Nahor melahirkan Terah pada usia 29 — usia termuda dalam genealogi ini
Kejadian 11:24
Keturunan Sem
“Ketika Nahor hidup selama 29 tahun, Terah lahir baginya.”Kejadian 11:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah Nahor hidup dua puluh sembilan tahun, ia memperanakkan Terah.”Kejadian 11:24 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu Nahor berumur 29 tahun, ia mendapat anak laki-laki, namanya Terah.”Kejadian 11:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada waktu Nahor berumur 29 tahun, dia mempunyai anak laki-laki bernama Terah.”Kejadian 11:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And Nahor lived nine and twenty years, and begat Terah:”Kejadian 11:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 11:24?
Ayat ini mencatat Nahor berumur 29 tahun ketika Terah lahir. Terah kemudian menjadi ayah Abram (Abraham), jadi ayat ini menghubungkan garis silsilah menuju Abraham, bapa orang beriman.
Latar belakang
29 tahun — usia termuda melahirkan anak utama dalam genealogi ini
Ketika Nahor hidup selama 29 tahun, Terah lahir baginya. Dua puluh sembilan tahun adalah usia termuda dalam genealogi pasal 11 untuk melahirkan anak utama (Sem 100, Arpakhsad 35, Selah 30, Eber 34, Peleg 30, Rehu 32, Serug 30, Nahor 29 — Terah akan melahirkan anak-anaknya saat 70, kembali ke usia yang lebih tua). Nahor pada 29 tahun — sangat muda, sudah mencapai kematangan reproduktif yang serupa dengan manusia modern. Ini salah satu tanda bahwa tren biologis manusia semakin mendekati norma yang kita kenal hari ini.
Di mana
Mesopotamia — kemungkinan wilayah Harran atau Ur
Kelahiran Terah · generasi kesembilan dari Sem, satu langkah dari Abraham
Kapan
Sekitar 222 tahun setelah air bah
Kelahiran Terah — ayah Abraham
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang mencatat kelahiran Terah — ayah Abraham yang akan memulai perjalanan dari Ur ke Kanaan tapi berhenti di Harran
Kepada
Israel di padang gurun
Umat yang mendengar nama Terah dan tahu bahwa nama Abraham sudah sangat dekat sekarang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
תֵּשַׁע וְעֶשְׂרִים שָׁנָה
tesha ve'esrim shanah · 29 tahun
Sembilan dan dua puluh tahun (= 29) — tesha (sembilan); ve'esrim (dan dua puluh); shanah (tahun); usia termuda dalam genealogi pasal 11 untuk melahirkan anak utama; satu tahun lebih muda dari Selah dan Peleg (30 tahun).
תֶּרַח
Terah · Terah
Terah — nama yang artinya tidak sepenuhnya jelas; mungkin terkait dengan kata 'bulan' dalam bahasa Arab (turah) atau dengan tanaman tertentu; nama yang disebutkan oleh Allah dalam Kis. 7:2 dan Neh. 9:7; ayah Abraham yang menyembah allah lain (Yos. 24:2) tapi memulai perjalanan ke Kanaan.
וַיְחִי נָחוֹר תֵּשַׁע וְעֶשְׂרִים שָׁנָה
vayyekhiy Nakhor tesha ve'esrim shanah · Nahor hidup 29 tahun
Dan Nahor hidup 29 tahun — formula standar ke-10 dalam genealogi ini; Nahor adalah generasi kesembilan dari Sem; total hidupnya: 29 + 119 = 148 tahun — penurunan besar dari Serug (230).
Vayyekhiy Nakhor tesha ve'esrim shanah vayyoled et Terah (Nahor hidup 29 tahun dan melahirkan Terah). Terah — satu langkah sebelum Abraham. Nama yang akan menjadi tajuk bagian berikutnya: 'Inilah keturunan Terah' (11:27). Dari Terah, tiga anak akan lahir; dari salah satunya (Abram), seluruh sejarah keselamatan akan menemukan arahnya yang definitif.
Tahukah kamu
Terah — ayah yang memulai perjalanan tapi tidak menyelesaikannya
Terah adalah salah satu tokoh yang paling misterius dalam Alkitab. Dia memulai perjalanan dari Ur ke Kanaan (11:31) tapi berhenti di Harran dan mati di sana (11:32) pada usia 205 tahun. Mengapa dia memulai perjalanan? Teks tidak menjelaskan. Apakah dia mendapat panggilan ilahi yang kemudian diteruskan Abraham? Atau apakah Abraham dipanggil dari Harran (bukan Ur)? Kisah Para Rasul 7:2-4 (Stefanus) menyebut Allah menampakkan diri kepada Abraham di Mesopotamia SEBELUM pindah ke Harran — menunjukkan panggilan itu dimulai di Ur. Terah memulai perjalanan iman yang tidak dia selesaikan; Abraham melanjutkan dan menyelesaikannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 11:24
Kisah Para Rasul 7:2-3
Terah adalah ayah Abraham yang meninggalkan Ur bersama keluarganya — Stefanus menegaskan Allah menampakkan diri kepada Abraham saat masih di Mesopotamia, di masa yang sama dengan Terah masih hidup
“Lalu kata Stefanus: 'Saudara-saudara dan bapak-bapak, dengarlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri kepada bapak leluhur kita Abraham ketika ia masih di Mesopotamia...'”
Yosua 24:2
Terah yang lahir dari Nahor di sini adalah tokoh yang Yosua 24:2 identifikasi sebagai penyembah berhala — latar keluarga dari mana Allah memanggil Abraham
“Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala nenek moyangmu, yaitu Terah, ayah Abraham dan Nahor, tinggal di seberang Sungai Efrat, dan mereka menyembah allah lain.”
Nehemia 9:7
Allah memanggil Abraham (anak Terah) dari Ur — dari kota tempat Terah lahir dan tinggal; Nehemia mengakui pilihan Allah yang berdaulat ini
“Engkaulah, ya TUHAN Allah yang memilih Abram dan membawanya keluar dari Ur-Kasdim...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 11:24
✕ Sering dikira
"Karena Terah menyembah berhala (Yos. 24:2), Allah tidak menggunakan dia dalam rencana keselamatan-Nya."
✓ Yang sebenarnya
Allah menggunakan bahkan Terah yang menyembah berhala sebagai bagian dari rencana-Nya: Terah memulai perjalanan ke Kanaan (11:31) yang Abraham kemudian selesaikan. Allah tidak terbatas hanya pada orang-orang saleh untuk menggerakkan sejarah keselamatan — Dia berdaulat atas semua peristiwa termasuk yang melibatkan orang berdosa.
✕ Sering dikira
"29 tahun (usia Nahor melahirkan Terah) berarti manusia di era ini sudah mencapai kematangan normal seperti manusia modern."
✓ Yang sebenarnya
Usia 29 tahun memang mendekati kematangan reproduktif manusia modern. Tapi kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa 'manusia era ini sudah normal' karena Terah sendiri akan hidup 205 tahun — masih jauh di atas rata-rata manusia modern. Usia melahirkan mendekati normal, tapi umur total masih sangat panjang.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 11:24
Tuhan bekerja melalui keluarga biasa. Nahor mungkin tidak terkenal, tetapi ia adalah mata rantai penting dalam rencana Allah. Kesetiaan kita dalam keluarga dan tanggung jawab dapat berdampak besar bagi rencana Allah.
Tuhan, terima kasih karena Engkau memakai keluarga dan orang-orang biasa dalam rencana-Mu. Tolong aku setia dalam peranku, sekecil apa pun. Amin.