Laut dan udara diperintahkan dipenuhi kehidupan
Kejadian 1:20
Permulaan Penciptaan
“Kemudian, Allah berfirman, “Biarlah air dikerumuni oleh makhluk-makhluk hidup, dan biarlah burung-burung beterbangan di atas bumi, melintasi cakrawala langit.””Kejadian 1:20 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."”Kejadian 1:20 · TB
Terjemahan Baru
“Kemudian Allah berkata, "Hendaklah di dalam air berkeriapan banyak macam makhluk hidup, dan di udara beterbangan banyak burung-burung."”Kejadian 1:20 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Pada pagi berikutnya, berkatalah Allah, “Hendaklah air dipenuhi dengan berbagai jenis makhluk hidup yang berenang, dan langit dipenuhi dengan berbagai jenis burung yang beterbangan di atas permukaan bumi.””Kejadian 1:20 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And God said, Let the waters bring forth abundantly the moving creature that hath life, and fowl that may fly above the earth in the open firmament of heaven.”Kejadian 1:20 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kejadian 1:20?
Pada hari kelima, Allah memenuhi air dan udara dengan makhluk hidup. Ini menunjukkan kuasa Allah yang menciptakan kehidupan yang beragam, baik di laut maupun di udara, dan bahwa semua makhluk hidup diciptakan oleh Allah.
Latar belakang
Mengisi apa yang sudah ada
Hari kedua Allah membuat langit dan laut sebagai 'wadah'. Hari kelima Dia mengisinya. Air yang sebelumnya kosong kini 'dikerumuni makhluk hidup', dan langit yang sebelumnya hanya punya bintang kini dipenuhi burung. Allah tidak hanya menciptakan ruang — Dia juga memastikan ruang itu hidup.
Di mana
Lautan dan cakrawala
Laut yang masih sunyi dan langit yang masih kosong · awal hari kelima
Kapan
Hari kelima penciptaan
Penciptaan makhluk laut dan udara
Yang berbicara
Allah
Pencipta yang mengisi laut dan langit dengan kehidupan
Kepada
Laut dan udara
Ruang yang sudah ada tapi belum dihuni makhluk hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יִשְׁרְצוּ
yishretsu · dikerumuni
Biarlah berkerumun, penuh sesak — gambaran kerumunan hidup yang padat dan aktif, bukan sekadar 'ada beberapa makhluk'.
נֶפֶשׁ חַיָּה
nefesh chayah · makhluk hidup
Jiwa yang hidup, makhluk bernyawa — istilah teologis yang menunjukkan makhluk yang memiliki kehidupan aktif, bukan sekadar organisme.
יְעוֹפֵף
yeofef · beterbangan
Biarlah beterbangan — gerakan bebas di udara; penggambaran burung yang terbang melintasi langit sebagai pengisi ruang udara.
Air yang yishretsu (berkerumun penuh) dengan nefesh chayah (makhluk bernyawa), dan burung yang yeofef (beterbangan) di langit — ini perintah untuk mengisi, bukan sekadar menciptakan. Allah merencanakan dunia yang hidup, bukan dunia yang sepi meski semua infrastrukturnya sudah ada.
Tahukah kamu
Kata 'shrets' — kehidupan yang berkerumun
Kata Ibrani 'shrets' (berkerumun/teeming) dipakai untuk kerumunan yang padat dan aktif — seperti kawanan ikan yang bergerak bersama atau serangga yang memenuhi tanah. Allah tidak menciptakan satu atau dua ikan: Dia menciptakan lautan yang benar-benar penuh kehidupan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kejadian 1:20
Mazmur 104:25-26
laut penuh makhluk
“Di sana ada laut yang besar dan luas, yang penuh dengan binatang-binatang, yang tidak terhitung banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan yang besar; di sana berlayar kapal-kapal, Lewiatan yang telah Kauhidupkan untuk bermain-main di dalamnya.”
Mazmur 104:12
burung di udara
“Di tepinya bersarang burung-burung di udara, yang berkicau di antara dahan-dahan.”
Matius 6:26
burung dijaga Allah
“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kejadian 1:20
✕ Sering dikira
"Hari kelima hanya tentang ikan dan burung domestik."
✓ Yang sebenarnya
'Nefesh chayah' mencakup semua makhluk hidup bernyawa di air dan udara — dari plankton hingga paus, dari kolibri hingga elang. Tidak ada pembatasan pada jenis tertentu.
✕ Sering dikira
"Air menciptakan makhluk sendiri tanpa campur tangan Allah."
✓ Yang sebenarnya
Berbeda dari tumbuhan (di mana bumi diperintahkan menghasilkan), di sini Allah sendiri yang menciptakan makhluk (ayat 21 memakai kata 'bara'). Air hanya tempat, bukan agen penciptaan.
Renungan
Renungan Singkat Kejadian 1:20
Allah menciptakan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Kita bisa merenungkan betapa berharganya setiap makhluk ciptaan, termasuk kita. Ini juga mengajak kita untuk menjaga lingkungan dan menghargai kehidupan di sekitar kita.
Tuhan, ajar aku untuk menghargai semua makhluk ciptaan-Mu dan bertanggung jawab atas alam ini, Amin.