Putri sulung mengusulkan rencana memberikan minuman anggur kepada ayah mereka
Kejadian 19:32
Lot dan Putri-Putrinya
“Jadi, marilah kita memberikan minuman anggur kepada ayah kita, lalu bersetubuh dengannya supaya kita dapat meneruskan keturunan melalui ayah kita.””Kejadian 19:32 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."”Kejadian 19:32 · TB
Terjemahan Baru
“Mari, kita buat ayah mabuk, lalu kita tidur dengan dia supaya kita mendapat anak."”Kejadian 19:32 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Mari kita membuat ayah kita mabuk dengan minum anggur sehingga dia tidak sadar, lalu kita bisa bersetubuh dengannya. Dengan cara inilah kita dapat menyambung keturunan keluarga kita.””Kejadian 19:32 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Come, let us make our father drink wine, and we will lie with him, that we may preserve seed of our father.”Kejadian 19:32 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 19:32?
Anak-anak perempuan Lot membuat ayah mereka mabuk dengan anggur untuk melaksanakan rencana mereka, yaitu bersetubuh dengan dia agar mendapat keturunan. Tindakan ini menunjukkan bahwa mereka menggunakan cara yang salah untuk mencapai tujuan yang mereka anggap penting, tanpa mempertimbangkan akibatnya.
Latar belakang
Lekhah nashqeh et avinu yayin venishkavah 'immo unehhayyeh me'avinu zara — Marilah kita beri ayah minum anggur dan berbaringlah dengannya supaya kita hidupkan keturunan dari ayah kita
Jadi, marilah kita memberikan minuman anggur kepada ayah kita, lalu bersetubuh dengannya supaya kita dapat meneruskan keturunan melalui ayah kita. 'Nashqeh et avinu yayin' = marilah kita beri ayah kita minum anggur. 'Venishkavah 'immo' = dan kita berbaring bersamanya. 'Unehhayyeh me'avinu zara' = dan kita hidupkan keturunan dari ayah kita. Putri sulung merumuskan tujuannya dalam bahasa yang dingin dan instrumental: bukan sekedar hasrat, tapi strategi kelangsungan keturunan. Kata 'zara' = keturunan, benih — kata yang digunakan dalam perjanjian Allah dengan Abraham ('lezar'akha' = kepada keturunanmu, Kej. 12:7). Tujuannya adalah keturunan, sarananya adalah anggur dan hubungan inses. Narator mencatat percakapan ini tanpa komentar.
Di mana
Di dalam gua di pegunungan
Percakapan antara dua putri · Lot tidak hadir
Kapan
Sekitar 1860 SM
Rencana dirumuskan — sebelum eksekusinya malam itu
Yang berbicara
Putri sulung Lot
Yang merumuskan rencananya secara eksplisit: anggur untuk melumpuhkan kesadaran ayah mereka, lalu hubungan seksual untuk mendapat keturunan
Kepada
Putri bungsu Lot
Yang akan menjadi peserta dalam rencana ini — teks tidak mencatat penolakan atau keberatannya
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נַשְׁקֶה אֶת אָבִינוּ יָיִן
nashqeh et avinu yayin · marilah kita beri minum anggur
Mari kita beri minum ayah kita anggur — nashqeh (dari shaqah = memberi minum; hiphil kohortatis orang pertama jamak = marilah kita beri minum); et avinu (ayah kita; objek langsung); yayin (anggur); kohortatis menunjukkan ajakan bersama: 'marilah kita'; rencana yang dimulai dengan memberikan anggur — melumpuhkan kesadaran ayah mereka adalah langkah pertama.
וְנִשְׁכְּבָה עִמּוֹ
venishkevah 'immo · berbaring bersamanya
Dan mari kita berbaring bersamanya — venishkevah (dari shakav = berbaring; qal kohortatis orang pertama jamak = marilah kita berbaring; dengan ve = dan); 'immo (bersamanya; dari 'im = dengan + sufiks orang ketiga maskulin = bersamanya); 'shakav 'im' adalah eufemisme standar Ibrani untuk hubungan seksual; putri sulung menggunakannya dalam rencana eksplisit.
זֶרַע
zera' · keturunan
Keturunan, benih — zera' (benih, keturunan; dari zara' = menabur; kata benda maskulin = benih/keturunan); kata kunci dalam perjanjian Allah dengan Abraham (12:7: lezar'akha; 15:5; 17:7-10); di sini putri sulung menggunakan kata perjanjian itu untuk tujuan yang dia rancang sendiri; 'unehhayyeh me'avinu zera'' = supaya kita hidupkan keturunan dari ayah kita.
Lekhah nashqeh et avinu yayin venishkevah 'immo unehhayyeh me'avinu zera' (Marilah kita beri minum ayah kita anggur dan berbaring bersamanya dan hidupkan keturunan dari ayah kita). Nashqeh avinu yayin — anggur sebagai alat, langkah pertama rencana. Venishkevah 'immo — berbaring bersamanya, eufemisme yang tegas. Unehhayyeh zera' — menghidupkan keturunan, tujuan yang diungkapkan dengan kata perjanjian.
Tahukah kamu
Zara (keturunan/benih): kata yang menghubungkan rencana putri Lot dengan perjanjian Abraham
Kata 'zara' (keturunan, benih) yang putri sulung gunakan — 'unehhayyeh me'avinu zara' = supaya kita hidupkan keturunan dari ayah kita — adalah kata kunci dalam seluruh narasi Kejadian. Inilah kata yang Allah gunakan dalam perjanjian dengan Abraham: 'lezar'akha 'eten et ha'arets hazot' = kepada keturunanmu akan Kuberikan tanah ini (12:7). Kata yang berulang dalam janji kepada Ishak (26:3-4) dan Yakub (28:13-14). Keturunan-keturunan yang lahir dari episode gua ini (Moab dan Ben-Ami, 19:37-38) adalah leluhur dari bangsa-bangsa yang akan berinteraksi panjang dengan Israel — bangsa Moab (nenek moyang Rut) dan bangsa Amon. Benih yang diminta putri-putri Lot menghasilkan bangsa-bangsa yang masuk dalam sejarah Israel.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 19:32
Kejadian 9:20-21
pola 'anggur → mabuk → tidak sadar → peristiwa seksual yang problematis' muncul pertama dengan Nuh (9:20-22: Nuh mabuk, Ham melihat ketelanjangan ayahnya) dan muncul lagi dengan Lot (19:32-35: Lot diberi minum anggur, lalu putrinya berbaring bersamanya); dua peristiwa yang menggunakan pola yang sama tapi dengan intensitas yang berbeda
“Nuh mulai bekerja sebagai petani dan menanam kebun anggur. Dia meminum anggur itu sampai mabuk dan berbaring telanjang di dalam kemahnya.”
Imamat 18:6-7
hukum yang melarang hubungan inses (Im. 18:6-7) ditulis untuk situasi yang mirip dengan 19:32-35; hukum Musa kemudian mengkodifikasi larangan atas apa yang terjadi di gua Lot — menunjukkan bahwa tindakan putri-putri Lot melanggar batasan yang Allah tetapkan
“Seorang pun janganlah mendekati siapa saja yang terdekat dagingnya untuk menyingkapkan auratnya. Akulah TUHAN. Janganlah menyingkapkan aurat ayahmu, yaitu aurat ibumu...”
Ulangan 2:19
bangsa Amon yang lahir dari kisah ini (Ben-Ami, 19:38) muncul dalam Ulangan 2:19 sebagai bangsa yang Israel tidak boleh menyerang — TUHAN menetapkan tanah mereka sebagai warisan bagi keturunan Lot; episode yang dimulai dengan rencana di gua (19:32) menghasilkan bangsa yang masuk dalam rancangan ilahi bagi bangsa-bangsa di Timur Tengah
“Apabila kamu mendekat kepada orang Amon, janganlah menyerang mereka dan janganlah berperang melawan mereka... sebab kepada orang Amon tidak Kuberikan tanah mereka sebagai milikmu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 19:32
✕ Sering dikira
"Rencana putri-putri Lot dikabulkan Allah karena tujuannya mulia: meneruskan keturunan."
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menyatakan bahwa Allah mengabulkan atau menyetujui rencana ini. Kisah ini dicatat sebagai etiologi asal-usul Moab dan Amon — bukan sebagai tindakan yang diridhai Allah. Bahwa keturunan mereka masuk dalam sejarah bukan berarti cara yang dipakai dibenarkan.
✕ Sering dikira
"Dengan merencanakan ini, putri-putri Lot adalah penjahat moral yang harus dikutuk."
✓ Yang sebenarnya
Konteks mereka sangat ekstrem: baru kehilangan rumah, kota, calon suami (19:14), ibu (19:26), dan kini terisolasi di gua dengan ayah yang tua. Persepsi mereka tentang dunia sangat terbatas. Narator tidak memberikan kutukan pada putri-putri Lot — mencatat tanpa menghakimi. Keputusan yang tidak bisa dibenarkan bisa tetap dimengerti dalam konteks trauma yang ekstrem.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 19:32
Menggunakan cara yang tidak benar untuk mencapai tujuan, bahkan yang tampak baik, bisa merusak hidup dan hubungan. Evaluasi cara kita mencapai keinginan; pastikan tidak melanggar prinsip kebenaran.
Ya Allah, lindungi aku dari godaan untuk menggunakan cara yang salah demi mencapai tujuanku; bantu aku bertindak jujur dan benar. Amin.