mati.' Selagi dia duduk berseberangan dengan anaknya, dia mulai menangis dengan suara nyaring. 'Harheq ketivahhot qeshet' = sejauh tembakan anak panah — sekitar 50-100 meter; cukup jauh untuk tidak melihat tapi masih bisa mendengar. 'Al ere bemo ha'eled' = jangan sampai aku melihat kematian anak itu. 'Vatissa et qolah vatebkeh' = dia mengangkat suaranya dan menangis. Hagar yang tidak bisa menyelamatkan anaknya memilih untuk tidak menyaksikan kematiannya — tapi tetap di dekatnya. Tangisan Hagar akan menjadi suara yang didengar Allah di 21:17.
Di mana
Padang belantara Bersyeba
Titik paling gelap · ibu yang memalingkan muka dari kematian anaknya
Kapan
Sekitar 1855-1856 SM
Titik terendah Hagar — dan tepat sebelum intervensi ilahi
Yang berbicara
Hagar
Yang mengungkapkan hatinya dalam kalimat yang paling memilukan dalam narasi Kejadian: seorang ibu yang tidak sanggup menyaksikan kematian anaknya dan memilih duduk berjauhan
Kepada
Anaknya yang sekarat dan Allah yang akan segera merespons
Ismael yang kehausan dan Allah yang mendengar suara anak itu (21:17)
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מִנֶּגֶד
minneged · berseberangan
Dari seberang, berhadapan, dari jarak yang bisa melihat/mendengar — minneged (dari neged = di hadapan, berseberangan; dengan min = dari arah = dari seberang, berhadapan jarak); 'minneged' digunakan dua kali dalam satu ayat (vateshev lah minneged... vateshev minneged) menunjukkan posisi Hagar yang disengaja: tidak terlalu jauh (masih bisa mendengar) tapi tidak terlalu dekat (tidak mau menyaksikan).
אַל אֶרְאֶה
al ere · jangan sampai aku melihat
Jangan sampai aku melihat — al (jangan; negasi perintah/keinginan); ere (dari ra'ah = melihat; qal imperfek orang pertama tunggal jussive = jangan aku melihat/semoga aku tidak melihat); 'al ere' = jangan sampai aku melihat; ekspresi harapan atau ketakutan yang kuat; Hagar tidak menolak anaknya tapi menolak pemandangan kematiannya.
וַתִּשָּׂא אֶת קֹלָהּ וַתֵּבְךְּ
vatissa et qolah vatebkeh · mengangkat suaranya dan menangis
Dan dia mengangkat suaranya dan menangis — vatissa (dari nasa' = mengangkat; qal konsekutif imperfek feminin = dan dia mengangkat); et qolah (suaranya; dari qol = suara + sufiks feminin = suaranya); vatebkeh (dari bakhah = menangis; qal konsekutif imperfek feminin = dan dia menangis); 'vatissa et qolah vatebkeh' = tangisan nyaring yang total; tangisan yang terdengar — yang ironinya, Allah justru mendengar suara anak di 21:17.
Vatelekhh vatteshev lah minneged harheq ketivahhot qeshet ki amerah al ere bemo ha'eled vateshev minneged vatissa et qolah vatebkeh (Dia pergi duduk berseberangan sejauh anak panah karena berkata jangan sampai aku melihat kematian anak itu duduk berseberangan mengangkat suaranya menangis). Al ere bemo ha'eled — jangan sampai aku melihat kematian anak itu, penolakan seorang ibu untuk menyaksikan yang paling ditakutinya. Vatissa et qolah vatebkeh — mengangkat suaranya menangis, tangisan yang nyaring tapi yang didengar Allah justru suara anak. Minneged — berseberangan, posisi yang memilukan: dekat tapi tidak mau melihat.
Tahukah kamu
Suara siapa yang Allah dengar? — Perbedaan antara teks dan asumsi
Ini adalah salah satu momen naratif yang sangat halus dalam Kejadian. Di 21:16, yang menangis adalah Hagar ('vatissa et qolah vatebkeh' = dia mengangkat suaranya dan menangis). Di 21:17, Allah mendengar 'qol hanna'ar' = suara anak itu (Ismael), bukan suara Hagar. Malaikat berkata: 'Allah telah mendengar suara anak itu di tempatnya.' Dua suara tangisan: ibu dan anak. Tapi yang Allah respons secara eksplisit adalah suara Ismael, meskipun Hagar-lah yang sedang menangis dengan suara nyaring. Ini bukan berarti Allah mengabaikan tangisan Hagar — tapi fokus narasi pada suara Ismael menegaskan janji Allah kepada Ismael bahwa dia akan menjadi bangsa besar (21:13, 16:10). Allah mendengar apa yang perlu didengar untuk tujuan perjanjian-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 21:16
Ratapan 1:16
tangisan Hagar yang sendirian di padang (21:16) menggemakan ratapan di Kitab Ratapan tentang Yerusalem yang 'menangis' dan tidak ada yang menghibur (Rat. 1:16); keduanya adalah tangisan kesepian yang nyaris tanpa harapan — perbedaannya: Hagar mendapat intervensi malaikat (21:17), sedangkan ratapan Yerusalem membutuhkan waktu lebih lama untuk penghiburannya
“Karena itulah aku menangis, mataku, mataku mengalirkan air mata, sebab jauh dari padaku ada yang menghibur aku yang menyegarkan jiwaku...”
Yohanes 11:35
tangisan Hagar atas anaknya yang hampir mati (21:16) dan tangisan Yesus atas Lazarus yang mati (Yoh. 11:35) keduanya adalah tangisan di hadapan kematian yang dicintai; dalam keduanya, yang mengikuti tangisan adalah intervensi ilahi yang mengubah kematian — Allah yang mendengar dan menyediakan air bagi Ismael (21:19) dan Yesus yang membangkitkan Lazarus (Yoh. 11:43-44)
“Yesus menangis.”
Mazmur 56:9
Allah yang mendengar suara Ismael di 21:17 (meskipun yang menangis keras adalah Hagar, 21:16) menggambarkan prinsip Mazmur 56:9: Allah yang menghitung kesengsaraan dan air mata, yang tidak melewatkan satu pun dari tangisan orang yang kekurangan; bahkan suara Ismael yang lemah di bawah semak didengar Allah
“Kesengsaraanku Engkaulah yang menghitung-hitungnya; air mataku Engkau tempatkan dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Engkau catat?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 21:16
✕ Sering dikira
"Hagar meninggalkan Ismael sendirian karena tidak mau lagi mengurus dia."
✓ Yang sebenarnya
Hagar duduk 'minneged' = berseberangan, bukan pergi jauh. Dia masih berada di jarak yang bisa mendengar (sejauh tembakan anak panah). Alasan yang dia ungkapkan adalah 'jangan sampai aku melihat kematian anak itu' — dia tidak bisa menanggung pemandangannya, bukan dia meninggalkan. Tangisan Hagar yang keras (21:16) menunjukkan dia masih secara emosional hadir, hanya secara fisik memisahkan jarak pandang.
✕ Sering dikira
"Allah mendengar tangisan Hagar dan merespons tangisan itu."
✓ Yang sebenarnya
Teks secara eksplisit menyebut 'qol hanna'ar' = suara anak itu (bukan suara Hagar) sebagai yang didengar Allah (21:17). Malaikat mengatakan kepada Hagar: 'Allah mendengar suara anak itu di tempatnya.' Ini bukan berarti tangisan Hagar diabaikan, tapi teks memfokuskan respons ilahi pada Ismael sebagai subjek janji.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 21:16
Ketika kita merasa tidak sanggup menghadapi penderitaan, Allah tetap mendengar tangisan kita. Jangan menyerah; berteriaklah kepada-Nya karena Ia peduli.
Ya Tuhan, dengarkanlah tangisan kami dan pandanglah kesulitan kami. Amin.