Menyentuh Najis lalu Makan Persembahan: Dibuang dari Umat
Imamat 7:21
Aturan Persembahan di Kemah
“Jika seseorang menyentuh sesuatu yang najis, entah itu kenajisan dari manusia, atau dari binatang yang najis, atau dari binatang merayap yang najis, lalu dia makan daging persembahan pendamaian yang adalah bagian TUHAN, orang itu harus dilenyapkan dari bangsanya.””Imamat 7:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan apabila seseorang kena kepada sesuatu yang najis, yakni kepada kenajisan berasal dari manusia, atau kepada hewan yang najis atau kepada setiap binatang yang merayap yang najis, lalu memakan dari pada daging korban keselamatan yang untuk Imamat 7.22–29 32 TUHAN, maka haruslah nyawa orang itu dilenyapkan dari antara bangsanya."”Imamat 7:21 · TB
Terjemahan Baru
“Apabila seseorang makan daging kurban itu sesudah menyentuh sesuatu yang najis, baik yang berasal dari manusia maupun dari hewan, ia juga tidak lagi dianggap anggota umat TUHAN.”Imamat 7:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Apabila orang yang memakan daging kurban itu sesudah menyentuh sesuatu yang najis, baik yang berasal dari manusia maupun segala binatang atau benda yang najis, maka orang itu juga akan disingkirkan dari antara umat yang taat pada perjanjian-Ku.””Imamat 7:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Moreover the soul that shall touch any unclean thing, as the uncleanness of man, or any unclean beast, or any abominable unclean thing, and eat of the flesh of the sacrifice of peace offerings, which pertain unto the LORD, even that soul shall be cut off from his people.”Imamat 7:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Imamat 7:21?
Menyentuh sesuatu yang najis—baik dari manusia, binatang, atau binatang merayap—lalu memakan daging persembahan pendamaian akan mengakibatkan orang itu dilenyapkan. Ini menekankan bahwa kenajisan dapat menular dan menghalangi hubungan dengan Allah. Oleh karena itu, umat harus menjaga diri dari segala bentuk ketahiran.
Latar belakang
Kenajisan dari berbagai sumber membawa hukuman yang sama
Ayat ini memperluas larangan sebelumnya: siapa pun yang menyentuh kenajisan — baik dari manusia, binatang, atau binatang merayap — lalu memakan daging persembahan pendamaian, akan dilenyapkan. Tidak ada perbedaan sumber kenajisan — semua sama-sama membuatnya tidak layak.
Di mana
Padang Gurun Sinai
Di perkemahan Israel · aturan kemurnian yang ketat
Kapan
~1400 SM
Peristiwa Keluaran
Yang berbicara
Musa
Nabi dan penulis Taurat, ~1400 SM
Kepada
Bangsa Israel
Umat perjanjian TUHAN di padang gurun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שֶׁרֶץ
sheretz · binatang merayap
Makhluk merayap — kategori hewan seperti tikus, kadal, serangga tertentu yang selalu dianggap najis dan mencemari apa pun yang disentuhnya.
בְּהֵמָה טְמֵאָה
behemah teme'ah · binatang yang najis
Hewan yang tidak tahir — hewan yang tidak memenuhi kriteria hewan tahir (berkuku belah dan memamahbiak) sehingga dagingnya tidak boleh dimakan.
וְנִכְרְתָה
ve-nichretah · dilenyapkan
Dipotong dari komunitas — konsekuensi tegas yang menunjukkan bahwa campur tangan kenajisan dengan yang kudus adalah pelanggaran perjanjian.
Keberagaman sumber kenajisan dengan konsekuensi yang sama mengajarkan prinsip universal: ketika seseorang mengetahui dirinya tidak tahir, tanggung jawabnya adalah untuk tidak menyentuh yang kudus sampai ia disucikan.
Tahukah kamu
Tiga kategori kenajisan yang disebutkan
Imamat mencategorikan sumber kenajisan dalam tiga kelompok: manusia (penyakit kulit, keluaran tubuh, dll), binatang najis (yang tidak boleh dimakan), dan binatang merayap (sheretz — kategori merayap yang selalu najis). Menyentuh salah satunya sebelum makan persembahan adalah pelanggaran serius.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Imamat 7:21
Imamat 5:2
kenajisan dari sentuhan
“Atau apabila seseorang menyentuh apa pun yang najis, baik bangkai binatang liar yang najis, bangkai binatang piaraan yang najis, atau bangkai binatang merayap yang najis...”
Imamat 11:43
jangan menajiskan diri
“Janganlah kamu membuat dirimu najis dengan binatang-binatang itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya.”
2 Korintus 7:1
menyucikan diri
“Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Imamat 7:21
✕ Sering dikira
Kenajisan dari binatang lebih serius dari kenajisan manusia
✓ Yang sebenarnya
Semua kategori kenajisan yang disebutkan menghasilkan konsekuensi yang sama — tidak ada hierarki antara sumber kenajisan dalam konteks ini.
✕ Sering dikira
Asal tidak sengaja menyentuh yang najis, boleh tetap makan
✓ Yang sebenarnya
Intensi tidak relevan di sini — menyentuh najis mengubah status ritual seseorang, terlepas apakah disengaja atau tidak, dan harus ditangani sebelum makan persembahan.
Renungan
Renungan Singkat Imamat 7:21
Kita hidup di dunia yang penuh hal yang bisa menajiskan rohani kita. Sadarilah bahwa apa yang kita sentuh—tontonan, pergaulan, informasi—dapat memengaruhi kekudusan kita. Bijaklah dalam memilih hal-hal yang kita serap.
Tuhan, beri aku kepekaan untuk mengenali apa yang najis dan menjauh darinya, supaya hidupku tetap kudus di hadapan-Mu. Amin.